Bad Husband

Bad Husband
Ingin Memulai



Ingin Memulai


Kevin kembali pulang kerumah nya setelah Hana mengusir nya. Mengingat keadaan Hana saat ini, membuat Kevin terpaksa harus mengalah dan menjadi sedikit bersabar.


Di rumah, kini Kevin di temani oleh Elber. Kedua nya saat ini sedang duduk di balkon. Kevin meminta Elber memberi solusi untuk diri nya.


"Aku harus bagaimana Eleber?," Tanya Kevin dengan pandangan yang mengarah ke depan melihat ke ranting pohon.


"Tuan, kenapa kau terlihat sekalut ini?. Bukan kah kau berkata Hana hanya sebagai permainan saja?," Tanya Elber menanyakan dengan pasti. Elber masih tidak terlalu mengerti dengan perasaan tuan nya itu yang sebenar nya.


"Dulu aku memang menjadikan Hana sebagai wanita yang ingin aku permainkan saja. Aku marah pada nya karena ia pernah menipu ku di masa lalu," Jelas Kevin sembari menghisap sebatang rokok yang terselip di tangan kanan nya.


"Lalu, sekarang?," Tanya Elber penasaran.


"Namun, sekuat apa aku ingin membenci nya dan menyakiti nya, aku malah semakin mencintai nya," Kevin menghembuskan asap dari mulut nya dengan tenang. Pun Elber, yang mendengar pun hanya tersenyum beberapa saat.


"Tuan mencintai istri tuan?," Tanya Elber lagi.


"Di masa lalu, aku mencintai nya. Tapi dia menipu ku karena uang. Aku tidak marah jika masalah uang. Tapi yang membuat aku marah ialah cara dia mengambil sejumlah uang dari ku dengan menipu ku. Di saat itu aku sedang terpuruk, tidak punya siapa-siapa dan hanya punya dia seorang. Aku tulus mencintai nya, namun dia malah menipu ku," Jelas Kevin dengan senyum yang terlihat seolah terpaksakan. Terlihat jelas kekecewaan yang cukup dalam di kedua mata nya.


"Tuan, jika tuan mencintai nya sebaik nya jangan pikirkan rasa sakit yang di berikan oleh nya. Tuan cukup mengenang bahagia nya saja jika tuan tidak ingin kehilangan nya. Namun tuan juga bisa mengingat rasa sakit yang di berikan jika tuan ingin melepaskan nya," Tutur Elber. Elber mencoba menjadi sahabat untuk Kevin.


"Kau benar Elbert. Aku tidak bisa menyakiti nya lagi. Aku sudah berniat ingin memulai awal baru dengan nya. Karena sejak ada nya Hana di rumah, membuat aku merasa memiliki keluarga. Merasa di perhatikan, walau terkadang dia sangat marah pada ku, namun dia tetap memperdulikan aku," Ucap Kevin.


"Jika begitu, tuan harus mempertahan kan istri tuan," Elber menepuk bahu Kevin memberi semangat untuk tuan nya itu.


"Situasi sekarang cukup berat. Hana tidak mempercayai ku. Dia mengira aku lah yang membunuh paman nya," Kevin menghela nafas berat nya sembari mematikan rokok nya di dalam asbak.


"Seperti nya Arlon memang sengaja merencanakan ini tuan. Dia ingin memecah belah rumah tangga tuan," Tebak Elbert.


"Iya. Saya juga berpikir begitu," Ucap Kevin.


"Jadi apa rencana kita untuk membalas nya tuan?," Tanya Elbert.


"Kita balas di bagian bisnis. Aku akan menghancurkan bisnis nya," Kevin tersenyum miring dengan dingin.


"Baik tuan," Elbert mengiyakan.


* * * * *


Di malam hari nya, Kevin kembali mendatangi Hana di kediaman rumah paman nya itu. Hana tetap mengusir Kevin dari sana namun Kevin tetap berada di sana.


"Pergi dari sini!," Usir Hana.


"Hana, kau harus percaya pada ku. Aku tidak membunuh paman mu. Aku berani bersumpah," Ucap Kevin yang masih tetap berusaha menyakin kan istri nya itu.


"Aku tidak akan mempercayai lelaki jahat seperti diri mu. Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri kau memegang pistol di tangan mu," Hana mendofinh dada bidang suami nya meminta Kevin untuk keluar dari rumah.


"Aku di jebak. Itu semua ulah Arlon. Dia sengaja ingin menghancurkan rumah tangga kita," Jelas Kevin.


"Aku tidak percaya pada mu. Kau memang seorang pembunuh!. Aku benci!," Teriak Hana.


"Hana! sudah cukup. Kau tidak perlu berteriak!. Masuk lah ke dalam dan istirahat!," Tegas Kevin.


"Sejak kapan kau peduli pada ku hah?, bukan kah kau bahkan lebih suka aku mati dari pada hidup?," Hana berkata dengan kedua mata yang sudah memerah. Kevin akhirnya terdiam sembari berjalan ke arah sebuah kursi untuk duduk.


"Terserah kau ingin memakai dan mengatasi ku bagaimana. Tapi aku hanya ingin memperingatkan pada mu untuk tidak keluar sendirian dari rumah. Sangat berbahaya kau keluar rumah untuk saat ini. Sebab Arlon kemungkinan mengincar mu," Ucap Kevin.


"Aku tidak peduli dengan omong kosong mu itu!." Balas Hana sembari berjalan masuk ke dalam kamar dan meninggal kan Kevin yang diluar. Kevin pun hanya terdiam membiarkan Hana masuk ke dalam kamar begitu saja sementara diri nya tetap berada di ruang tamu berukuran kecil.


Semalaman, Kevin Hana berada di ruang tamu itu sendirian sembari sesekali melihat keluar rumah untuk sekedar berjaga-jaga keadaan di sekitar sana.


Hana tidak menghiraukan suami nya semalaman. Hana masih berpikir jika suami nya benar-benar seorang pembunuh yang telah membunuh paman nya.


Di dalam kamar, Hana tidur bersama Alisa di sebelah nya. Walaupun ia mengantuk, Hana memilih untuk menahan rasa kantuk nya lantaran ia takut jika suami nya menyakiti atau bahkan berpikir Kevin mungkin saja ingin membunuh nya dan Alisa malam ini. Hal itu lah yang membuat Hana menahan rasa kantuk nya.


Sementara di luar, Kevin duduk sembari menyandarkan kepala nya di kepala kursi. Kevin menikmati malam sendirian malam itu tanpa ada nya selimut atau pun bantal. Hana membiarkan suaminya tidur dalam kedinginan di luar. Namun Kevin tidak menghiraukan perlakuan dingin sitrinya kali ini sebab Kevin paham bagaimana situasi saat ini.


"Arlon, aku akan membalas semua perbuatan mu," Ucap Kevin di dalam hati nya. Kevin berkata sembari mengepal kan kedua tangan nya. Mengingat Arlon membuat Kevin sangat marah. Tak sabar rasanya ia ingin membalas segala perbuatan Arlon termasuk perbuatan yang kali ini.


Sejak dulu, musuk berbahaya Kevin ialah Arlon. Begitu pun Arlon, musuh berbahaya nya ialah Kevin. Namun ketahui lah, sejak dulu, Arlon lah yang selalu ingin mencelakai Kevin. Kevin juga tidak mengerti mengapa Arlon bisa sejahat itu dan sekejam itu melebihi diri nya.


Setelah beberapa lama duduk, merasa situasi juga aman. Kevin pun memutuskan untuk tidur beberapa menit atau jam menunggu datang nya pagi. Kevin berbaring di kursi yang sedikit panjang dan tidur di sana tanpa selimut dan bantal. Sesekali Kevin memandangi pintu kamar yang tertutup untuk memastikan Hana masih ada di dalam. Setelah merasa cukup aman, Kevin pun akhirnya mulai memejamkan kedua mata nya untuk tidur malam itu.