Bad Husband

Bad Husband
Kevin Cemburu?



Kevin Cemburu


Satu Minggu berlalu, kini Alisa di antarkan kembali oleh Hana ke rumah sakit untuk pengobatan. Alisa akan kembali tinggal di rumah sakit untuk di obati. Saat ini Hana dan Alisa di antar oleh Kevin ke rumah sakit. Di perjalanan, Hana memperhatikan raut wajah Alisa yang terlihat murung dan sedih. Hana mengerti jika keponakan nya itu tidak mau kembali ke rumah sakit. Hana sebenarnya juga tidak tega, namun demi kesembuhan keponakan nya lah Hana tetap harus mengantarkan gadis kecil tersebut untuk kembali ke rumah sakit.


Tidak lama kemudian, mereka pun sampai tepat di depan rumah sakit. Alisa turun dengan wajah murung dan tidak bersemangat. Melihat Alisa, membuat Kevin ikut prihatin. Walau bagaimana pun Kevin tetap seorang manusia biasa yang memiliki perasaan sedih dan kasihan terhadap orang lain layak nya manusia normal lain nya. Saat Alisa turun bersama Hana, Kevin pun ikut turun menghampiri Alisa.


"Alisa, ini untuk mu," Kevin mengulurkan dua tangkai permen kepada Alisa. Alisa mengambil permen tersebut sembari melihat ke paman nya.


"Ini permen untuk ku, paman?," Tanya Alisa. Kevin pun mengangguk dengan kaku.


"Terima kasih paman," Ucap Alisa.


"Kau bisa tinggal di rumah paman setelah sembuh," Kevin berkata dengan wajah datar nya.


"Benarkah? yeeyyyy," Alisa terlihat senang mendengar nya. Begitu pun Hana yang ikut tersenyum.


"OOO iya paman. Aku ingin meminta bantuan sedikit pada paman," Tangan kecil Alisa meraih tangan Kevin sembari menggoyang-goyang kan dengan pelan.


"Bantuan apa?," Tanya Kevin.


"Paman tolong jaga bibi saat Alisa sedang di rumah sakit ya. Sejak dulu bibi sering menangis," Perkataan Alisa membuat Hana menjadi terdiam salah tingkah. Sementara Kevin, mendengar perkataan Alisa, membuat nya melihat ke Hana.


"Alisa, ayo. Alisa tidak boleh banyak bicara," Ingat Hana dengan menggenggam tangan keponakan nya untuk masuk kerumah sakit.


"Aku hari ini pulang sedikit telat, kau tidak perlu menjemput ku," Ucap Hana sembari melangkah masuk menuju rumah sakit. Pun Kevin hanya terdiam beberapa saat tanpa membalas perkataan Hana.


Setelah Hana dan Alisa tidak terlihat, ia pun kemudian kembali masuk ke dalam mobil dan mengemudi keluar dari parkiran rumah sakit. Di sepanjang perjalanan, Kevin terpikirkan oleh perkataan Alisa yang mengatakan jika sejak dulu Hana sering menangis. Entah mengapa perkataan tersebut menjadi mengganggu di pikiran nya. Kevin juga tidak mengerti mengapa.


"Kenapa aku malah terpikirkan dengan sesuatu yang tidak penting. Terserah dia saja mau menangis atau tidak. Tidak ada urusan nya dengan ku," Gumam Kevin sembari memperhatikan jalanan di depan nya. Kevin menyakin kan diri nya untuk tidak peduli namun pikiran nya semakin memperdulikan istrinya.


* * * *


Sementara di rumah sakit, setelah mengantarkan Alisa ke ruangan tempatnya di rawat. Hana kemudian masuk ke ruangan nya. Seperti hari biasa nya, saat sampai di sana, terlihat sudah ramai pasien yang menunggu kedatangan nya.


"Hana, kau baru sampai?," Tanya Zero yang berjalan menghampiri nya.


"Tidak juga. Aku sehabis mengantar Alisa, dan setelah itu baru lah aku bisa ke sini hehee," Kekeh Hana sembari masuk ke dalam ruangan nya.


"Syukurnya Alisa baik-baik saja," Jawab Hana dengan santai.


"Baguslah. Itu arti nya Alisa sudah terlihat tanda-tanda kesembuhan," Zero berdiri sembari memperhatikan Hana yang sedang bersiap-siap untuk menerima pasien untuk masuk.


"Iya, itu lah yang aku harapkan. Kesembuhan Alisa," Balas Hana.


"Hana, ada yang ingin aku beritahu pada mu," Ucap Zero sembari memasukan kedua tangan nya ke dalam jas putih.


"Apa?," Tanya Hana dengan mengalihkan pandangan nya melihat ke Zero.


"Pulang nanti, departemen kita mengadakan makan malam bersama. Apa kau ikut?," Tanya Zero.


"Tentu saja. Jarang sekali kita berkumpul," Balas Hana. Zero yang mendengar pun tersenyum.


"Oke. Kita pergi bersama saja," Ujar Zero dan diiyakan oleh Hana.


"Oke. Kembali lah keruangan mu. Lihat aku harus menerima pasien di luar," Hana mendorong dada bidang Zero untuk keluar dari ruangan nya. Zero pun keluar.


Hana mulai menerima pasien dan mempersilakan pasien nya untuk masuk satu persatu ke dalam ruangan nya untuk di obati. Setelah selesai menerima pasien, Hana pun menghabiskan waktu yang masih tersisa dengan membantu pasien yang di rawat di rumah sakit hingga datang nya waktu makan siang, Kali ini Hana memilih untuk makan siang di kantin bersama teman-teman nya. Setelah itu Hana menyempat kan diri nya sebentar untuk melihat keponakan kecil nya.


Tidak terasa waktu berlalu, siang berganti malam. Hana sempat mengirimkan pesan ke suami nya agar tidak menjemput nya. Hana keluar dari rumah sakit bersama Alya dan juga Zero serta beberapa dokter lain nya. Kebetulan di sebrang rumah sakit ada sebuah restoran biasa. Mereka semua akan makan malam di sana.


"Makan sepuasnya malam ini karena kita di traktir oleh kepala bagian rumah sakit malam ini," Zero berucap dengan bertepuk tangan diikuti oleh semua rekan nya yang juga ikut bertepuk tangan.


Di saat Hana sedang bercanda gurau bersama beberapa rekan nya yang lelaki, tanpa dia sadari ada sepasang mata yang melihat nya dengan tatapan yang dingin dan penuhi amarah. Lelaki tersebut berdiri di depan kaca restoran dengan memandangi bagian dalam restoran tersebut. Lelaki tersebut tidak lain karena ialah Kevin.


Walaupun Hana sudah mengingatkan untuk tidak menjemputnya malam ini, namun Kevin tetap menjemput istrinya. Namun saat sampai di sana , apa yang ia dapatkan selain melihat istrinya bercanda gurau bersama lelaki lain. Melihat pemandangan itu membuat Kevin sangat marah.


"Jadi ini alasan mengapa dia tidak mau di jemput?, ternyata sesldang bersenang-senang dengan lelaki lain." Ucap Kevin dengan mengepal kedua tangan nya dengan keras.


Melihat pemandangan saat ini benar-benar membuat nya merasa masarah dan kesal. Bagaimana tidak?, suami mana yang tidak marah saat melihat istrinya sedang begitu asyik bercerita sambil tertawa dengan lelaki lain selain dirinya. Ketahuilah bahwa Kevin bukan lah seorang lelaki yang mau memaklumi.


Melihat hal itu membuat Kevin kembali masuk ke dalam mobil. Jika menurut ego dan amarah nya, saat ini ia bisa saja masuk ke dalam restoran dan menarik Hana untuk keluar, namun ia tahan karena tidak mau mempermalukan istrinya. Itu lah yang difikir kan Kevin saat ini.


"Tidak tau diri. Sudah menikah tapi masih senang nya bersama lelaki lain selain suaminya sendiri!," Geram Kevin dengan membanting setir mobil dengan kasar.