Bad Husband

Bad Husband
Kau Pembunuh



Kau Pembunuh


Setelah menghubungi Kevin, kini Arnol mengirim pesan melalui handpone Ardi meminta Hana untuk ke gedung malam ini karena ada rahasia yang ingin ia bicarakan malam ini. Membaca pesan itu, membuat Hana bersiap dan buru-buru untuk berangkat. Sebelum berangkat, Hana sempat menitipkan Alisa pada bi Ijah sebentar.


Karena Kevin juga sedang tidak di rumah, Hana terpaksa meminta Zero untuk menjemput dan menemani nya ke gedung yang di katakan oleh Ardi. Tidak butuh waktu lama, Zero pun sampai di depan halaman, Hana masuk ke dalam mobil dan Zero pun mulai mengemudi.


"Kenapa paman mu ingin bertemu di gedung itu?," Tanya Zero sambil fokus menyetir dan sesekali ia melihat ke Hana yang duduk di sebelahnya.


"Aku juga tidak tau. Tapi paman berkata ia ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting, pasti ada masalah lagi dengan hutang nya. Pasti paman sedang di kejar oleh preman atau lainnya," Terka Hana.


"Sampai kapan kau akan terus menolong paman mu yang jahat itu?, dia bahkan sering menyakiti mu," Ucap Zero. Zero memang mengetahui semua tentang kisah hidup Hana.


"Biar bagaimana pun, ia tetap paman ku. Aku tidak bisa membiarkan nya begitu saja," Balas Hana. Zero yang mendengar pun hanya terdiam.


Butuh waktu sekitar satu jam lama nya, Hana dan Zero pun sampai di depan gedung. Hana dan Zero berdiri memperhatikan bagian luar gedung yang terlihat sangat gelap tanpa ada penerangan sedikit pun. Namun di lihat dari kaca, terlihat jika di dalam begitu terang.


"Firasat ku tidak baik." Gumam Hana dengan menarik nafas nya dan menghembuskan nya secara perlahan.


"Tidak apa-apa. Aku akan menemani mu masuk Hana." Zero memegang bahu Hana dan mulai berjalan masuk.


Saat pintu terbuka, terlihat di dalam sana tidak menemukan siapapun di sana. Zero berjalan bersama Hana dengan hati-hati melangkah menaiki tangga untuk mencari paman Hana di lantai atas. Bagian gedung memiliki empat lantai, namun gedung tersebut cukup puas dan terbilang cukup terurus.


Hana bersama Zero menyusuri lantai dua gedung. Saat sampai di lantai dua, tiba-tiba terdengar suara tembakan di Sertai teriakan yang begitu keras dari ujung salah satu ruangan. Mendengar hal itu, membuat Hana dan Zero buru-buru berlari ke arah ruangan tersebut. Zero membuka pintu dan terlihat banyak darah yang mengotori lantai. Di paling sudut lantai, terlihat seorang lelaki yang sedang memegang pistol. Lelaki tersebut tidak lain ialah Kevin. Kevin terdiam dengan satu tangan yang berlumuran darah.


"Ke..Kevin," Hana berjalan perlahan mendekati lelaki tersebut. Begitu pun Zero yang berjalan dengan penuh hati-hati. Kevin membalikan tubuh nya melihat ke arah Hana.


"Hana, apa yang kau lakukan di sini?," Tanya Kevin dengan panik. Kevin memperhatikan sekeliling nya dengan kewaspadaan.


"Ini lelaki yang sering mengantar mu bukan?," Tanya Zero namun Hana tidak menjawab pertanyaan Zero. Hana berjalan mendekati suami nya sembari memperhatikan darah yang melekat pada tangan suami nya.


"Paman! Paman!. Apa yang kau lakukan dengan paman?," Teriak Hana sambil berlari ke ujung sudut ruangan. Terlihat di sana Ardi yang sudah berlumuran darah di samping meja. Pun Zero juga ikut berlari ke arah Hana.


"Aku tidak akan pergi dari sini!. Kenapa kau membunuh paman ku!," Teriak Hana dengan kedua mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Hana menatap Kevin dengan penuh kemarahan.


Zero mencoba memeriksa denyut nadi Ardi, namun sudah tidak berdenyut. Begitupun dengan detak jantung yang juga sudah berhenti. Dapat di pastikan jika Ardi paman Hana telah meninggal. Zero menggelang mengatakan pada Hana bahwa paman nya sudah tidak bernyawa. Hana menangis dengan terisak sembari menggoyang-goyangkan tubuh paman nya.


* * * *


Paman Hana di bawa kerumah sakit malam itu dan setelah itu di bawa kerumah tempat tinggal paman nya semasa hidup untuk di makam kan. Beberapa hari setelah paman nya di makam kan, Hana pun membawa Alisa untuk tinggal di rumah paman nya itu. Karena Hana tidak kunjung pulang beberapa hari, membuat Kevin akhirnya memutuskan untuk menjemput Hana di kediaman paman nya itu. Namun saat sampai di sana, Hana mengusir Kevin.


"Pergi kau dari sini!, apa masih belum puas kau membunuh hah!. Jika belum puas, kau bunuh saja aku!," Ucap Hana dengan kedua mata yang sudah mulai berkaca-kaca. Ada pun Alisa hanya terdiam ketakutan sembari memeluk bibi nya.


"Dengarkan aku Hana, aku tidak membunuh paman mu. Saat sampai di sana, paman mu sudah begitu," Ucap Kevin yang mencoba menjelaskan pada istri nya tersebut.


"Jika kau tidak membunuh nya, kenapa malam itu kau bisa berada di sana hah?," Tanya Hana dengan penuh penekanan. Mendengar pertanyaan Hana, membuat Kevin akhirnya terdiam. Melihat bagaimana Hana yang menganggap nya sebagai pembunuh, membuat Kevin tidak bisa menjelaskan apapun.


"Kenapa kau diam?, apa kau sudah kehilangan alasan?," Tanya Hana dengan menatap lelaki di hadapan nya dengan penuh kemarahan dan penuh dengan kebencian.


"Jangan berani meneriaki ku. Kau kira kau siapa?," Kevin membalas tatapan tajam Hana. Ia merasa sedikit kesal dengan istri nya tersebut yang tidak mempercayai nya.


"Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya seorang wanita yang terpaksa menikah dengan mu dan wanita yang hanya menjadi teman tidur mu. Tapi kau membunuh paman ku walaupun aku sudah menuruti semua perintah gila mu!," Teriak Hana dengan keras. Tidak terasa air mata Hana mengalir membasahi kedua pipi nya.


"Alisa, sayang. Bibi sedang bicara dengan orang ini, jadi tolong Alisa masuk ke dalam kamar dulu." Titah Hana pada Alisa. Alisa yang mendengar pun mengiyakan dan berlari masuk ke dalam kamar.


"Aku kemari bukan mengajak mu untuk ribut. Aku kemari untuk menjemput mu pulang," Ucap Kevin dengan menghela nafas nya mencoba untuk bersabar dengan makian dan teriakan yang keluar dari mulut istrinya itu.


"Pulang?, pulang kemana yang kau maksud? pulang kerumah mu?, tidak. Aku dan Alisa akan tetap tinggal di sini. Kamu tidak akan kemana-mana!," Tegas Hana sembari menepis air mata nya yang masih membanjiri kedua pipi nya.


"Hana, pulang lah. Berbahaya jika hanya kau dan Alisa saja di sini. Tidak ada yang menjaga kalian," Jelas Kevin.


"Bahaya?, justru aku dan Alisa bahaya ketika berada di dekat orang jahat seperti dirimu!," Balas Hana. Hana tidak peduli lagi dengan lelaki di hadapan nya ini.