Bad Husband

Bad Husband
Tidak Mengulangi



Tidak Mengulangi


Setelah Elbert menghilang. Kini Kevin mendadak menjadi pendiam. Melihat Hana yang memandanginya dengan penuh kemarahan, membuat Kevin menjadi canggung sekali. Hana tetap diam sambil berdiri di depan suami nya dengan pandangan lurus ke depan.


"Kenapa kau berdiri di depan ku?, minggirlah. Mengganggu pandangan saja," Ucap Kevin sambil menggeserkan tubuhnya menjauh dari Hana.


"Apa kau tidak ingin menjelaskan apapun pada ku?," Tanya Hana.


"Tidak ada yang perlu di jelaskan. Aku lelah. Aku ingin istirahat," Balas Kevin sambil membaringkan tubuhnya. Mendengar hal itu membuat Hana terdiam dan kemudian mengambil kain kasa serta obat-obatan di atas meja.


Hana kemudian menarik baju Kevin di bagian perut dan terlihat luka di sana. Hana memperhatikan luka tersebut dengan teliti, dan ternyata tidak ada jahitan yang lepas namun luka tersebut belum terlalu kering hal itu lah yang membuat nya berdarah.


"Duduk," Perintah Hana pada suami nya. Kevin pun menuruti perintah istrinya.


Hana mulai membersihkan luka tersebut dan menggantikan perban baru. Kevin hanya terdiam sambil memperhatikan wajah istrinya yang agak sedikit dekat dari nya. Di saat masih serius memperhatikan wajah Hana, tiba-tiba terlihat cairan bening yang keluar dari kedua mata istrinya. Melihat hal itu membuat Kevin kebingungan.


"Kenapa kau menangis?," Tanya Kevin sambil memegang bahu istrinya.


"Tidak apa-apa," Jawab Hana sambil melanjutkan membersihkan nya.


"Hana, kenapa kau menangis?," Tanya Kevin kawatir.


"Karena kau!," Jawab Hana dia Sertai dengan isakan. Melihat hal itu membuat Kevin reflek memeluk tubuh istri nya.


"Katakan aku salah apa kali ini?," Tanya Kevin dengan tenang.


"Karena kau tidak pernah mendengarkan aku. Bukan kah aku sudah melarang mu untuk tidak kemana-mana sebelum sembuh?, tapi kau tetap keluar hiks..hiks....," Ucap Hana sambil menangis di bahu suami nya.


"Aku tidak akan mengulanginya. Cengeng sekali kau ini," Balas Kevin sambil mengelus punggung istrinya berusaha menenangkan.


"Apa kau tau?, aku selalu merasa bersalah karena aku kau terluka. Hiks....hiks....untuk itu aku meminta kau jangan kemana-mana sebelum sembuh agar aku tidak merasa bersalah lagi hiks...hiks....," Jelas Hana dengan tangis yang di Sertai isakan.


"Aku tidak menyalahkan mu. Sudah berhentilah menangis. Aku berjanji tidak akan kemana-mana sebelum sembuh," Ucap Kevin sambil tetap mengelus punggung Hana. Kevin kebingungan harus bagaimana menenangkan seorang wanita.


"Hiks....hiks... waktu kau terluka, aku kira aku tidak akan bertemu lagi dengan mu. Aku kira aku akan hidup dengan rasa bersalah jika kau mati hiks...hiks...Aku kira aku akan menjadi janda hiks .hiks...," Hana berkata sambil menangis dengan sejadi-jadi nya. Sementara Kevin, mendengar perkataan Hana entah mengapa membuatnya merasa sangat senang karena Hana mengkawatirkan nya namun Kevin juga merasa lucu melihat istrinya ketika menangis.


"Aku masih hidup. Tidak apa-apa. Kau tidak akan menjadi janda," Balas Kevin sambil menahan tawa.


"Tapi walau kau tetap hidup, aku juga bisa menjanda karena kau memiliki pacar cantik yang mau kau nikahi hiks...hiks...hiks...," Hana menangis dengan suara yang semakin keras.


"Gadis siapa?, hanya kau saja yang aku nikahi," Ucap Kevin.


"Yuna!. Kau jangan berpura-pura Kevin. Aku tau. Elbert yang memberitahu ku!. Kau ingin menikah dengan Yuna hiks...hiks...," Teriak Hana sambil melepaskan pelukan dari suami nya.


"Elbert ini sudah benar-benar." Kevin menghela nafas nya.


"Jadi kau menangis sebenarnya bukan karena terlalu mengkawatirkan suami mu, namun karena ingin memarahi suami mu untuk melepaskan amarah mu mmm?," Tanya Kevin.


"Kedua nya!. Kau tidak pernah menjelaskan apapun pada ku hiks...hiks...," Gumam Hana di sela-sela tangisan nya.


"Baiklah. Berhenti menangis. Katakan kau ingin aku menjelaskan apa?" Tanya Kevin sambil menarik pelan tangan Hana meminta Hana untuk duduk di samping nya.


"Hubungan kita suami dan istri," Jawab Kevin dengan tenang.


"Apa kau mencintai ku atau tidak?," Tanya Hana. Entah mengapa semenjak hamil, emosi Hana jadi berubah begini.


"Apa jawaban ini perlu di jawab juga?," Tanya Kevin.


"Tentu saja. Kau menikahi ku dulu karena napsu gila mu. Apa sekarang kau ada niat ingin meninggal kan aku?," Tanya Hana. Mendengar pertanyaan Hana kali ini membuat Kevin terdiam beberapa saat sambil menatap wajah sendu istrinya. Sekarang Kevin baru menyadari jika istrinya mengkawatirkan banyak hal.


"Mana mungkin aku meninggalkan sandera cantik seperti dirimu," Balas Kevin sambil mengelus lembut pipi istri nya.


"Jadi sampai saat ini aku hanya sandera bagi mu?, jika begitu, kau ceraikan aku saja!," Tegas Hana.


"Kau marah dan menangis sejak tadi karena kau ingin kejelasan?," Tanya Kevin.


"Tentu saja," Jawab Hana.


"Dengar aku baik-baik. Aku tidak akan menikahi wanita lain termasuk Yuna. Hanya kau satu-satu nya wanita yang ku nikahi," Jelas Kevin.


"Pertanyaan ku, kau mencintai ku atau tidak?," Tanya Hana.


"Kapan aku tidak mencintai mu?, dari dulu aku mencintai mu," Jawab Kevin dengan mencium kening istrinya. Kevin menyandarkan kepala Hana di bahu nya.


"Kau berbohong," Balas Hana tidak percaya.


"Jika aku benar-benar membenci mu, aku tidak akan menikahi mu," Jelas Kevin.


"Justru karena kau ingin menyiksa ku karena itu kau ingin menikah dengan ku," Jawab Hana.


"Aku berkata begitu karena marah pada mu. Aku benar-benar marah lantaran dulu kau menipu ku," Jelas Kevin.


"Jadi sampai sekarang kau masih marah pada ku?," Tanya Hana ragu.


"Masih. Aku marah pada mu karena kau tidak pernah mau mendengar kan aku," Jawab Kevin.


"Kapan kau akan memaafkan aku?," Tanya Hana dengan kedua mata yang masih berkaca-kaca.


"Tidak tau. Mungkin setelah kau melahirkan anak untuk kedua kali nya," Kekeh Kevin. Hana yang mendengar pun menjauh dari suami nya. Hana melihati suami nya dengan penuh waspada.


"Aku bercanda. Lihat keadaan ku begini, mana mungkin aku bisa melakukan nya," Ucap Kevin.


"Bahu mu berdarah," Hana baru menyadari jika bahu suami nya mengeluarkan banyak darah.


"Sejak tadi. Kau baru menyadari nya sekarang." Gumam Kevin sambil membiarkan Hana membersihkan darah dan menghentikan pendarahan.


"Baby, dady baru menyadari jika ibu mu ini sangat cengeng dan mudah sekali menangis," Ucap Kevin sambil menyentuh perut buncit Hana. Hana terdiam dan tetap fokus melanjutkan membersihkan bahu suami nya.


* * * * *


Di saat Hana masih di dalam ruangan Kevin, tiba-tiba Yuna masuk ke dalam ruangan dan mendapati Kevin yang sedang bersama istrinya. Melihat pandangan inisebenarnyaembuat hati Yuna cukup terluka namun Yuna tetap ingin tenang