Bad Husband

Bad Husband
Hal baik



Hal Baik


"Kevin, ada sesuatu yang ingin aku katakan pada mu," Ucap Hana sambil naik ke atas tempat tidur, dan kemudian duduk bersebelahan dengan suami nya.


"Ada apa?," Tanya Kevin sambil meletakan handpone nya ke atas meja dan kemudian melihat ke arah istri nya.


"Aku beberapa hari ini selalu memikirkan sesuatu. Aku benar-benar serius ingin mengatakan ini dan aku harap kau tidak marah pada ku," Hana menundukan wajah nya.


"Katakan saja. Aku tidak marah," Ucap Kevin sambil menepikan anakan rambut Hana yang menutupi seperempat wajah Hana.


"Kevin, kita kan sudah mau punya anak. Aku tidak mau anak kita melihat bagaimana perkerjaan ayah nya yang sering membunuh ataupun melukai orang lain. Aku tidak ingin anak kita nanti trauma dengan orang tua nya. Aku hanya ingin kau berhenti menjadi seorang mafia, apa bisa?," Tanya Hana dengan ragu.


"Apa yang kau katakan. Jangan berani mengatur jalan hidup ku," Jawab Kevin dengan dingin. Kevin kembali meraih handpone nya dan kemudian kembali memainkan nya.


"Aku hanya ingin yang terbaik untuk keluarga kita kelak. Coba pikir lagi," Ucap Hana dengan tenang.


"Jangan mengatur ku Hana. Sejak dulu kau juga tau bahwa jalan hidup ku tidak mudah. Aku tidak bisa meninggal kan perkerjaan ku hanya karena kau!," Tegas Kevin dengan beranjak turun dari tempat tidur dan kemudian berjalan keluar dari kamar.


"Kevin!, kau mau kemana?, dengar aku dulu!," Panggil Hana sambil turun dari tempat tidur dan mengejar suami nya keluar kamar.


"Kevin, dengar aku dulu," Panggil Hana dengan meraih tangan lelaki di depan nya.


"Tidak ada yang perlu di dengar kan. Aku tidak bisa berubah seperti apa yang kau ingin kan. Inilah aku," Kevin melepaskan tangan nya dari genggaman istri nya dan kemudian turun ke lantai santai menaiki tangga. Sementara Hana hanya B sa terdiam menatap punggung suami nya yang sudah menjauh dari nya. Hana menatap dengan kekecewaan.


Ketahuilah yang di ingin kan Hana bukan bermaksud ingin egois karena ingin suami nya berubah, namun Hana hanya ingin keluarga kecil nya kelak hidup bahagia dan damai. Namun Kevin seperti nya tidak terima dengan permintaan Hana.


* * * * *


Setelah sampai di lantai satu, kini Kevin berjalan keluar rumah bersama Elbert yang sedang kebetulan menunggu nya di luar rumah. Kevin keluar dari rumah dan berjalan masuk ke dalam mobil yang telah di siapkan oleh Elbert. Kedua nya menjauh dari rumah menggunakan mobil untuk menuju markas.


Di sepanjang perjalanan, Kevin hanya terdiam dan termenung menghadap ke depan memperhatikan jalanan. Sementara Elbert yang sedang mengemudi, sesekali memperhatikan tuan nya yang tidak terlihat seperti biasa nya. Elbert menyadari jika tuan nya saat ini sedang mengalami suatu masalah dan banyak pikiran. W


"Tuan, apa kau ada masalah?," Tanya Elbert.


"Tidak," Jawab Kevin singkat.


"Tuan, jika kau ada masalah berbagi lah dengan ku. Walau aku tidak bisa menyelesaikan masalah mu, tapi setidaknya aku bisa memberikan pendapat ku," Ucap Elbert.


"Aku memang sedang sedikit kesulitan untuk berpikir," Kevin kini menghela nafas nya dan menyandarkan kepala nya di kursi mobil.


"Kesulitan atas hal apa, tuan?," Tanya Elbert lagi.


"Hana. Aku tidak pernah memperlakukan dia dengan baik," Ucap Kevin.


"Apa maksud mu tuan?, bukan kah kau dan nona Hana sudah berbaikan?," Tanya Elbert lagi. Elbert mengira jika Kevin dan Hana memiliki masalah.


"Elbert, bisa kah waktu di putar kembali agar aku tidak menyesali semua yang terjadi di masa lalu?," Tanya Kevin sambil terus termenung melihat jalanan di depan.


"Tuan, yang berlalu itu sudah berlalu. Yang sekarang adalah yang sekarang dan masa mendatang adalah masa mendatang. Tidak ada yang perlu terulang lagi," Jawab Elbert. Elbert menyadari jika tuan nya saat ini sedang kesulitan dalam mengelola segala kesulitan yang ada.Elbert mencoba menjadi pendengar sekaligus penasehat bagi tuan nya.


"Kau benar Elbert. Tapi, aku merasa sangat menyesal atas segala sesuatu yang aku lakukan di masa lalu. Aku merasa kebingungan dengan semua jalan hidup ini," Ucap Kevin,


"Terkadang aku merasa sangat bahagia dan bersyukur karena tuhan mengirimkan aku seorang wanita seperti Hana. Namun terkadang juga aku merasa tuhan seolah sedang menghukum ku karena ia memberikan aku seorang Hana untuk ku," Jelas Kevin.


"Apa maksud mu tuan?, apa kau menyesal menikahi nona Hana?," Tanya Elbert.


"Tidak begitu Elbert. Maksud ku, tuhan terlalu baik karena sebagaimana jahat nya aku, dia masih memberikan aku seorang wanita yang sangat baik dan sifat yang sangat berbanding terbalik dengan ku," Jelas Kevin. Elbert kembali fokus ke depan sambil mengendarai mobil.


"Aku hanya merasa sangat menyesal karena telah banyak sekali melukai Hana dulu. Teringat bagaimana aku memperlakukan nya dulu, membuat aku merasa aku sangat tidak pantas untuk nya," Ucap Kevin dengan raut kesedihan di wajah tampan dan dingin nya.


"Tuan, asal sekarang kau mencintai nona Hana, mulai sekarang berbuat lah yang baik. Rubah apa yang perlu di ubah, perbaiki apa yang perlu di perbaiki," Tutur Elbert.


"Jika begitu, pertahan kan. Berhenti menyakiti nya dan jangan lagi membuat nya terluka. Baik itu karena perbuatan tuan atau pun karena perasaan," Ucap Elbert. Kevin yang mendengar pun kembali terdiam.


"Kau sendiri, bagaimana hubungan mu dengan teman Hana si Alya itu?," Tanya Kevin sambil melihat ke arah Elbert. Elbert yang mendengar pertanyaan tuan nya hanya tersenyum kikuk sambil terus menyetir.


"Masih belum jauh sekali tuan," Jawab Elbert.


"Kau menasehati ku, sedangkan hubungan kau sendiri tidak bisa kau urus." Keluh Kevin sambil menggelengkan kepala.


Elbert kembali fokus mengemudi dan tidak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di depan markas. Kevin turun dari mobil,begitu pun Elbert.


* * * *


Sepulang dari markas. Kevin pun kembali ke rumah. Di malam yang sudah sangat larut sekali. Kevin sampai di rumah. Kevin berjalan masuk ke kamar nya. Saat pintu telah terbuka, terlihat Hana yang berada di tempat tidur dan sudah tertidur. Melihat hal itu, Kevin berjalan mendekati istri nya dan membungkuk sedikit tubuh nya untuk melihat wajah Hana yang sedang terlelap.


Terlihat di sana, wajah istrinya yang terlihat sehabis menangis. Mata sembab dan juga air mata yang masih tersisa di pipi nya. Melihat hal itu Kevin menyadari jika Hana sehabis menangis.


Penyesalan kembali terasa di dalam diri seorang Kevin. Ia menyesal karena memarahi istri nya di siang tadi.


"Tidak mudah berubah menjadi orang yang lebih baik. Aku selalu berusaha untuk menjadi suami yang baik, tapi sifat ku sangat susah untuk di rubah." Gumam Kevin sambil mengelus pipi mulus Hana.


Di saat Kevin masih terus mengelus pipi istri nya, tiba-tiba Hana membuka kedua mata nya. Kevin yang melihat pun langsung menjauhkan tangan nya dari Hana.


"Maaf. Aku tidak bermaksud membangun kan mu," Ucap Kevin. Hana yang mendengar pun beranjak duduk sembari menyadarkan diri nya sepenuhnya.


"Kau baru pulang," Hana menguap dan kemudian menyandarkan punggung nya di kepala sofa.


"Hmmm. Baru saja," Jawab Kevin


"Oo. Apa kau ingin makan?, atau kopi?, aku akan membawa nya," Tawar Hana.


"Tidak ada," Jawab Kevin.


"Aku ingin meminta maaf pada mu. Maaf karena memarahi mu tadi siang," Ucap Kevin dengan suara serak nya. Kevin berkata sambil memeluk perut buncit Hana.


"Tidak apa-apa. Kau tidak salah. Hanya aku yang terlalu egois karena menginginkan kau berubah," Balas Hana sambil memeluk kepala suami nya.


"Kau sama sekali tidak egois. Aku yang jahat karena tidak berniat menjadi yang lebih baik sebelum nya. Tapi aku akan memperbaiki kali ini," Ucap Kevin sambil beranjak berdiri dan kemudian duduk bersebelahan dengan Hana.


"Mari kita perbaiki. Aku memang tidak bisa menjadi sesuai yang kau katakan tapi aku berjanji akan menjadi seorang mafia yang tidak akan membunuh dan menyakiti orang-orang baik. Percaya lah," Jelas Kevin sambil mengambil kedua tangan istri nya dan kemudian mencium nya dengan hangat. Hana yang melihat pun terdiam karena baru kali ini Hana melihat suami nya terlihat seserius dan setulus ini dalam berkata.


"Aku tidak akan melarang apa pun yang kau lakukan. Kevin, kau sendiri yang harus tau apa yang benar dan apa yang salah karena dirimu adalah dirimu," Tutur Hana.


"Iya. Mari kita memulai lembaran baru. Aku akan merubah segala yang tidak baik dalam diri ku," Ucap Kevin. Hana yang mendengar pun kemudian tersenyum ke arah suami nya.


"Mari kita lupakan kisah masa lalu yang pahit dulu dan kita memulai lembaran baru dengan bahagia," Lanjut Kevin, Hana tersenyum dan membalas dengan anggukan.


"Aku senang melihat kau mau mencoba berubah," Ucap Hana sambil memeluk suami nya. Kevin membalas pelukan Hana dan mencium kepala istri nya.


Sejak saat itu, Kevin pun mulai perlahan banyak berubah. Kevin yang biasa nya sangat kejam, dan dingin, kini sudah mulai bisa menghangat terhadap orang-orang sekitar. Apa lagi dengan istri nya, Kevin sangat memperdulikan Hana. Kevin juga sudah mulai berkumpul keluarga bersama papa dan mama Gati serta orang-orang yang ada di rumah.


Kegelapan dan awan hitam yang biasa nya sering menutupi rumah kini sudah hilang dan sirna. Yang ada saat ini hanya kehangatan. Kevin dan Hana akhirnya hidup dengan damai dan bahagia. Hana kini juga sudah menjadi ibu rumah tangga sepenuh nya dan sudah berhenti berkerja sebagai dokter di rumah sakit karena suami nya tidak mengizinkan nya untuk berkerja lagi. Hana di minta untuk berada di rumah mengurus suaminya saja dan juga calon buah hati nya yang akan segera lahir.


HAPPY ENDING


Hai guys. Akhirnya cerita bad husband telah tamat. Next cerita lain lagi ya 😍 tetap pantau author agar tau jika author nanti nya up novel baru.


Untuk sekarang, Author sedang menyiap kan novel terbaru yang berjudul FLASH WEDDING 😍😍 nanti kalo up jangan lupa mampir guys.


Terima kasih sudah menjadi pembaca setia author selama ini 😍💌