Bad Husband

Bad Husband
Jangan Berbohong



Jangan Berbohong


"Huaaakkk...huakkkk...huaakkk." Begitu lah yang terdengar semalaman ini. Hana berulang kali berlari ke kamar mandi karena perut nya serasa begitu mual. Hana bahkan merasa pusing dan juga tidak nafsu makan sama sekali hari ini.


Hana bejongkok untuk memuntahkan isi perut nya namun sayang nya tidak ada apapun yang keluar. Hal tersebut membuat Hana merasa aneh. Perut nya terasa begitu mual tapi tidak ada apapun keluar.


Setelah perut nya terasa tenang, Hana kembali ke kamar nya untuk berbaring. Namun saat sampai di dalam kamar, terlihat Kevin yang baru saja pulang. Kevin sedang berdiri di depan lemari sembari mengganti pakaian nya dengan baju kaos dan celana pendek biasa.


"Kau baru pulang?," Begitu kalimat yang keluar dari mulut Hana untuk menyapa suami nya tersebut.


"Hmmm." Balas Kevin dengan deheman. Kevin berjalan ke arah size king dan duduk. Ada pun Hana, juga naik ke atas tempat tidur yang sama dengan suami nya.


"Berbaring lah," Titah Kevin. Hana yang mendengar pun seketika sangat terkejut.


"Ke..ke..kenapa?," Tanya Hana dengan terbata-bata.


"Kenapa lagi. Aku tidak perlu menjelaskan nya. Berbaring sebelum aku paksa kau berbaring!," Ucap Kevin yang menarik tangan Hana.


"Tolong jangan malam ini. Aku sedang tidak enak badan," Mohon Hana yang berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman lelaki di depan nya saat ini. Hana sangat mengerti maksud dari suami nya itu.


"Aku mau nya sekarang. Jangan berani-berani menolak ku!," Tegas Kevin yang menarik Hana dan membaringkan tubuh Hana dengan paksa.


"Tolong kali ini saja. Aku benar-benar tidak enak badan. Perut ku sarasa sangat mulas," Hana mendorong tubuh jangkung suami nya untuk turun dari tempat tidur menuju kamar mandi. Sesampai nya di dalam kamar mandi karena ia kembali merasa mual. Melihat hal itu, membuat Kevin terdiam sembari ikut turun dari tempat tidur untuk menghampiri Hana. Kevin berdiri di depan pintu kamar mandi sembari melihat istri nya yang sedang berjongkok di depan wastafel.


"Jangan berpura-pura. Kau kira aku bisa tertipu dengan mu hah?," Cetus Kevin yang masih tidak percaya jika Hana memang benar-benar tidak enak badan.


"Aku tidak berbohong. Sejak siang tadi aku memang sudah merasa mual tapi tidak sampai begitu parah. Namun malam setelah pulang aku merasa sangat mual," Jelas Hana yang memegangi pinggiran wastafel.


"Kau tidak mengeluarkan apa pun di sana," Ucap Kevin yang masih tidak percaya.


"Aku mual tapi yang keluar hanya angin saja. Aku juga tidak mengerti kenapa," Hana membalikan tubuh nya untuk keluar dari kamar mandi. Ada pun Kevin, melihat wajah Hana yang terlihat pucat, membuat nya akhir nya mempercayai jika wanita itu memang benar sedang sakit.


Hana naik ke atas tempat tidur dan duduk dengan memangku satu bantal di perutnya. Melihat hal itu membuat Kevin menghela nafas nya dan duduk bersebelahan dengan istri nya itu.


"Balik kan tubuh mu," Titah Kevin.


"Kenapa lagi?," Tanya Hana yang menatap Kevin dengan kewaspadaan. Hana berpikir jika Kevin masih ingin melakukan sesuatu pada nya.


"Kau seperti masuk angin. Aku akan membatu memijat punggung mu itu. Pikiran mu selalu jauh," Jelas Kevin. Hana pun mengerti dan mengiyakan. Hana membalikan tubuh nya dan menghadap kan punggung nya ke arah Kevin.


Kevin melakukan beberapa menit pijatan di punggung Hana. Setelah selesai, ia pun meminta Hana untuk berbaring dan tidur.


"Tidur dan istirahatlah," Titah Kevin.


"Maaf merepot kan mu," Ucap Hana sembari membaringkan tubuh nya. Hana tak sadar tersenyum ke arah suami nya karena saking bahagia nya melihat Kevin yang ternyata cukup perhatian pada nya.


"Belum tau sudah sering sakit-sakitan." Ujar Kevin yang ikut berbaring bersebelahan dengan Hana.


Saat Kevin berbaring, Hana malah menutup hidung nya dengan satu tangan nya karena ia merasa lelaki yang sedang berbaring di samping nya bau rokok. Entah kenapa penciuman nya setajam itu.


"Kevin, menjauh lah sedikit dari ku. Beri jarak bantal di tengah nya," Hana mengambil satu bantal dan meletakan di tengah-tengah. Melihat hal itu membuat Kevin menjadi geram.


"Atas dasar apa kau ingin menjauh hah?, jika kau tidak ingin tidur bersama ku, silakan kau tidur di luar rumah saja!," Ketua Kevin yang mengambil bantal pembatas di tengah nya dan membuang nya kelantai. Kevin merasa tidak terima jika ada jarak di antara nya.


"Bukan begitu. Perut ku kembali terasa mual mencium aroma rokok di tubuh mu," Jelas Hana yang terdengar lemah.


"Bau rokok?, hah kau sudah kenapa?. Jangan coba-coba beralasan pada ku. Selama ini juga aku merokok dan saat tidur bahkan lidah kita bersatu, kau biasa saja!," Ucap Kevin dengan heran.


"Aku juga tidak tau kenapa. Tapi kali ini aku benar-benar merasa sangat mual," Tutur Hana yang masih berusaha menjelaskan. Mendengar hal itu membuat Kevin semakin kesal namun ia sedang malas memarahi istri nya tersebut.


Karena tidak ingin berdebat, membuat Kevin mau tak mau harus mengambil bantal yang ia lempar kelantai tadi nya dan meletakan kembali sebagai pembatas di di tengah nya.


"Sudah sangat sering aku memaklumi mu." Gumam Kevin dengan wajah dingin nya. Kevin kembali berbaring dan menyelimuti tubuh nya untuk tidur dengan membelakangi Hana. Sementara Hana, melihat jarak nya dan suami nya sudah cukup jauh dan memilik pembatas, membuat Hana akhirnya bisa bernafas dengan lega. Hana ikut membelakangi suami nya untuk tidur.


* * * *


Di malam yang sudah sangat larut, Hana tiba-tiba terbangun dari tidur nya. Tiba-tiba saja ia merasa kembali mual dan membuat nya kembali ke kamar mandi. Karena suara yang cukup keras, membuat Kevin juga ikut terbangun dari tidur nya.


Kevin terbangun dan melihat di samping nya yang sudah tidak ada Hana lagi di sana. Mendengar suara di kamar mandi, membuat Kevin akhirnya berjalan ke kamar mandi dan benar saja ternyata Hana lah yang berada di kamar mandi. Hana terlihat berdiri di depan wastafel dengan memegang perut nya.


"Huaakkkk....huakkkk...huakkkkm." Begitu lah yang terdengar dan terlihat di mata Kevin. Melihat hal itu membuat Kevin berjalan mendekati Hana dan mengelus punggung istri nya.


"Kau siang tadi makan apa sampai begini?," Tanya Kevin.


"Aku hanya makan makanan biasa saja," Jelas Hana yang membersihkan mulut nya dengan berkumur-kumur.