
Banyak Tanya
Di sebuah ruangan, seorang lelaki tengah duduk sembari memutar-mutarkan kursi yang sedang ia duduki. Lelaki tersebut ialah Arlon. Saat ini Arlon kembali meminta bawahan nya tersebut untuk menghadapnya. Beberapa bawahan telah berbaris menghadap tuan nya.
"Jangan memberi ku jawaban tidak ada kali ini. Kata kan apa yang kalian temukan selama beberapa hari ini?," Arlon duduk dengan memegang pistol yang ia putar di tangan kanan nya. Arlon menatap ke arah anak buah nya tersebut dengan pandangan yang sangat santai namun terasa cukup mengerikan untuk yang melihatnya.
"Ka..ka..ka..kami menemukan sesuatu mengenai Arlon tuan," Seseorang di salah satu barisan memberanikan diri berbicara dengan tuan nya.
"Arlon sudah menikah dengan seorang gadis bernama Hana. Dia terlihat sangat peduli dengan gadis itu tuan. Kami melihat sendiri bagaimana Kevin memperlakukan nya," Jelas nya pada tuan nya.
Mendengar hal ini membuat Arlon tersenyum. Arlon meletakan pistol nya ke dalam laci meja. Ia kemudian berdiri dan melangkah lebih dekat dengan bawahan nya.
"Apa lagi selain itu?," Tanya Arlon dengan memegang bahu bawahan nya tersebut.
"Gadis itu memiliki seorang paman bernama Ardi. Paman nya seorang pecandu judi. Karena paman nya itu lah penyebab Hana bertemu dengan Kevin. Mereka bertemu karena paman Ardi berhutang pada Kevin namun tidak sanggup untuk melunasi nya dengan uang hingga ia menukarkan hutang-hutang nya dengan Hana," Jelas nya dengan tegap menghadap tuan nya.
"Menarik sekali," Arlon memegang dagunya sembari memikirkan sesuatu dengan cerita yang di jelaskan oleh anak buah nya itu.
"Apa ada hal lain lagi?," Tanya Arlon.
"Tidak tuan. Kami hanya tau informasi hanya sebatas itu untuk saat ini," Jawab anak buah nya dengan pandangan kembali menunduk untuk menghormati tuan nya yang sedang berdiri di depan.
"Cari tau lagi. Cari tau semua nya mengenai Kevin dan istrinya yang lebih dekat lagi," Perintah Arlon.
"Baik tuan" Balas anak buah nya serentak.
Semua keluar dari ruangan tuan nya dan kembali mema-matai Kevin dan Hana untuk mencari informasi.
Sementara Arlon, setelah kepergian anak buah nya, Arlon kembali duduk di atas kursi dengan senyum miring nya.
"Hahahaha.....Kevin Kevin. Tunggu sebentar lagi akan menjadi akhir kehancuran mu." Arlon mengepal keras kedua tangan nya dengan penuh amarah dan kebencian yang begitu besar terhadap Kevin.
* * * * *
Sementara tempat lain. Hana baru saja pulang dari rumah sakit bersama Alisa. Alisa terlihat sangat senang karena diri nya bisa keluar dari rumah sakit. Hana membawa Alisa masuk bersama nya.
Mereka masuk dan berjalan melewati ruang tamu untuk ke kamar. Namun saat di ruang tamu, Hana bertemu kedua mertua nya yang kebetulan sedang duduk bersantai di sana. Kedua mertua nya memandangi Hana dan Alisa dengan kebingungan. Melihat raut kebingungan pada kedua mertua nya, membuat Hana akhirnya berjalan menghampiri mereka sembari membawa Alisa juga.
"Ma, pa," Sapa Hana dengan ragu. Hana ragu jik kedua mertua nya menyukai kedatangan Alisa di rumah itu.
"Ini siapa?," Tanya papa Prislo sembari melihat ke arah menantu nya.
"Anak mu Hana?," Begitu lah pertanyaan yang keluar dari ibi mertua nya. Papa Prislo yang mendengar pertanyaan mama Gaty pun ikut terkejut apa lagi Hana.
"Bukan!." Tegas Alisa yang menatap mama Gaty.
"Alisa, Alisa ke atas dulaun ya. Nanti bibi menyusul," Pinta Hana dan di iyakan oleh Alisa.
"Hana, anak kecil itu anak siapa?," Tanya papa Prislo.
"Ummm. Itu Alisa keponakan Hana ma, pa," Jawab Hana dengan penuh takut. Hana takut jika kedua mertua nya itu marah karenaembawa Alisa kerumah itu.
"Keponakan mu?," Tanya mama Gaty yang masih meragukan Hana.
"Iya ma. Alisa akan tinggal bersama Hana disini," Ucap Hana.
"Kemana orang tua nya?," Tanya papa Prislo.
"Ibunya sudah lama meninggal. Sementara papa nya, tidak bisa mengurusnya. Hana mohon izin pada papa dan mama agar membiarkan Alisa tinggal bersama Hana disini," Ucap Hana. Hana sangat takut jika kedua mertua nya itu memerahi nya dan tidak mengizinkan Alisa tinggal di rumah itu.
"Tidak masalah Hana. Selagi itu keluarga mu, siapa saja boleh tinggal di rumah ini. Lagi pula kau tidak perlu meminta izin pada kami, karena pemilik rumah ini suami mu sendiri," Balas papa Prislo dengan tersenyum ke arah Hana. Hana pun merasa lega mendengar jawaban dari ayah mertua nya.
"Terima kasih pa." Ucap Hana.
"Kami senang ada anak kecil di rumah ini Hana. Setidak nya rumah ini tidak sepi seperti kuburan," Tutur mama Gaty.
"Terima kasih banyak pa, ma. Kalian sangat baik," Hana menyalami dan mencium kedua tangan mertua nya dengan perasaan yang sangat lega.
"Naik lah keatas Hana. Kamu bisa di marahi Kevin jika terlalu lama berbicara dengan kami di sini." Mama Gaty melihat-lihat ke arah tangga. Ia takut jika Kevin melihat mereka.
Mendengar perkataan mama Gaty, membuat Hana memilih untuk naik ke kamar nya dan menemui suami nya itu.
Sesampai nya di dalam, Terlihat Kevin yang sedang duduk di tempat tidur dengan celana pendek dan tanpa memakai baju. Hal tersebut membuat otot-otot nya terekspos dengan sempurna. Hana sedikit terkagum melihat pemandangan yang memang menyejukkan kedua mata nya itu, namun ia dengan cepat tersadarkan.
"Apa kau melihat Alisa?," Tanya Hana sembari melihat-lihat di sekeliling kamar.
"Dia kusuruh masuk ke kamar nya sendiri." Balas Kevin.
"Oo," Hana membulatkan mulutnya.
"Apa seharian ini kau hanya dirumah saja?," Tanya Hana sembari berdiri di depan suami nya itu. Walaupun suami nya dingin danterkadNg sangat kasar, Hana tetap menghargai sosok lelaki itu.
"Hmmm." Balas Kevin dengan deheman.
"Lalu kenapa kau meminta Elber yang mengantar dan menjemput ku?, sedangkan kau hanya bersantai di rumah?," Tanya Hana.
"Kenapa kau menjadi orang yang banyak tanya begini. Mau bersantai atau tidak, dan menyuruh siapapun yang menjemput mu itu urusan ku. Aku yang mengurus semua nya, kenapa kau yang protes!" Gumam Kevin dengan menatap dingin Hana di depan nya. Hana pun terdiam dan melangkah agak sedikit menjauh dari suami nya itu. Hana membuka ikat rambut nya dan menggerai rambutnya.
"Maaf kalau aku banyak tanya." Ucap Hana sembari berjalan kearah meja kaca.
"Paman mu tadi menghubungi ku," Kevin melihat punggung Hana yang sedang berdiri di depan kaca. Hana tersentak mendengar nya.
"Paman bilang apa?," Tanya Hana sembari berjalan ke arah Kevin dan duduk di samping suami nya namun agak berjarak sedikit jauh.