
Dongeng
Setelah mengantar Alisa ke kamar, Hana kembali
ke dalam kamar dengan membawa kain basah untuk membersihkan coretan-coretan yang ada di tangan Kevin. Hana dengan sangat hati-hati duduk di samping Kevin dan menghapus karya keponakan nya yang tercetak di lengan suami nya secara perlahan dan pelan agar tidak membangunkan Kevin. Namun, baru beberapa kali menempelkan kain basah di tangan suami nya, malah membuat Kevin terbangun dan reflek memegang tangan Hana yang menyentuh kulit nya.
"Apa yang kau lakukan?," Tanya Kevin dengan menahan pergelangan tangan Hana sembari kedua mata yang menatap Hana dengan tatapan dingin.
"Ti..ti..ti..tidak. Aku hanya menghapus coretan yang di buat oleh Alisa saat kau tertidur tadi," Balas Hana dengan terbata-bata. Kevin yang mendengar pun kemudian mengalih kan pandangan nya ke kedua tangan nya yang telah terlihat berwarna-warni.
"Sudah ku bilang, jangan sampai keponakan mu itu menjadi seorang pengganggu di rumah ini!," Tegas Kevin sembari melepas kan cengkraman dan membiarkan Hana membersih kan kedua tangan nya.
"Maaf. Aku berjanji ini tidak akan terulang lagi," Ucap Hana, yang terus menghapus coretan-coretan di tangan suami nya tersebut.
Kevin terdiam hanya membiarkan Hana membersihkan kedua tangan nya dari spidol warna-warni hingga selesai dan bersih. Setelah bersih, Hana pun turun dari tempat tidur untuk membawa kain basah tersebut ke dalam kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi, Hana kembali masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Mengingat hari juga sebenar nya sudah malam, malah sudah cukup larut, Hana memilih untuk tidur. Namun baru ingin merebahkan tubuh nya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar dari luar. Hana pun kembali turun dan membuka pintu. Saat pintu terbuka, terlihat seorang gadis kecil berkulit putih, berhidung mancung yang sedang berdiri di depan dengan memegang boneka bebek di depan nya Gadis kecil tersebut tidak lain ialah Alisa. Hana pun berjongkok di depan Alisa. Adapun Kevin, hanya memperhatikan dari tempat tidur dua orang yang berada di pintu. Kevin memperhatikan bagaimana Hana memperlakukan Alisa.
"Alisa kenapa belum tidur sayang?," Tanya Hana dengan memegang tangan Alisa dengan lembut.
"Bibi, Alisa ingin tidur bersama bibi. Alisa tidak mau tidur sendiri," Rengek Alisa dengan mencibir kan bibir nya di depan Hana.
"Hmm, baik. Bibi akan tidur bersama Alisa. Sekarang ayo kembali ke kamar Alisa," Hana berdiri.
"Benar bibi. Yeayyyy," Alisa melompat kecil dengan hebohnya.
"Iya. Ayo. Alisa tunggu bibi di kamar ya," Titah Hana dan diiyakan oleh Alisa. Alisa kembali ke kamar dan menunggu Hana di dalam.
"Kevin, aku malam ini tidur bersama Alisa," Izin Hana namun tidak ada jawaban dari Kevin. Lelaki tersebut terlihat berbaring dengan kedua mata yang sudah terpejam. Hana tau jika suami nya tersebut sebenar nya belum tidur.
"Kevin, aku tau kau belum tidur," Ucap Hana dengan berdiri di ujung kaki suami nya.
"Terserah kau saja ingin tidur di mana. Selagi itu di rumah ini. Kau tidur di dalam tong sampah juga aku tidak masalah!." Balas Kevin dengan kedua mata yang masih terpejam.
"Tidak masalah. Aku akan tidur sendiri dengan tenang." Gumam Kevin sembari menarik selimut naik hingga ke dada nya.
* * * *
Sementara di tempat lain. Terlihat Hana dan Alisa yang sedang tidur dengan saling berpelukan. Hana mencerita kan dongeng seingat dan seada nya saja pada keponakan nya agar Alisa bisa tidur dengan cepat. Alisa juga terlihat terdiam mendengar bibi nya menceritakan dongeng pada nya.
"Di sebuah hutan, hiduplah seekor buaya betina yang baik hati. Buaya tersebut berteman baik dengan kancil dan juga binatang lain nya seperti monyet dan juga kerbau. Setiap hari, buaya selalu mengajak kancil, kerbau dan monyet berenang bersama di sungai. Buaya dan teman-teman nya kancil hidup bahagia bersama. Namun suatu ketika, keluarga buaya datang dari sungai lain untuk menjenguk buaya betina. Melihat kancil dan kerbau sedang berenang di dalam sungai, keluarga buaya betina tersebut menggigit kaki kerbau hingga membuat kerbau terkejut dan kesakitan. Melihat hal itu, buaya betina dengan cepat meminta keluarga nya untuk melepaskan kerbau dan tidak menyakiti nya,"
"Apa kata buaya betina pada keluarga nya, bibi?," Tanya Alisa.
"Tolong lepaskan teman ku! mereka itu teman-teman ku. Jangan menyakiti mereka!, Teriak buaya dan akhir nya di lepaskan oleh keluarga buaya tersebut. Si kerbau pun akhir nya dengan cepat naik ke atas di bantu oleh kancil dan juga monyet," Lanjut Hana.
"Kau terluka parah kerbau," Kancil memperhatikan luka di kaki kerbau yang terluka cukup dalam akibat gigitan buaya. Si kerbau juga mengaduh kesakitan." Saat bercerita, Hana juga memperhatikan Alisa yang ternyata telah tertidur. Melihat Alisa yang tertidur, Hana pun menyelimuti keponakan nya dan memeluk nya.
Sebelum tidur, Hana mematikan lampu terlebih dahulu agar tidur Alisa lebih terlelap. Suatu kebahagiaan sebenar nya bagi Hana bisa bersama keponakan kecil nya Alisa begini. Hana berulang kali mencium pipi Alisa dan kemudian memeluk nya. Namun di saat Hana mulai memejam kan kedua mata nya, tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar yang membuat Hana kembali bangun dan membuka pintu.
"Siapa lagi." Hana membuka pintu dengan lesu. Saat pintu terbuka, terlihat seorang lelaki berdiri di depan nya. Lelaki tersebut tidak lain ialah Kevin.
"Ada apa?, apa kau butuh sesuatu?," Tanya Hana dengan suara pelan karena tidak mau membangunkan Alisa yang sedang tertidur.
"Aku ingin tidur di kamar ini. Aku baru teringat jika ini kamar nenek ku dulu. Jadi aku ingin tidur di dalam kamar ini saja malam ini." Kevin berjalan masuk dan naik ke tempat tidur. Hana kebingungan dengan lelaki yang bersama nya tersebut.
"Apa yang kau lihat?," Tanya Kevin sembari berbaring di sisi Alisa.
"Tidak ada. Apa tidak masalah Alisa tidur di tempat yang sama dengan mu?," Tanya Hana ragu. Tidak mungkin juga Hana harus memindahkan Alisa yang telah terlelap di atas sana.
"Tidak masalah. Tempat tidur ini juga cukup luas." Balas Kevin.
"Syukurlah." Hana mengatup pintu kamar dan berjalan naik ke atas tempat tidur. Hana membaringkan tubuh nya di sisi Alisa. Jadilah Alisa berada di tengah sebagai pembatas di antara Hana dan Kevin.
Di saat bersamaan, suasana kamar menjadi sunyi. Hana membaringkan tubuh nya dengan kedua mata yang masih terbuka. Sesekali ia melihat ke arah Alisa.