
Yuna
Di rumah sakit, Hana masih merasa kesal dengan suami nya. Hana merasa kasihan dengan ayah mertua nya karena di perlakukan begitu dengan anak nya sendiri.
"Apa kau pernah dengar, bahwa semua bisa tergantikan terkecuali ayah dan ibu mu. Bagaimana pun kau tidak bisa menggantikan mereka," Ucap Hana sambil meletakan piring dan garpu ke atas meja di samping nya. Hana berusaha untuk berbicara dengan tenang walau sebenarnya ia merasa cukup kesal karena suami nya begitu kasar pada papa Prislo.
"Kau tidak tau apa-apa. Jangan ikut campur masalah ku dan dia!," Balas Kevin
"Aku sebenar nya tidak mau ikut campur, namun aku tidak bisa. Apa susah nya kau menghormati orang tua mu sendiri. Kau tau saat kau terluka dan kritis, papa Prislo begitu mengkawatirkan keadaan mu," Tutur Hana sambil memegang tangan suami nya dengan hangat.
"Berhenti membicarakan Prislo!. Kau keluar dari ruangan. Aku juga tidak butuh kau atau pun Prislo mengkawatir kan aku. Pergi!," Teriak Kevin dengan marah. Mendengar teriakan dari suaminnya, membuat Hana begitu terkejut pada suami nya yang dingin itu.
"Baik. Aku akan keluar. Kau tidak perlu berteriak. Ini rumah sakit," Ucap Hana dengan suara yang terdengar kecil.
"Keluar dan jangan kembali lagi!," Teriak Kevin sambil memalingkan muka. Mendengar hal itu membuat Hana merasa ikut tersulut amarah pada suami nya. Hana juga seorang manusia yang memiliki batas kesabaran.
"Baik jika itu yang kau mau. Aku tidak akan melihat mu lagi. Keras kepala!. Seberapa marah nya kau dengan ayah mu, kau tetap harus memaafkan nya. Jangan soalah kau tidak pernah menyakiti orang lain!."
"Coba kau pikirkan lagi. Seberapa menderita nya aku setelah menikah dengan mu hah?, tapi aku tetap memaafkan mu. Jangan hanya memikirkan rasa sakit kita sendiri dan melupakan sakit pada orang lain. Orang lain punya salah, tapi kita juga punya salah. Tidak ada manusia yang sempurna Kevin!." Lanjut Hana sambil beranjak dari kursi dan berjalan keluar dari kamar dengan amarah yang masih membara.
Saat keluar, Hana bertemu papa Prislo yang sedang berdiri di balik dinding. Di lihat dari raut wajah nya, papa Prislo seperti sudah mendengar percakapan Hana dan Kevin.
"Papa," Hana kebingungan harus mengatakan apa.
"Hana, maafkan papa. Karena papa, kalian malah jadi bertengkar," Papa Prislo berkata dengan penuh penyesalan. Hana yang mendengar pun merasa tidak enak hati melihat ayah mertua nya sekarang ini.
"Tidak apa-apa pa. Sudah tugas Hana memberitahu hal itu pada suami Hana yang keras kepala itu," Balas Hana sambil tersenyum.
"Sebenar nya papa lah yang bersalah Hana," Ucap papa Prislo.
"Pa, tidak ada manusia yang selalu benar. Kita semua pasti pernah melakukan kesalahan. Yang terpenting kita mau memperbaiki nya kembali itu sudah baik pa," Hana menarik nafas nya dan menghembus kan nya secara perlahan. Hana sangat mengerti jika papa Prislo sangat menyesali perbuatan nya di masa lalu.
"Terima kasih Hana. Papa bersyukur Kevin menikah dengan wanita seperti mu." Ucap papa Prislo sambil menepuk bahu Hana pelan.
* * * * *
Sementara di dalam ruangan. Setelah kepergian Hana, Kevin hanya termenung sambil terdiam sendirian. Semua perkataan Hana masih jelas terngiang-ngiang di kepala nya.
"Apa dia benar-benar tidak kembali?," Pikir Kevin dengan perasaan was-was.
Di saat Kevin masih merenung, tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Kevin berpikir itu istri nya. Ia mengalihkan wajah nya ke arah pintu dengan cepat namun seketika raut wajahnya berubah.
Ternyata seorang yang baru saja masuk ke dalam bukan Hana melain kan seorang gadis berambut bermata coklat, berkulit putih bersih dan tinggi dan seksi. Seorang tersebut ialah Yuna. Yuna anak dari bos mafia sebelum Kevin. Bos Mafia yang meninggal dulu nya. Yuna berlari ke arah Kevin dan langsung memeluk nya.
"Yuna, kapan kau pulang?," Tanya Kevin.
"Aku baru sampai di Indonesia malam tadi. Mendengar berita kau masuk rumah sakit, aku langsung buru-buru terbang dari Meksiko kemari. Bagaimana apa kau baik-baik saja?," Yuna melepaskan pelukan nya sambil memperhatikan tubuh Kevin.
"Kau tidak perlu seheboh itu. Aku baik-baik saja," Balas Kevin sambil meminta Yuna agak sedikit menjauh dari nya. Yuna pun menarik kursibdan kemudian duduk di samping Kevin.
Setelah kematian bos mafia dulu nya, Yuna pun akhirnya ikut ibu nya ke Meksiko dan tinggal di sana. Namun karena mendengar Kevin terluka membuat Yuna terbang ke Indonesia untuk melihat Kevin.
"Kau juga sudah tidak pernah membala pesan ku. Bahkan kau juga sudah tidak pernah menjawab telepon dari ku," Yuna menatap kesal Kevin.
Di saat Yuna masih sibuk berbicara dengan Kevin, tiba-tiba Hana masuk kembali keruangan karena handpone nya yang kebetulan ketinggalan di atas meja. Namun saat masuk, Hana malah mendapati ada wanita di dalam.
Kedua orang tersebut melihat ke arah Hana. Hana pun ikut memandangi dua orang tersebut dengan kebingungan dan banyak pertanyaan di kepala nya.
"Dia dokter yang menjaga mu?," Tanya Yuna saat melihat Hana yang memakai baju putih dokter.
"Maaf mengganggu. Handpone saya ketinggalan," Hana berjalan mendekat ke arah Kevin sambil menatap suami nya.
"Ooh. Ini milik mu?," Tanya Yuna yang meraih handpone Hana di atas meja dan mengulurkan pada Hana.
"Iya. Terima kasih." Hana mengambil handpone nya dan kemudian kembali keluar ruangan.
"Hana, kemari dulu," Panggil Kevin saat Hana masih memegang ganggang pintu untuk keluar. Hana mengalihkan pandangan nya ke arah Kevin lagi.
"Tolong bawa piring kotor keluar. Akan mengundang lalat jika di biarkan di sini," Titah Kevin pada istrinya.
"Dia dokter di sini. Kau sembarangan meminta nya untuk mengambil piring kotor. Maaf, teman ku tidak mengerti tata rumah sakit. Aku akan membersihkan nya. Sekali lagi maaf dokter," Yuna merasa sangat malu. Yuna masih belum tau jika Hana itu istri Kevin.
"Baik. Tolong piring nya di cuci. Pacar atau suami mu ini agak sedikit mengganggu di rumah sakit." Ucap Hana sambil memaksa senyum dan kemudian benar-benar keluar dari ruangan.
"Dokter itu saja tau jika kita cocok menjadi pasangan." Yuna berkata sambil tersenyum ke arah Kevin. Kevin yang mendengar pun hanya terdiam dengan mata yang masih melihat ke arah pintu.
Seharian itu, Hana benar-benar tidak kembali melihat Keadaan Kevin karena Yuna lah yang menemani Kevin. Berulang kali Kevin melihat-lihat pintu, namun ia tidak juga melihat tanda-tanda kedatangan Hana