Bad Husband

Bad Husband
Tidak Bisa



Tidak Bisa


Sesampai nya di dekat Hana, tiba-tiba keluar semua orang yang sejak tadi bersembunyi di balik meja-meja. Orang-orang tersebut menyodorkan pistol ke arah nya. Melihat hal itu, Kevin tetap melepaskan tali dari Hana. Setelah terlepas, ia kemudian meminta Hana untuk berada di belakang nya.


Dari kejauhan, terdengar tepuk tangan dari seseorang. Seseorang tersebut tidak lain ialah Arlon. Arlon berjalan ke arah Kevin dan Hana dengan tertawa.


"Hahahahaah... Kevin Kevin," Ucap Arlon.


"Kau!, berani nya kau mengganggu ku lagi!," Kevin melihat Arlon sembari menyodorkan pistol ke arah lelaki itu.


"Tenang, kau tidak perlu berteriak begitu. Justru aku senang dengan kedatangan mu kemari," Ucap Arlon.


"Kau mau apa hah?, berani nya kau mengganggu istri ku," Tanya Kevin.


"Aku mau apa? hHahahahahaha, kau bertanya aku mau apa?, sudah jelas aku ingin menghancurkan mu," Ucap Arlon sembari menarik kursi kayu yang lusuh untuk duduk. Arlon duduk sambil menyilangkan kedua kaki nya dengan tenang.


"Menghancurkan aku?, lantas atas alasan apa kau menyakiti istri ku hah?, jika kau ingin menyakiti ku, seharusnya kau membawa ku jika kau sanggup," Kevin berjalan menjauh dari hadapan Arlon sembari melindungi Hana yang berjalan di belakang nya.


"Justru karena istrimu itu! karena kau mudah hancur karena aku menculik istri tercinta mu itu hahahahahah," Balas Arlon dengan tertawa di Sertai tepukan tangan. Mendengar hal itu membuat Kevin tersulut emosi mendengar nya. Kevin berjalan mendekati Arlon ingin memukuli wajah lelaki itu, namun salah satu anak buah Arlon menembaki bagian dada Kevin. Hal itu membuat Kevin terjatuh di kaki Arlon.


Melihat hal itu, membuat Hana berlari ke arah Kevin sembari memegang luka akibat tembakan tersebut.


"Kevin!, Kevin kau tidak apa-apa?," Tanya Hana dengan panik. Kevin pun berusaha bangkit dan berdiri di hadapan Arlon sembari menarik tangan Hana untuk tetap berada di belakang nya.


"Sial sekali aku tertembak oleh sialan seperti diri mu," Ucap Kevin sembari tersenyum miring. Arlon yang mendengar pun tertawa dan tetap tenang.


"Sialan kau bilang?, hahahahaha. Kevin Kevin. Kita ini sama-sama sialan," Arlon memutar-mutar pistol di tangan nya dengan senang.


Pada saat kesibukan dan kegaduhan akibat tembakan itu, menjadi satu kesempatan bagi Kevin membawa Hana keluar dari rumah kosong itu. Beberapa anak buah Arlon yang menyadari hal itu pun dengan cepat mengejar Kevin yang ternyata telah berhasil keluar dari rumah kosong itu. Ternyata obrolan yang Kevin lakukan sejak tadi sebenar nya hanya untuk memperlambat waktu agar Kevin bisa menyelamat kan Hana. Di dalam perjalanan sebelum nya, Kevin sempat menghubungi Elbert meminta Elbert untuk datang ke sana karena Kevin sudah memiliki firasatyang tidak enak dengan rumah itu.


Sebagian anak buah Arlon mengejar Elbert yang berlari ke arah lain. Sementara sebagian lagi termasuk Arlon, mengejar Kevin dan Hana yang juga berlari ke arah jalan menuju mobil.


Di sesampai nya di jalan terpencil dan sepi itu, Hana mencari sopir taksi nya yang ternyata sudah pergi dari sana. Melihat hal itu membuat Kevin menarik tangan Hana dan mendorong Hana masuk ke dalam mobil. Di saat Kevin sedang berdiri di depan pintu mobil, Arlon menembaki bagian atas punggung nya yang membuat Kevin tersandar di mobil Karena kesakitan dan tidak mampu berdiri. Tidak Hanya itu, Arlon juga bermaksud untuk menembaki Hana yang sedang berada di dalam mobil, namun Kevin yang melihat pun, dengan cepat menghalangi peluru tersebut dengan membiarkan peluru itu masuk di bagian perut nya. Melihat kejadian itu membuat Hana berteriak dan menangis dengan histeris. Hana berusaha untuk membuka pintu mobil untuk menolong suami nya, namun Kevin dengan sekuat tenaga yang tersisa menahan pintu tersebut agar Hana tidak keluar.


"Pergilah dari sini. Jangan hirau kan aku. Jaga dirimu baik-baik," Ucap Kevin dengan suara yang sudah mulai melemah. Kevin juga membalas tembakan dari Arlon yang berdiri beberapa meter dari nya. Bukan hanya Kevin yang terluka, namun Arlon sebenar nya juga terluka namun tidak separah Kevin karena Arlon di lindungi oleh anak buah nya.


"Tidak! masuk lah cepat aku mohon hiks...hikss..." Hana menangis sembari berusaha keras membuka pintu mobil.


"Jangan begitu Hana. Sekali ini saja dengar apa yang aku katakan. Pergilah dari sini. Aku akan menahan mereka di sini," Gumam Kevin yang berusaha berdiri namun tubuh nya sudah sangat lemah. Darah-darah juga menyucur di dada dan perut nya.


"Menahan nya dengan cara membunuh diri mu sendiri hah!. Tidak! tolong masuk lah Kevin. Aku mohon hiks hiks...." Hana menangis dengan terisak. Ia benar-benar tak sanggup melihat bagaimana suami nya yang telah di penuhi darah.


"Jangan menangis. Justru kau akan tenang tanpa ada aku Hana. Pergilah cepat selagi aku masih bisa berdiri," Pinta Kevin. Mendengar hal itu membuat Hana semakin menangis.


Kevin di tembaki beberapa kali hingga membuat nya benar-benar tidak mampu lagi untuk berdiri. Melihat Kevin yang tidak berdiri, tiba-tiba Arlon tersungkur karena di tembak oleh seseorang dari kejauhan. Seseorang tersebut ialah Elbert. Elbert berhasil membunuh sebagian anak buah Arlon dan kemudian kembali ke sana untuk menyelamat kan tuan nya. Di saat itu lah Kevin mengambil kesempatan menembaki kepala Arlon hingg Arlon tak sadar kan diri.


"Tuan Arlon!." Begitu lah yang terdengar dari anak buah Arlon.


Elbert berlari ke arah Kevin untuk menyelamat kan tuan nya, namun, salah satu anak buah Arlon malah menembaki Elbert hingga membuat Elbert terjatuh. Di saat yang bersamaan, tiba-tiba dua mobil polisi datang ke sana dengan satu mobil yang diisi empat sampai lima orang. Semua anak buah Arlon menjadi sangat terkejut dan bermaksud untuk kabur dari tempat itu namun sayang nya polisi dapat menangkap mereka dengan cara menembak bagian kaki masing-masing orang itu hingga membuat mereka tak berkutik.


Melihat hal itu, membuat Kevin akhirnya merasa tenang dan akhirnya tak sadarkan diri lagi. Kevin terduduk di tepian mobil sembari memegang sebuah pistol di tangan nya.