
Tidak Kasar
"Bibi!," Alisa berlari ke arah Hana dan memeluk Hana.
"Alisa makan ice cream?," Tanya Hana dengan memperhatikan tangan keponakan nya yang sedang memegang ice cream.
"Iya bibi. Paman yang membeli nya," Jelas Alisa. Hana pun tersenyum sembari membersihkan mulut Alisa yang kotor akibat ice cream.
"Apa yang Alisa lakukan bersama paman di rumah?," Tanya Hana dengan melihat ke arah Kevin.
"Kami menonton film princes," Jawab Alisa.
"Tumben sekali kau pulang siang begini," Kevin melihat Hana dengan satu alis yang terangkat ke atas.
"Tidak apa-apa. Aku meminta izin untuk lebih cepat pulang karena kawatir dengan Alisa," Jelas Hana sembari membawa Alisa untuk duduk di atas sofa. Hana duduk sembari meletakan tas nya di atas meja.
"Kenapa?, kau kira aku akan menyakiti keponakan mu?," Terka Kevin dengan mengangkat satu sudut bibir nya ke atas.
"Tidak begitu, aku tidak bermaksud begitu," Ucap Hana. Sebenar nya apa yang di katakan oleh Kevin, memang benar ada nya. Sejak pagi, Hana memang tidak fokus berkerja di rumah sakit karena ia mengkawatir kan keponakan nya Alisa yang sedang berada di rumah bersama Kevin. Hana takut suami nya tersebut menyakiti Alisa dan sempat terpikirkan oleh Hana jika bisa saja Kevin membunuh Alisa. Membayang kan saja membuat Hana sesak nafas. Ia benar-benar tidak tenang untuk merawat pasien nya.
"Bibi. Aku dan paman kami berdua sedang menonton film princes dan setelah itu paman membelikan untuk ku banyak sekali ice cream," Jelas Alisa sembari tersenyum ke arah bibi nya. Hana yang mendengar penjelasan keponakan nya pun akhir nya bisa bernafas dengan lega.
"Benarkah?, tapi Alisa tidak boleh memakan ice cream terlalu banyak," Ucap Hana dengan memegang kedua pipi Alisa dengan lembut.
"Iya bibi. Alisa tau," Balas Alisa.
"Anak pintar." Puji Hana dan membuat Alisa kembali tersenyum senang. Bangga rasa nya jika ia di puji oleh bibi nya.
Di saat Alisa dan Hana masih sedang berbicara, Kevin memilih untuk menjauh dari istri nya tersebut. Ia beranjak dari sofa dan melangkah menjauh dari ruangan bersantai itu. Cukup mengesal kan bagi Kevin karena Hana berpikir tentang diri nya yang buruk. Melihat Kevin yang berjalan ke arah kamar, Hana pun ikut mengikuti suami nya tersebut. Hana mengerti jika suami nya tersebut sedang marah pada nya.
"Alisa menonton sendiri dulu ya, bibi mau ke kamar sebentar." Titah Hana dan di iyakan oleh Alisa dengan anggukan.
Hana berjalan masuk ke dalam kamar yang pintu nya masih terbuka. Saat masuk ia tidak melihat suami nya di dalam sana. Padahal Hana melihat dengan jelas jika suami nya tadi masuk ke kamar. Hana kemudian melihat ke arah balkon, dan benar saja ternyata suami nya sedang duduk di balkon sembari menghisap sebatang rokok. Melihat hal itu, Hana pun masuk ke dalam balkon. Sebelum masuk, ia menyempat kan diri nya untuk menarik nafas nya dan kemudian menghembuskan nya secara perlahan. Setiap ingin berbicara dengan suami nya, Hana memang harus menenangkan dulu diri nya agar bisa berhadapan dengan Kevin. Memang itu lah yang sering di lakukan oleh Hana.
"Apa lagi?," Tanya Kevin sembari menikmati hisapan rokok yang menyelip di tangan nya.
"Masalah aku pulang cepat, aku tidak bermaksud menuduh mu. Maaf kan aku," Ucap Hana sembari menundukan wajah nya ke lantai.
"Jika kau merasa tidak menuduh ku, seharus nya kau tidak perlu meminta maaf. Kau minta maaf sebab kau memang berpikir jahat tentang aku," Kevin berkata dengan pandangan yang tidak melihat kebarah Hana.
"Aku minta maaf, dan terima kasih karena kau telah menjaga Alisa hari ini," Ucap Hana dengan penuh keberanian. Kevin yang mendengar pun hanya terdiam tidak membalas perkataan wanita di belakang nya. Di lihat dari hembusan nafas nya, lelaki tersebut masih marah terhadap Hana.
"Tidak ada guna nya kau meminta maaf. Kesalahan di masalalu pun aku belum memakan mu," Tegas Kevin yang masih duduk menghadap ke pemandangan di bawah. Sementara Hana yang mendengar hanya bisa terdiam. Apa yang di katakan Kevin memang benar. Hana menyadari jika kesalahan nya sangat banyak terhadap suami nya, jadi tidak mana mungkin Kevin bisa memaafkan nya entah itu kesalahan sekarang atau pun kesalahan di masa lalu sekalipun.
"Tolong pijat kedua bahu ku. Aku lelah sejak tadi karena menjaga keponakan mu itu," Kevin menepuk-nepuk kedua bahu nya untuk meminta Hana memijat nya. Hana pun mendekati suami nya lebih dekat untuk memijat kedua bahu suaminnya.
"Apa di sini?," Tanya Hana dengan memegang kedua bahu Kevin.
"Iya. Jika aku berkata di bahu ya di bahu. Kau tidak perlu bertanya." Ucap Kevin. Hana pun terdiam sembari mulai memijat dengan rilexs.
"Kau tidak perlu meminta maaf pada ku, karena aku tidak akan memaaf kan mu. Jika kau ingin tetap aman dan tetap hidup, kau cukup melayani ku saja," Kevin berkata sembari menikmati setiap pijatan yang di lakukan Hana.
"Setelah keponakan mu kembali ke rumah sakit, kau perlu melayani ku sepuas dan semau ku," Lanjut Kevin. Hana tetap diam tidak membalas perkataan Kevin. Hana juga mengerti maksud dari suami nya tersebut. Mau atau tidak nya, Hana tetap harus memberikan nya. Hana memang sudah separah itu menghadapi suami nya yang cukup melelah kan itu.
Hana memijat Kevin hingga selesai. Setengah jam lama nya kedua tangan Hana memijat bahu suami nya hingga Kevin mengatakan selesai dan berhenti. Selesai memijat, Hana keluar dari balkon dan mengganti baju nya dengan baju santai di rumah. Sementara Kevin, seusai di pijat, ia mengganti baju santai nya menjadi hodie berwarna hitam dan juga memakai celana hitam. Kevin kemudian merapikan rambut nya sedikit. Melihat Kevin yang terlihat telah bersiap ingin pergi, Hana pun keluar dari kamar untuk melihat Alisa yang sedang menonton.
Kevin turun dari kamar bersamaan dengan istri nya. Kedua nya berjalan berdampingan. Namun terlihat begitu dingin tidak ada senyuman sedikit pun yang terpancar. Memang begitu lah yang di hadapi Hana setiap bersama dengan suami nya.
"Paman mau kemana?," Tanya Alisa saat melihat Kevin yang berjalan menuju pintu utama. Sementara Hana berjalan ke arah Alisa.
"Paman ada urusan sayang. Jangan ganggu paman," Ucap Hana sembari duduk bersebelahan dengan keponakan nya.
"Paman berkerja sebagai apa?," Tanya Alisa dengan berteriak bermaksud Kevin mendengar nya.
"Paman ada urusan penting," Ucap Kevin tanpa menoleh ke belakang. Sementara Alisa hanya melambaikan tangan nya pada Kevin dan membuat kan paman nya tersebut pergi menjauh dari rumah.