Bad Husband

Bad Husband
Berubah



Berubah


Di malam yang larut. Kevin kembali ke kamar untuk mengganti baju dan beristirahat. Namun saat sampai di dalam kamar, ia sama sekali tidak melihat ada Hana atau pun Alisa di dalam. Melihat hal itu, membuat Kevin buru-buru mengganti pakaian nya terlebih dahulu kemudian keluar dari kamar untuk mencari di mana Hana.


Kevin berjalan masuk ke kamar sebelah, dan ternyata kedua orang tersebut berada di dalam sana. Terlihat Hana yang sedang tertidur bersama Alisa. Melihat hal itu, membuat Kevin menghela nafas nya dengan lega. Kevin mengira tadi nya jika istri nya itu keluar dari rumah dan pergi dari nya. Ternyata Hana membawa Alisa tidur di kamar lain.


"Ku kira dia pergi dari rumah." Gumam Kevin sembari berjalan menuju tempat tidur dan duduk di samping Hana. Kevin duduk sembari memperhatikan dua orang yang sedang tertidur di sana.


Kevin pun ikut membaringkan tubuh nya secara perlahan di samping istri nya. Memandangi wajah Hana sebelum tidur sudah menjadi rutinitas nya. Di saat ia masih memandangi wajah Hana, tanpa sadar Hana membuka kedua mata nya. Terlihat wanita tersebut baru saja terbangun dari tidur nya.


"Kenapa kau bangun?," Tanya Kevin dengan santai. Hana yang mendengar pun seketika terkejut dengan sosok suami nya itu.


"Sejak kapan kau di sini?," Tanya Hana dengan suara yang sedikit pelan.


"Sudah lama. Kenapa?, apa menjadi masalah jika aku berada di sini?," Kevin bertanya sembari memegang tangan kanan Hana. Perlakuan Kevin kali ini tentu saja membuat Hana menjadi semakin terkejut. Sejak kapan lelaki kejam dan kasar ini memperlakukan nya dengan hangat begini. Itu lah yang ada di pikiran Hana.


"Kembali lah ke kamar mu. Alisa takut pada mu," Bisik Hana.


"Apa guna nya aku menikah jika harus tetap tidur sendiri," Ucap Kevin sembari menarik Hana ke dalam pelukan nya. Hal tersebut membuat Hana merasa semakin tidak nyaman dengan tingkah suami nya itu. Belum lagi aroma rokok yang melekat di tubuh suami nya, membuat Hana semakin sesak dan mual.


"Kau ini sudah kenapa?, kehabisan obat?, lepaskan. Aku tidak bisa bernafas jika begini," Hana berusaha melepaskan diri namun tangan suami nya jauh lebih kuat dari nya.


"Diam lah. Biarkan aku memeluk mu. Selama ini aku selalu kedinginan karena tidak mendapatkan kehangatan," Ucap Kevin sembari tetap memeluk tubuh Hana. Hana yang mendengar pun akhir nya terdiam membiarkan Kevin memeluk nya.


"Apa bisa kau mendapatkan kehangatan pada seorang wanita yang kau benci seperti ku ini?," Tanya Hana. Kevin terdiam tidak membalas perkataan Hana lagi. Ia memeluk Hana begitu lama hingga tertidur.


* * * * *


"Bibi...bibi," Panggil Alisa yang baru saja terbangun. Alisa menggoyang-goyangkan tubuh Hana yang masih tertidur. Mendengar suara Alisa, membuat Hana akhirnya terbangun.


"Iya sayang," Balas Hana sembari mengusap.


"Bibi bangun, ini sudah pagi. Bibi tidak kerumah sakit?," Alisa terus menggoyang-goyang kan tubuh bibi nya hingga bibi nya benar-benar bangun.


"Iya sayang. Ini bibi mau bangun," Hana beranjak duduk. Setelah tersadar sepenuh nya, Hana melihat di samping nya yang sudah tidak ada Kevin lagi di sana.


"Kemana paman?," Tanya Hana sembari melihat ke Alisa. Alisa yang mendengar pun menatap bibi nya kebingungan.


"Seperti nya dia bangun lebih dulu." Terka Hana di dalam hati nya.


"Ayo bibi, kita ke kamar mandi bersama. Alisa ingin mandi," Alisa menarik tangan bibi nya berjalan menuju kamar mandi. Hana pun pasrah mengikuti keponakan nya itu. Setelah selesai, Hana pun kembali ke kamar nya untuk bersiap ke rumah sakit. Namun saat sampai di dalam kamar, terlihat Kevin yang ternyata berada di dalam sana. Lelaki tersebut tengah duduk sendirian di tempat tidur sembari menghisap rokok yang terselip di tangan nya. Melihat hal itu membuat Hana menutup hidung nya karena tidak sanggup menghirup bau rokok yang cukup menyengat bagi nya.


"Tidak bisakah kau merokok di balkon sana saja. Kau mencemari udara yang ada di dalam kamar ini," Ucap Hana sembari mengipas-ngipas dengan tangan kirinya agar bau rokok tidak terlalu tercium di hidungnya.


"Ini rumah ku. Aku merokok di mana saja terserah pada ku," Balas Kevin tanpa menoleh kearah Hana. Hana yang mendengar pun hanya terdiam. Hana memilih untuk mengambil pakaian nya di dalam lemari dan mengganti nya di kamar yang di tempati Alisa.


"Karena ini kamar mu, jadi nanti aku akan membereskan baju-baju ku dan memindahkan nya ke kamar sebelah. Aku akan tidur di sana saja," Ucap Hana sebelum benar-benar keluar dari kamar.


"Sejak kapan dia menjadi begitu?, lebih sering berdebat ketimbang patuh," Kevin menatap punggung Hana yang hampir menghilang dengan keheranan. Ia tidak mengerti dengan tingkah istrinya yang sudah keras kepala dan berani membantahnya.


"Dipikir-pikir akhir-akhir ini dia juga mudah sekali marah dan tersinggung tidak seperti biasa nya." Gumam Kevin. Tingkah Hana memang berubah akhir-akhir ini. Hana lebih banyak bicara dan sangat suka beradu argumen dengan Kevin.


Setelah Hana keluar dari kamar, Kevin memilih mematikan rokoknya yang belum habis itu. Ia membuang rokok ke dalam tong sampah di kamar. Setelah itu ia pun bersiap untuk ke markas menyelesaikan suatu perkerjaan nya hari ini. Misi hari ini ialah masalah perkerjaan nya. Ia sedang memperebut kan sebuah proyek besar antar mafia.


Setelah bersiap, ia pun turun kebawah untuk keluar dari rumah. Namun sebelum keluar, Kevin memberitahu Hana di kamar sebelah terlebih dahulu untuk lebih cepat karena hari ini ialah yang akan mengantar istrinya itu kerumah sakit. Hana buru-buru bersiap dan ikut turun bersama Alisa ke bawah dan keluar rumah.


"Kau membawa nya?," Tanya Kevin saat sampai di luar rumah. Kevin bertanya dengan pandangan yang melihat ke Alisa.


"Iya. Aku akan membawa Alisa," Balas Hana sembari membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil.


"Kenapa tidak tinggal di rumah saja?," Tanya Kevin.


"Tidak mau. Alisa mau ikut bibi!," Ucap Alisa.


"Iya sayang. Alisa ikut bibi." Hana memegang pipi gembul keponakan nya.


"Dia ikut kemanapun aku." Jawab Alisa pada suami nya. Kevin yang mendengar pun akhirnya hanya terdiam sembari mulai mengemudi menjauh dari rumahnya.


"Bibi, nanti siang kita makan di luar rumah sakit saja supaya bibi bisa makan," Ucap Alisa yang memegang tangan bibi nya dengan erat. Alisa dan Hana duduk di kursi belakang sementara Kevin hanya duduk sendirian di kursi depan.


"Kenapa?, bibi mu tidak makan?," Tanya Kevin sembari melihat kedua orang di belakang nya di dalam kaca mobil.


"Tidak. Beberapa hari ini bibi selalu memuntahkan makanan. Bibi jarang sekali makan," Jelas Alisa.