
Cari Perhatian
Pagi kembali menyapa. Cahaya mentari sudah mulai menampakan sinar nya. Pagi ini, Kevin sudah lebih dulu terbangun dari biasa nya. Karena hari ini ia akan kembali pulang ke rumah nya.
Menunggu Hana datang, Kevin sudah bersiap dan telah mengganti pakaian nya di bantu oleh Elbert. Kevin meminta Elbert ke rumah sakit subuh-subuh hanya untuk membantu nya untuk bersiap keluar dari rumah sakit. Elbert juga sudah menyelesaikan administrasi dan surat-surat rumah sakit untuk kepulangan tuan nya.
"Tuan, Aku tadi melihat nona Hana," Ucap Elbert sambil mendudukkan tubuh nya di atas kursi.
"Hana berkerja di rumah sakit, wajar saja jika kau akan melihat nya," Balas Kevin santai.
"Bukan begitu maksud saya tuan. Tadi saya melihat nona Hana berada di lobi rumah sakit bersama seorang lelaki," Jelas Elbert dengan serius.
"Apa maksud mu?," Kevin bertanya dengan serius.
"Nona Hana berada di lobi bersama seorang lelaki yang sesama dokter di rumah sakit ini. Mereka terlihat begitu dekat sekali tuan," Elbert berkata dengan pandangan yang melihat ke arah pintu untuk berjaga-jaga agar Hana tidak mendengar nya.
"Pasti Zero itu lagi," Kevin menatap tajam ke arah pintu.
"Ehm tuan, kau jangan langsung berpikir yang tidak-tidak. Mungkin saja mereka hanya berteman saja," Ucap Elbert menenangkan tuan nya. Setelah memberi tahu tuan nya, entah mengapa membuat Elbert merasa bersalah pada Hana.
"Seberapa dekat nya mereka tadi?," Tanya Kevin dengan wajah datar nya.
"Ku lihat nona Hana biasa saja, namun lelaki yang bersama nya terlihat menyukai nona Hana. Contoh nya lelaki itu selalu memandangi wajah Hana di saat Hana berbicara. Tatapan nya terlihat dalam sekali tuan," Jelas Elbert. Walau bagaimana pun, Elbert merasa sangat perlu memberitahu tuan nya atas hal ini.
"Hana sekarang di mana?, Panggil Hana dan minta ia untuk masuk sekarang," Perintah Kevin dengan dingin.
"Tapi tuan, nona Hana jam segini masih mengobati pasien nya," Jelas Elberth sambil memperhatikan jam tangan yang melingkar di tangan kiri nya.
"Tidak ada tapi. Suruh saja di kemari menemui ku," Titah Kevin, Elbert pun mengangguk mengiyakan.
Elbert ke keluar dari ruangan tuan nya dan pergi mencari Hana. Sangat kebetulan di lobi rumah sakit, Elbert bertemu dengan Alya. Melihat Alya, Elbert berjalan ke arah gadis tersebut dan menyapa nya.
"Ehmmm. Alya," Sapa Elbert sambil berjalan ke arah Alya dengan cool. Alya yang saat itu sedang berbincang dengan salah satu teman nya sesama perawat pun menoleh ke arah Elbert.
"Elbert, bukan nya tadi kau bilang ingin pulang?," Tanya Alya sambil melihat ke arah Elbert. Saat mengurus seluruh administrasi Kevin, Elbert memang sempat bertemu Alya dan mengatakan jika ia akan pulang pada Alya.
"Tidak jadi. Sebab tuan saya membantu tuan Kevin," Jelas Elbert.
"Tuan Kevin mu itu memang sangat menyusahkan. Baik itu dengan istri nya sendiri atau pun dengan orang lain," Gerutu Alya, Elbert yang mendengar pun hanya tersenyum saja.
"Apa kau melihat nona Hana?," Tanya Elbert.
"Kenapa kau mencari nya?," Tanya Alya penasaran.
"Tuan Kevin yang meminta ku memanggil istri nya. Aku pergi dulu mencari nona Hana," Pamit Elbert.
"Ooh. Dia di kantin. Cari saja dia di sana," Ucap Alya dan di iyakan oleh Elbert.
Elbert mencari Hana ke kantin dan setelah berhasil bertemu, Elbert pun meminta Hana untuk kembali masuk ke ruangan Kevin. Hana pun mengiyakan dan masuk ke ruangan suami nya.
Tidak butuh waktu lama, Hana telah sampai di dalam ruangan. Ia berjalan mendekati suami nya dan kemudian duduk di kursi di samping tempat tidur suami nya. Hana duduk sambil memperhatikan wajah dingin suami nya. Melihat hal itu membuat Hana menjadi bertanya-tanya ada apa dengan suami nya.
"Kata Elbert kau memanggil ku, ada apa?," Tanya Hana sambil memasukan kedua tangan nya ke dalam saku Jaz putih nya.
"Kenapa kau memakai riasan wajah saat di rumah sakit?," Tanya Kevin sambil melihat ke arah Hana. Hana yang mendengar pun terkejut dengan pertanyaan suami nya begitu.
"Apa maksud mu?, setia hari aku juga selalu memakai riasan tipis begini ke rumah sakit. Memang nya kenapa?," Tanya Hana sambil mengangkat satu alis ke atas kebingungan.
"Seharusnya kau tidak perlu memakai riasan. Kau ke rumah sakit hanya untuk berkerja saja bukan memikat lelaki," Tegas Kevin. Hana semakin kebingungan dengan maksud suami nya.
"Apa yang ingin kau katakan? aku memikat siapa?, kau ini sedang bermimpi atau masih tidak sadarkan diri?," Tanya Hana sambil menghela nafas nya. Hana masih tidak mengerti dengan maksud suami nya ini.
"Tidak ada. Cepat bawa aku keluar dari rumah sakit. Aku bosan berada di sini," Titah Kevin.
"Iya kita akan pulang sayang. Sabar lah. Aku meminta Elbert menyiap kan mobil dan setelah itu Elbert akan kembali untuk menjemput mu," Tutur Hana dengan sabar. Sementara Kevin yang mendengar pun hanya terdiam beberapa saat sambil memandangi wajah istrinya.
"Sa sa sayang?, kau memanggil ku apa?" Tanya Kevin.
"Sayang," Jawab Hana santai. Kevin yang mendengar pun berhasil tersenyum ke arah istri nya. Entah mengapa sangat senang rasa nya mendengar kalimat sayang yang keluar dari mulut istri nya.
"Kenapa?, tidak boleh memanggil mu sayang?," Tanya Hana.
"Kau banyak bertanya. Cepat di mana Elbert," Kevin berusaha mengalihkan pembicaraan karena ia tidak mau terlihat senang di depan istrinya saat ini. Karena sangat memalukan bagi Kevin jika istri nya tau jika ia sedang berbunga-bunga mendengar kata sayang dari Hana.
Selang beberapa menit saja, Elbert pun kembali ke ke ruangan tuan nya dan membantu tuan nya keluar dari rumah sakit. Elbert membawa barang-barang, sementara Hana membantu suami nya dengan cara membimbing lengan suami nya untuk berjalan turun dari rumah sakit menaiki lift.
"Perasaan tuan Kevin saat keluar diam-diam dari duamh sakit kemarin sehat-sehat saja. Bukan hanya bisa berjalan tapi juga bisa melompati jendela untuk keluar dari rumah sakit. Tapi sekarang ia seolah sangat sekarat di depan istri nya. Nona Hana masih saja percaya dengan kebohongan suami nya," Ucap Kevin di dalam hati nya sambil memperhatikan Tuan nya yang sedang berjalan di depan bersama Hana.
"Selain egois dan dingin, ternyata tuan Kevin juga suka mencari perhatian," Gumam Elbert pelan namun masih terdengar di telinga Kevin. Kevin memutar kepala nya kebelakang dan menatap tajam ke arah Elbert seolah ingin menembaki nya saat itu juga namun ia kembali berjalan bersama Hana.