
◽◽ Happy Reading ◽◽
Mana betah sekali Yoongi bermain di bibir mungil Min Ji. Tidak peduli bahwa saat Ini Min Ji merasa sudah kehabisan napasnya. Yoongi yang tau itu, dengan segera melepaskan tautan nya, membiarkan agar Min Ji mengambil beberapa oksigen untuk bertahan hidup.
"Jangan Yoongi!" Min Ji menepuk dada Yoongi. Dia hanya tersenyum melihat Min Ji yang terus mengatur napasnya.
"Sudah?" tanya dia. Min Ji hanya menatap polos Yoongi. Membiarkan laki-laki itu melumat kembali bibir mungil nya.
"Emhhpp ..." Desah Min Ji tertahan. Di kala ciuman itu berlangsung. Senang jika mendengar Min Ji yang terasa menikmati lumatan nya. Tangan Yoongi kini aktif mengusap tubuh Min Ji. Semua nya, meremas pelan payudara Min Ji.
PLAK
Yoongi melepaskan tautan nya dan menatap Min Ji ketika dia sadar, tangannya di pukul.
"Kenapa kamu meremas payudara ku?" polos Min Ji.
"Kenapa memangnya Min Ji?"
"Aku tidak suka! Jangan lakukan itu lagi!" ujar Min Ji dengan masih memasang wajah polos nya. Yoongi hanya tertawa kecil dan kembali melumat bibir Min Ji, Min Ji menerima setiap lumatan yang Yoongi berikan padanya
Kini tangan Yoongi, aktif mengusap ** nya, Min Ji yang merasa akan hal itu. Dengan segera Min Ji menepuk tangan Yoongi kembali.
"Kok sekarang kamu makin lancang?" kesal Min Ji.
"Memang nya kenapa Min Ji? Aku kan tidak salah. Hanya mengusap nya, lagian kamu juga gak usah sok suci lah. Udah saat nya kita main Ena-ena, gak usah sok polos. Kamu juga udah sering nonton. Jadi gak usah kaget kalan aku raba-raba!" ujar Yoongi. Min Ji terdiam dengan ucapan Yoongi.
"Diem aja. Biar aku yang jadi pemimpin! Desah yang nikmat biar aku makin semangat!" ujar nya.
Sumpah! Min Ji merasa enek sekali dengan Yoongi saat ini! Dia terlihat sangat liar. Apalagi dengan kata-kata nya. Byuntae sekali!
Terasa. Bibir Yoongi kini bermain di leher Min Ji, dengan kecupan-kecupan kecil nya. Min Ji merasa geli, tapi ini bukan hal yang buruk, apalagi ketika dia merasakan bibir Yoongi yang terus berjalan kebawah. Semakin bawah dengan tangan yang kini sudah mengangkat kaos putih yang Min Ji kenakan.
Yoongi mengangkat bukan sembarang mengangkat dia melepaskan kaos itu dari tubuh Min Ji hingga menyisakan bra coklat yang iya kenakan.
"Gak nyangka kalau tubuh tripleks mu berisi!' ujar Yoongi pelan. Sambil meremas payudara Min Ji. Min Ji hanya terdiam tanpa bisa menjawab karena dia tertahan oleh sensasi remasan di payudara nya.
Yoongi mengangkat tubuh Min Ji sedikit untuk melepaskan pengait bra Min Ji.
Terlihat nipple Min Ji yang begitu mengemaskan membuat Yoongi tidak tahan untuk mengulumnya. Dia seperti bayi saat ini.
"Emhhpp... Yoon!" desah Min Ji, sambil meremas pelan rambut Yoongi ketika Yoongi yang saat ini tengah sibuk bermain dengan nipple nya. Tangan dan bibirnya aktif bermain di payudara Min Ji. Dia begitu sanang.
Puas dengan itu. Yoongi berair kebawah. Dia mengecup berkali-kali perut Min Ji sebelum tanganya menurunkan celana, Min Ji.
Semua sudah terlepas. Kini Min Ji sudah full naked. Yoongi melihat jelas setiap lekuk tubuh Min Ji. Membuat hasratnya semakin meninggi. Min Ji sadar akan hal itu. Gadis itu bangkit dan menutup tubuh nya dengan selimut.
"Kenapa kamu telanjangi aku Yoongi? Nanti kalau aku kedinginan gimana?" tanya Min Ji pada Yoongi yang saat ini tengah sibuk melepaskan semua pakaian nya.
"Gak akan dingin Min Ji, yang ada nanti kamu kegerahan!" jawab Yoongi. Tersenyum ke arah Min Ji.
Yoongi memegang pipi Min Ji dan melumat telinga Min Ji, memberikan sensasi seksual pada gadis itu. Min Ji hanya terdiam dengan apa yang di lakukan oleh Yoongi. Diam, meski saat ini tangan Yoongi benar - benar aktif meraba tubuhnya.
Yoongi membaringkan tubuh Min Ji kembali. Dia tersenyum, ketika Min Ji memasang wajah ketakutan nya sambil menutup kedua matanya.
Kecupan hangat pada vaginanya iya rasakan. Min Ji menggigit bibir bawahnya ketika iya merasakan lidah Yoongi yang sedikit bermain di sana. Hanya sesaat, Yoongi lebih senang memainkan jarinya.
Merasa sedikit perih, Min Ji membuka kedua matanya. "Jangan Mainkan jarimu di sana Yoongi!"
"Kenapa Min Ji?"
"Aku tidak mau!"
Yoongi tersenyum dan menindih. Tubuh mungil Min Ji, melumat bibir sesaat. "Kamu udah Siap belum? Nangis gak nanti?" tanya Yoongi. Min Ji hanya terdiam.
"Kenapa harus nangis? Aku lihat juga di video. Gak nangis tuh. Malah kek yang enak gitu!" ujar Min Ji dengan wajah tanpa dosanya. Yoongi tertawa kecil dengan ucapan Min Ji itu.
"Ya udah siap aja!" ujar Yoongi bangkit. Dia membuka paha Min Ji perlahan. "Kalau sakit bilang yak!" ujar Yoongi kembali.
Dia mengarahkan * nya pada ** Min Ji. Terdiam sesaat. Sebelum dia memasukkan nya.
"Ahk!" tubuh Min Ji mengeliat hebat. Baru sedikit. Belum sepenuhnya masuk.
"Yoongi hiks ..." Min Ji menatap Yoongi dengan linangan air mata.
"Nangis?"
"Sakit. Hiks ..."
"Kan aku udah bilang sakit, tapi gak apa-apa yak!"
"Jangan! Hiks ... Sakit!" rengek Min Ji kembali.
"Hanya sedikit!"
Awal nya masih merasa susah. ** Min Ji sangat sempit. Yoongi mengecup bibir Min Ji sebelum dia memaksa benda tumpul itu merobek ** nya.
Dengan satu hentakan yang kuat.
Jleb.
Benda tumpul berukuran besar itu masuk sempurna ke dalam ** sempit Min Ji.
Min Ji merasa sakit yang luar biasa. Air matanya menetes, dengan segera Yoongi menghapusnya dan berusaha menangkan Min Ji, yang terus menangis dan berteriak.
"Gak usah teriak Min Ji, malu sama orang!" ujar Yoongi. Min Ji hanya tersedu -sedu menahan tangis nya. Kini saatnya untuk bermain. Yoongi mulai memainkan pinggul nya.
Yoongi mulai mengerakan pinggul nya pelan. Karena dia masih mersa susah.
"Ahhkk.." Min Ji mulai mendesah Yoongi mulai mempercepat permainannya.
"ahhhkkk.. Ahhkk..."
"Desahkan namaku sayang."
"Ahkk... Yooon... Ahhkk.
Yoongi semakin mempercepat gerakannya. Tubuh Min Ji benar-benar bergerak hebat.
Plok plok plok
"Ahhkk... Ahk.."
CROT
"Eugh."
Cairan bening itu keluar membasuhi ** Min Ji
Yoongi mengangkat tubuh Min Ji. Kedalam dekapan nya. Min Ji yang sedikit merasa lemas dia hanya bisa terdiam menurut dengan apa yang Yoongi inginkan.
Yoongi mengarahkan junior nya ke bibir Min Ji. Dia menyuruh Min Ji untuk buka mulut. Min Ji menurut, Yoongi memasukan batangnya ke dalam mulut Min Ji. Batang Yoongi mulai bergerak maju mundur di dalam mulut Min Ji.
Min Ji mengemutnya.
"Ahhkk.." desah Yoongi nikmat ketika miliknya bermain di mulut Min Ji.
Yoongi mulai mempercepat gerakannya. Membuat Min Ji merasa ingin muntah tapi dia menikmati nya.
"Ahhkk.. Mmmhh.. Ahhlk.."
Yoongi terus mempercepat permainannya sampai.
CROT
"Eugh.."
Cairan itu kembali keluar dalam mulut Min Ji. Yoongi melepaskan junior dalam mulut Min Ji
"Euk." Ji Hyun mengusap mulutnya yang di penuhi cairan itu. "Kenapa mengeluarkan di dalam mukutku?" kesal Min Ji.
Yoongi tersenyum. Dia merebahkan kembali tubuh Min Jidengan sangat hati-hati.
Yoongi memasukan kembali penisnya yang masih menegang.
"Ahhkk." Min Jimulai mendesah ketika Yoongi memulai permainan nya kembali.
Plok
"Ahhkk.. Ahkk.. Egghhh... Ahkk.. Yoon... Ahk. Fas... Ahhkk.. Yoon.. "
Plok
Min Ji mendesah hebat ketika Yoongi benar-benar membabi buta. Tubuhnya bergetar hebat, kepala Min Ji tak pernah diam, menahan sakit dan nikmat yang luar biasa.
Sepertinya Yoongi memang sudah mencapai puncak kenikmatan nya.
Dia terus mempercepat permainannya tidak peduli pada Min Ji yang meronta kesakitan.
"Ahhkk.. Eghh... Ahh.. "
Plok
"Ahhkk.. Ahkk.."
Crot
"Eugh."
Cairan itu keluar di dalam ** Min Ji. *** secara bersamaan, Min Ji merasakan kehangatan di dalam Rahimnya. Yoongi ambruk di dekapan Min Ji. Keringat yang bercucuran dan deru napas yang saling berlomba -lomba.
"Yoongi berat!" ujar Min Ji. Sambil membangunkan tubuh Yoongi dari atas tubuhnya. Yoongi acuh saja tidak ingin bergerak.
"Yoongi!" kesal Min Ji. Membuat dia akhirnya bangkit dari tahun Min Ji, dia berbaring di samping Min Ji.
Yoongi mendekap tubuh Min Ji mengecup kening gadis itu.
"Tidur lah." ujarnya dengan nada berat. Min Ji menatap polos Yoongi.
"Udahan kan?" tanya Min Ji. Yoongi menganggukkan kepalanya tanpa membuka kedua matanya. Min Ji tersenyum dan ikut menutup kedua matanya. Mencoba tertidur sambil merasakan hangat dekapan tubuh laki-laki itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc.