Bad Husband

Bad Husband
Kembali



Kembali


Di malam yang masih sangat larut. Hana baru saja keluar dari kamar mandi dan kembali ke kamar untuk tidur. Mata nya juga sudah terasa sangat mengantuk. Begitu pun Kevin yang juga kembali ke kamar untuk kembali tertidur. Melihat Hana yang sudah terlihat tenang, membuat Kevin merasa jika keadaan Hana sudah membaik.


Tok...tok....tok....tok


Baru saja ingin memejam kan kedua mata nya, mereka kembali di kejut kan oleh suara ketukan pintu kamar dari luar. Melihat Kevin yang masih enggan turun dari tempat tidur untuk membuka nya, membuat Hana mau tak mau harus membuka pintu kamar. Hana berjalan melangkah untuk membuka pintu kamar. Sementara Kevin, hanya memperhatikan Hana dari arah tempat tidur.


"Siapa malam-malam begini." Pikiran Hana yang bertanya-tanya. Hana tetap membuka pintu tersebut.


Saat pintu terbuka, terlihat dua orang yang sedang berdiri di hadapan nya. Seseorang tersebut tidak lain Ialah kedua mertua nya papa Prislo dan mama Gaty. Kedua orang tersebut tersenyum ke arah Hana. Hana pun ikut tersenyum melihat mertua nya.


"Pa, ma. Kalian baru pulang?," Tanya Hana sembari masih memegang ganggang pintu. Hana merasa senang melihat kedua mertua nya tersebut telah kembali. Namun berbeda dengan Kevin, mendengar orang di luar kamar ialah ayah dan ibu tiri nya, membuat Kevin memalingkan wajah nya dengan masam.


"Kami baru saja pulang," Balas papa Prislo dengan tersenyum.


"Bagaimana kabarmu Hana?, apa keadaan mu baik-baik saja?, apa dia tidak menyakiti mu?," Tanya mama Gaty dengan berbisik ke telinga Hana. Hana yang mendengar pun membalas anggukan.


"Baik, ma." Balas Hana.


"Syukurlah." Ucap mama Gaty sembari menarik nafas lega nya. Mama Gaty berpikir jika Hana telah di siksa oleh anak tiri nya tersebut. Sebab ia sangat tau bagaimana kejam nya Kevin.


"Ini, kami membawa oleh-oleh untuk mu dan suami mu. Jangan lupa di makan," Papa Prislo mengulurkan tas plastik yang berisikan buah matoa ke Hana.


"Apa ini pa?," Tanya Hana sembari mengambil tas plastik tersebut. Hana bertanya sembari memperhatikan Tas tersebut.


"Hanya buah matoa. Kebetulan tadi papa sama mama berhenti di jual buah untuk oleh-oleh hehehe," Jelas papa Prislo dan di anggukan mama Gaty mengiyakan.


"Waaah. Jarang sekali bertemu matoa. Terima kasih pa, ma," Balas Hana.


"Iya sama-sama."


"Hana!, kalau kau masih ingin bicara, keluar dari kamar dan tutup pintu. Aku ingin tidur!," Ketus Kevin, dan membuat Hana dan kedua mertua nya menjadi terkejut dengan suara Kevin.


"Kembali lah tidur Hana. Kami juga mau kembali ke kamar," Ucap papa Prislo sembari menggenggam tangan istri nya.


"Baik pa, ma. Selamat malam," Balas Hana dan diiyakan oleh kedua mertua nya. Papa Prislo dan mama Gaty akhir nya melangkah meninggal kan Hana. Pun Hana setelah melihat kedua orang tersebut pergi, Hana akhirnya masuk ke kamar dan mengatup pintu.


"Kenapa kau kembali?, kenapa tidak tidur dan ikut mereka saja!," Kevin menatap Hana dengan tatapan dingin nya. Saat ini lelaki itu sedang duduk di tempat tidur. Mendengar perkataan suami nya tersebut, membuat Hana memilih untuk diam tidak membalas nya. Hana sudah tidak mau berdebat dengan lelaki yang didekatnya sekarang ini.


Tanpa bicara apapun, Hana langsung saja meletakan buah matoa di atas meja. Hana akan memakan buah tersebut besok. Setelah meletakan buah matoa, Hana akhirnya naik ke tempat tidur dan tidur bersebelahan dengan suaminnya namun masih di batasi satu bantal di tengah nya.


Sementara Kevin, melihat Hana yang sudah mulai tertidur, membuatnya juga ikut tertidur.


Esok nya. Sebelum kerumah sakit, Hana memilih untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan juga mertua nya. Karena bi Ijah masih belum kembali, membuat semua perkerjaan rumah menjadi perkerjaan Hana Karena Hana ada dia saja di rumah yang melayani suami nya.


Pagi ini Hana membuat salad dan juga memasak. Setelah selesai, ia kemudian menatap masakan ke dalam piring dan melatakn nya di atas meja makan. Setelah semua selesai, Hana memanggil suami dan juga mertua nya turun untuk makan.


Ketika kedua mertua nya turun dan makan, berbeda dengan Kevin yang menolak untuk turun dan makan bersama dengan papa Prislo dan mama Gaty. Hana pun tidak bisa memaksanya. Karena Kevin tidak sarapan dan makan pagi ini, di meja makan hanya ada tiga orang yang sedang duduk dan makan. Kedua mertua nya terlihat begitu menikmati makanan di pagi itu. Berbeda dengan Hana yang menyisakan banyak makanan di piring nya lantaran ia tidak sanggup menghabiskan nya karena Hana tidak memiliki napsu makan sudah dua hari ini.


"Ternyata menantu kita pintar masak ya ma," Puji papa Prislo.


"Iya pa." Lanjut mama Gaty.


"Papa dan mama bisa saja. Tapi terima kasih atas pujian nya." Balas Hana.


"Pa, ma. Hana naik dulu, selesai makan letakan saja piring nya di wastafel. Nanti biar Hana yang mencuci nya," Ucap Hana sembari beranjak berdiri.


"Tidak perlu. Biar mama saja yang mencuci nya," Tolak mama Gaty.


"Tidak apa-apa pa, ms. Biar Hana saja," Ucap Hana. Tidak nyaman bagi Hana jika ibu mertua nya itu mencuci piring kotor.


"Tidak apa-apa nak. Naik dan kembali lah ke kamar," Mama Gaty buru-buru mencuci piring. Melihat hal itu membuat Hana pasrah membiarkan ibu mertua nya yang mulai mencuci piring kotor. Namun Hana memilih membiarkan ibu mertua nya tersebut lantaran Hana tidak mau terlalu menolak keinginan baik.


Hana naik ke kamar nya untuk bersiap-siap kerumah sakit. Tidak butuh waktu lama Hana pun mulai bersiap. Hana buru-buru mengganti pakaian dan kemudian mendadani dengan tipis-tipis.


"Ehem..Kevin," Panggil Hana sembari berjalan ke arah Kevin yang sedang duduk santai di balkon menikmati mentari pagi.


"Mmm,." Balas Kevin tanpa menoleh ke arah Hana.


"Alisa sudah dinyatakan sembuh. Bisakah aku membawa nya?," Tanya Hana dengan ragu.


"Bawa saja. Tapi suruh dia untuk tidur sendiri di kamar lain bukan malah mengganggu!," Ingat Kevin sembari menghisap sebatang rokok yang terselip di jari nya.


"Ba..baik. Akan aku beritahu pada Alisa," Balas Hana.


"Hari ini kau kerumah sakit dengan di antar Elbert.bAku ada urusan,";Jelas Kevin.


"Baik lah." Balas Hana.


"Elber sudah menunggu mu di luar rumah," Jelas Kevin. Hana pun mengiyakan dan buru-buru pergi.


"Makanan, jika kau lapar, maka makan saja. Aku sudah menyiap kan sarapan atau makan siang," Jelas Hana. Kevin terdiam tidak membalasnya