Bad Husband

Bad Husband
Tatapan



Tatapan


Sore hari, cuaca mendung namun langit tetap terlihat cerah. Hari ini Hana membawa Alisa bermain di sekitar perkarangan rumah dintemani oleh satu orang pengawal yang tidak lain ialah Elber. Hana dan Alisa sedang duduk bersantai di atas rerumputan dengan di lapisi sebuah kain yang sengaja di bentang kan oleh Hana untuk duduk. Hana membawa kan banyak makanan dan buah-buahan layak nya piknik. Ia menikmati sore hari sembari memakan makanan ringan dan juga buah-buahan. Tidak lupa Hana juga mengajak Elber untuk ikut duduk dan makan makanan bersama nya.


"Bibi, paman ini siapa lagi?," Tanya Alisa dengan melihat ke arah Elber.


"Ini paman Elber. Paman Elber akan menjaga Alisa dan bibi saat di luar rumah," Jelas Hana.


"Berarti paman Elber seperti super Hero yang menjaga keselamatan orang lain ya bibi?," Tanya Alisa. Hana mengiyakan dengan tertawa. Begitu pun Elber yang juga ikut tertawa mendengar nya.


"Benar, paman super Hero hebat," Ucap Elber sembari memperlihatkan kedua otot-otot tangan nya pada Alisa.


"Wah. Berarti Alisa adalah seorang putri yang sedang di lindungi oleh super Hero kan paman?," Tanya Alisa serius. Hana kembali tertawa mendengar keponakan nya tersebut.


"Hahahaha. Iya. Alisa seorang putri." Hana mengelus kepala Alisa. Keponakan nya tersebut memang sangat menggemas kan.


"Iya Alisa," Balas Elber sembari mencubit pipi Alisa dengan lembut.


Ketiga orang tersebut terlihat begitu bahagia menikmati suasana sore hari itu. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari dalam rumah. Seseorang tersebut tidak lain ialah Kevin. Kevin menatap ketiga orang tersebut dengan ketidaksukaan. Ia tidak suka melihat Elbert begitu akrab dengan Hana.


"Dia ku suruh menjaga dan mengawal bukan malah ikut duduk bersama. Orang-orang berpikir jika itu bukan pengawal melainkan pasangan ."Kevin berdiri di depan kaca dengan pandangan yang masih melihat ke arah luar. Setelah beberapa lama menatap, dan ketiga orang tersebut masih duduk dan terlihat begitu dekat, membuat Kevin semakin geram. Ia kemudian mengambil smartphone nya dan menelpon Eleber yang berada di luar.


"Elber!," Panggil Kevin setelah Elbert menerima telpon dari bos nya.


"Iya tuan, ada apa?," Tanya Elbert.


"Kau aku suruh menjaga dan mengawasi Hana dan Alisa. Bukan aku suruh kau ikut duduk di sana!," Tegas Kevin. Elbert yang mendengar pun dengan cepat berdiri dari duduk nya sembari melihat-lihat kearah rumah.


"Maaf tuan," Balas Elbert sembari melihat-lihat di mana tuan nya berada.


Di saat Elbert berdiri dan terlihat panik, Hana pun melihat ke arah Elbert dengan kebingungan. Ia tidak mengerti mengapa tingkah Elbert yang tadi nya sangat santai tiba-tiba berubah panik begini.


"Ada apa, Elbert?," Tanya Hana dengan satu alis yang terangkat ke atas.


"Tidak apa-apa, nona," Balas Elbert. Balasan Elbert terdengar di telinga Kevin. Lelaki dingin tersebut masih belum mematikan panggilan nya.


"Jika tidak apa-apa, kenapa kau malah berdiri. Kembali lah duduk," Titah Hana. Ia tidak tega membiarkan Elbert berdiri berjam-jam sementara ia duduk santai.


"Tidak nona. Saya berdiri saja. Tuan tidak mengizinkan saya untuk duduk," Jelas Elbert.


Hana membiarkan Elbert berdiri dan sementara ia dan Alisa tetap dalam posisi duduk. Ketiga nya tetap terlihat begitu akrab. Hana mengajak Elbert bercerita banyak hal mengenai suami nya Kevin. Ketiga nya menikmati senja di sore hari. Setelah hari mulai gelap, ketiga nya pun akhirnya kembali masuk ke dalam rumah.


* * * *


Di malam hari nya, seperti sebelum nya. Hana tidur bersama Alisa karena keponakan nya tersebut tidak mau tidur sendiri. Alisa selalu ingin di temani oleh Hana saat tidur. Melihat hal itu, Kevin pun tidak kalah dari Alisa. Sama hal nya seperti malam sebelum nya, ia juga ikut tidur di kamar yang sama bersama Alisa dan Hana.


"Paman, kenapa paman selalu tidur bersama kami di sini?, bukan kah kamar paman lebih bagus dari pada kamar ini?," Tanya Alisa yang sedang duduk melihat ke arah Kevin yang juga sedang berbaring.


"Karena paman harus ikut di mana bibi mu tidur." Balas Kevin dengan santai.


"Kenapa?, itu bibi milik Alisa saja paman. Bukan milik paman!," Alisa memangku kedua tangan nya dengan kesal. Alisa mengira jika Kevin ingin merebut bibi nya dari diri nya.


"Milik mu?, milik ku juga!," Balas Kevin yang juga tak mau kalah. Entah sejak kapan seorang Kevin menjadi kekanakan begini.


Di saat Kevin masih mengajak Alisa berdebat memperebutkan Hana, namun di saat mendengar langkah Hana yang mendekati kamar, Kevin pun memilih untuk diam dan tidak membalas perkataan Alisa lagi.


"Pokok nya bibi Hana hanya milik Alisa saja bukan paman!." Tegas Alisa.


"Alisa, ada apa ribut-ribut sayang?," Tanya Hana sembari berjalan menuju tempat tidur dan naik di atas nya. Alisa memposisikan tubuh nya berbaring di sisi Alisa.


"Bibi, Alisa tidak mau tidur ada paman jelek ini di sini. Usir paman ini bibi!," Kesal Alisa dengan telunjuk yang menunjuk wajah Kevin. Melihat hal itu membuat Hana menjadi panik.


"Tidak boleh begitu, paman juga ingin tidur sayang," Bujuk Hana berusaha menenangkan keponakan nya. Hana takut jika Kevin marah terhadap Alisa.


"Tidak mau!, Alisa hanya ingin tidur bersama bibi Hana saja. Alisa tidak mau tidur bersama paman ini!," Sungut Alisa dengan melirik ke arah Kevin. Pun Kevin, hanya terdiam begitu saja seolah tidak memperdulikan.


"Jangan begitu sayang. Ini kamar milik paman, Alisa tidak boleh mengusir paman," Ucap Hana.


"Jika begitu, Alisa tidak mau tidur di tengah. Alisa ingin tidur di tepian saja dan bibi tidur di tengah. Alisa tidak mau melihat paman jelek ini!," Kesalah Alisa. Hana yang mendengar pun terdiam beberapa saat sembari melihat ke arah Kevin.


"Bibi!, kenapa diam?, apa bibi tidak dengar jika Alisa tidak ingin tidur dintengah!," Ucap Alisa.


"Baiklah. Alisa tidur di pinggir saja. Biarkan bibi yang tidur di tengah," Hana mengatur posisi Alisa dan juga kemudian berpindah ke tempat Alisa sebelum nya.


"Bibi tidur melihat ke arah Alisa saja. Jangan melihat ke paman di belakang yang bibi," Ingat Alisa. Hana mengangguk mengiyakan.


"Sini sayang, Alisa ingin tidur di peluk oleh bibi kan," Hana memeluk tubuh Alisa dan kemudian mencium kepala nya. Hana tidur dengan posisi membelakangi Kevin.