Bad Husband

Bad Husband
Jangan Berharap



Jangan Berharap


Makan malam. Sepulang dari rumah sakit, Hana dan Alisa di bawa oleh Kevin makan malam di sebuah restoran. Kevin memesan semua menu. Hana memperhatikan semua makanan yang telah penuh di atas meja di depan nya dengan kebingungan.


"Kenapa hanya di lihat?, makan," Ucap Kevin.


"Kita hanya makan bertiga, kenapa harus memesan makanan sebanyak ini?, siapa yang akan menghabiskan nya?," Ujar Hana.


"Iya paman. Makanan di sini terlalu banyak," Ucap Alisa yang berdiri di atas kursi memperhatikan makanan di atas meja.


"Makanlah. Makan menu apa yang suka. Jika mau, kau boleh makan semua nya," Kevin mengambil stick dan memotongnya dengan kecil kemudian memberikan nya pada Hana.


"Tapi ini terlalu banyak," Hana mengambil garpu dan mulai mencicipi stick yang di berikan oleh Kevin pada nya. Begitu pun Alisa yang juga mencoba menu lain.


"Alisa bilang kau tidak nafsu makan beberapa hari ini. Untuk itu lah aku memesan semua menu agar kau bisa memilih sendiri apa yang kau suka," Jelas Kevin yang masih fokus memotong stick lain untuk di berikan pada Hana.


"Benar paman. Bibi beberapa hari ini memang jarang makan," Lanjut Alisa yang sedang mengunyah sushi.


"Makanya suruh bibi mu untuk makan," Ucap Kevin dengan pandangan yang melihat ke arah Hana. Hana yang mendengar pun hanya menunduk dan mulai mengambil beberapa menu.


"Ternyata dia masih ada rasa kemanusiaan nya juga." Batin Hana. Sesekali Hana melihat ke arah suami nya secara diam-diam.


"Makan lah. Jika masih kurang, aku akan memesan kan nya lagi," Kevin memberikan stick yang baru saja ia potong pada Hana. Menu yang ia pesan untuk makan malam, di malam ini memang lengkap dengan banyak daging. Mulai dari yang biasa hingga yang premium sekalipun.


"Kau juga makan. Jangan hanya meminta aku yang makan, kau juga perlu," Ucap Hana. Hana memberikan sebagian menu di depan nya pada Kevin. Kevin terdiam sambil mengambil makanan yang di berikan Hana pada nya dan kemudian memakan nya.


"Benar kata bibi paman," Sambung Alisa. Kevin tetap diam dan mulai menyuapi makanan ke dalam mulut nya. Begitu pun Alisa yang juga terlihat begitu lahap memakan sushi. Berbeda dengan Hana yang berusaha menelan setiap makanan di dalam mulutnya karena ia benar-benar tidak memiliki nafsu untuk makan. Namun karena menghargai niat baik suami nya, membuat Hana memaksakan diri nya untuk tetap menikmati makan malam.


"Jika masih tidak bisa untuk makan, maka jangan di paksa kan," Ucap Kevin yang menyadari istrinya tersebut memang sedang tidak ingin makan.


"Sepulang dari sini, kita langsung kembali ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan mu," Kevin menuang segelas air dan memberikan pada Hana. Hana mengambil nya dan meminum nya.


"Tidak perlu. Aku hanya kelelahan maka nya tidak memiliki nafsu untuk makan," Tolak Hana.


"Aku tidak ingin dia mengetahui kehamilan ku ini." Ucap Hana di dalam hati nya.


"Jika kau tau kau kelelahan, seharusnya kau tidak perlu berkerja!," Tegas Kevin.


"Sejak kapan kau seperhatian itu?, bukan kah kau senang aku tersiksa bahkan mati sekalipun," Balas Hana dengan tertunduk. Hana masih tidak terbiasa melihat ke arah suami nya. Kevin yang mendengar pun kembali terdiam dan kemudian melanjutkan makan nya.


Setelah makan malam, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan untuk kembali pulang untuk beristirahat.


* * * * *


Sesampai nya di dalam rumah, mereka bertemu papa Prislo dan juga mama Gaty yang sedang duduk santai di ruangan keluarga. Melihat hal itu, Hana langsung menghampiri kedua mertua nya begitu pun Alisa yang juga ikut menyapa mama Gaty dan papa Prislo. Berbeda dengan Kevin yang melewati ayah dan ibu tiri nya begitu saja. Kevin berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamar nya. Melihat hal itu, membuat papa Prislo hanya bisa menghela nafas nya melihat bagaimana putra nya tersebut.


"Sudah. Kami makan bersama bibi tadi," Jawab mama Gaty dan di iyakan oleh papa Prislo.


"Bibi sudah pulang?," Tanya Hana.


"Sudah. Bibi baru saja pulang sore tadi," Jawab papa Prislo.


"Baguslah. Kalau begitu Hana permisi ma, pa. Hana mau melihat bibi dulu," Pamit Hana dan diiyakan oleh papa Prislo dan mama Gaty. Hana buru-buru berjalan mencari bi Ijah di dapur.


"Haii kakek dan nenek, Alisa juga permisi untuk ke kamar dulu ya," Pamit Alisa sembari menyalami kedua tangan Prislo dan Gaty.


"Iya Alisa. Kamu istirahat juga ya," Balas mama Gaty sembari tersenyum ke arah Alisa. Papa Prislo dan mama Gaty merasa senang melihat Alisa. Alisa pun berjalan untuk kekamar yang di tempati nya.


"Baik Hana atau keponakan nya, mereka berdua sangat sopan dan menghargai orang tua," Ucap papa Prislo yang masih menatap punggung Alisa yang sudah menjauh.


"Iya benar. Berbeda sekali dengan putra mu itu. Dia tidak menghargai kita sama sekali," Sembur mama Gaty. Papa Prislo yang mendengar pun hanya bisa menggelang kepala melihat istri nya itu.


"Bukan hanya putra ku. Kevin itu sudah menjadi putra mu juga," Ingat papa Prislo.


"Dia tidak menganggap ku ibu nya." Balas mama Gaty.


"Sabar. Sudah-sudah. Jangan di bahas lagi. Kita kembali menonton saja," Ucap papa Prislo mengalih kan pembicaraan. Mama Gaty pun kembali melanjutkan menonton tv.


* * * *


Sementara Hana, setelah menyapa bi Ijah. Hana kembali ke kamar nya. Bukan ke kamar nya dan suaminnya melainkan ke kamar yang di tempati Alisa. Hana memilih tidur di sana. Setelah mandi dan memakai kan pakaian, Hana naik ke tempat tidur dan memeluk Alisa. Namun di saat bersamaan, Kevin juga masuk ke kamar itu dan berbaring bersebelahan dengan Hana. Jadi lah Hana berada di tengah dan Alisa berada di pinggir.


Melihat suami nya, membuat Hana terdiam dan memberi sedikit jarak pada Kevin yang berada di sebelah nya. Hana tidak bertanya dan berkata apapun pada suami nya kenapa suami nya itu ikut tidur di sana. Karena bagi Hana itu percuma saja.


"Paman, kau tidur bersama kami lagi?," Tanya Alisa.


"Hmmm." Balas Kevin dengan deheman.


"Tapi kenapa?, bukan kah kamar paman lebih luas dan bagus dari ini?," Alisa bertanya dengan suara yang sedikit keras.


"Paman juga butuh teman tidur, bukan hanya kau saja yang butuh teman tidur," Balas Kevin.


"Paman sudah besar tapi penakut," Cibir Alisa. Hana yang mendengar pun tertawa mendengar perkataan Alisa.


"Apa yang sedang kau tertawakan?," Kevin merasa sedikit kesal dengan istrinya tersebut.


"Ti...tid..tidak ada." Balas Hana.