
◽◽ Happy Reading ◽◽
Yoongi berjalan santai ke arah kamarnya. Dia sedikit tersenyum sambil berjalan ke ranjang dia lalu merebahkan badannya.
"Dasar bodoh, polos, kesel banget gua sama tuh anak!" guam Yoongi sambil menutup matanya.
.
.
.
"Yoongi sangat jahat, dia jahat sekali mengurungku di sini. Dia tidak punya hati. Hiks, hiks,"
Min Ji menangis sejadi-jadinya di gudang. Menatap ke kanan dan ke kiri gudang itu. Rasa takut mulai terlihat jelas di wajah nya.
"AAAA .....,"
Min Ji berteriak dengan sangat keras membangunkan Yoongi yang tengah tertidur.
"Min Ji !" ucap Yoongi sambil bangkit ketika mendengarkan teriakan Min Ji.
Yoongi segera berlari keluar kamarnya dan menyusul Min Ji ke gudang.
Yoongi membukakan pintu gudang dan melihat Min Ji yang terbaring di lantai.
"MIN JI!" teriak Yoongi bangun dari tidurnya, deru napasnya tidak beraturan dia keringat nya keluar dari wajahnya.
"Gila gua mimpiin si Min Ji lagi? Tapi kasihan juga sih dia gua kurung," guam Yoongi sambil bangkit dari ranjangnya dan berjalan ke luar kamar.
Yoongi merasa takut terjadi apa-apa pada Yumny dan berniat mengeluarkannya dari gudang.
Setelah Yoongi sampai di pintu gudang dia membukakannya. Entah apa yang Yoongi lihat ketika pintu itu terbuka. Yoongi terdiam dengan mata membulat dan mulut yang sedikit mengga.
Melihat Min Ji yang tengah duduk manis di temani cemilan. Min Ji menyadari ke datangan Yoongi dan melemparkan senyuman pada dirinya, Min Ji bangkit dari duduknya dan memeluk Yoongi tiba-tiba, membuat Yoongi terdiam.
"Akhirnya kami datang juga bukain pintunya," ucap Min Ji dengan nada manjanya.
Yoongi melepaskan pelukan Min Ji dan menatap nya, "Bagaimana bisa kau mendapatkan makan itu Min Ji?" tanya Yoongi dengan tatapan herannya.
Min Ji tersenyum, "Dari TokoPedia," jawabnya dengan sedikit senyuman.
Yoongi terkekeh "Bohong lu!" tegas Yoongi.
"Yak iya lah Yoongi. Aku ngambil makannya dari dapur!" jawab Yumny.
"Bagaimana bisa?" heran Yoongi.
"Bisa lah. Orang pintu nya juga gak kamu kunci!"
Yoongi sedikit berpikir, 'Iya yah. Gua kan emang gak ngunci pintu nya,' pikirnya. "Kalau kamu tau pintu nya tidak di kunci kenapa kamu gak keluar?"
"Hm ... karena aku hanya ingin kamu yang membukanya, aku takut kamu marah kalau aku keluar," jawab Min Ji dengan wajah polos nya.
Yoongi tepuk jidat, "Yaelah Min Ji lu bodoh banget sih. Gua sengaja gak kunci nih pintu biar lu keluar aja dan gak ganggu gua lagi tidur, gua cuman bercanda. Tapi lu polos banget, udah tau tuh pintu gak di kunci bukannya keluar eh malah bawa makan hadehhh,"
"Benarkah? Aku tidak tau Yoongi." ucapnya dengan wajah polos nya.
"Bodoh! Udahlah keluar," suruh Yoongi menarik tangan Yumny keluar dari gudang itu.
.
.
.
.
Daegu 06. 18 pm KSL.
Hari ini Min Ji sekolah dan di antarkan oleh Yoongi. Sedari tadi tidak ada percakapan yang keluar dari mulut mereka. Kedua nya terdiam tanpa kata.
TRINING.
Ponsel Min Ji berbunyi. Dengan segera dia mengangkat nya.
"Yeobseo."
"...."
"Jinjja?"
"...."
Min Ji menutup teleponya. Dia lihat Min Yoongi yang menatap penasaran dirinya setelah Min Ji selesai menerima telepon itu.
"Hm ... Yoongi ah, boleh tidak kalau kita tidak usah kesekolah hari ini. Bolos gitu maksudnya." ucapan Min Ji berhasil menghadirkan tatapan savage itu dari kedua mata Min Yoongi, seketika nyali Min Ji menciut.
"Tidak. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu bolos!" bantahnya.
"Untuk hari ini saja. Yah," rayu Min Ji. Dengan sedikit aegyo, dia berharap Yoongi mengizinkannya.
"Tidak!"
"Meh_-"
"Untuk apa kamu bolos Heoh?"
"Aku ingin pergi kesuatu tempat Yoongi. Hanya sebentar."
"Tidak!" tolak Yoongi kembali. Sungguh Min Ji sangat merasa kesal oleh kekeras kepalanya dia ini.
"Ya sudah. Kalau kamu gak mau aku bolos. Aku bakalan aduin soal masalah kamu mau buang aku pada kedua orang tua kita. " ancamnya. Yoongi mengalihkan pandangannya ke arah Min Ji.
"Lu mau mati!"
"Aku tidak takut pada ancamanmu. Yang pasti saat ini aku akan menghubungi orang tua nu dan bilang semua pada mereka kalau kamu pernah ingin membuangku."tegasnya.
Yoongi terdiam sesaat sebelum menjawab kata-kata ini. "Yaudah deh."
Min Ji tersenyum dengan jawabannya. "Jinjja?" tanya dia kembali, Yoongi menganggukkan kepalanya. "Yes!"
"Beri tahu aku, kemana kau ingin pergi?"
"Jalan saja dulu." ujarnya. Dia mengangguk.
.
.
.
.
.
Min Ji dan Yoongi tiba di sebuah taman. Gadis itu segera keluar dari mobil Yoongi.
'Uhh ... aku akan bertemu dengan nya di sini.'
"Kepo." ujar Min Ji sambil melangkah pergi meninggalkan Yoongi. Min Ji sengaja tutup mulut, untuk apa memberitahu Yoongi.
.
.
.
Min Ji sampai di tempat yang iya maksud dan melihat seorang laki-laki yang tengah duduk di sebuah bangku. Laki-laki itu memegang sebuah papan lukis dan dia rasa dia saat ini sedang melukis sesuatu.
Min Ji segera berjalan ke arahnya.
'Peduli amat pada Min Yoongi saat ini aku ingin bersenang-senang dengan Sunbae tampan ini.' batin nya.
"Annyeong." sapa nya. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Min Ji yang tengah berdiri di hadapannya.
"Oh. Ne Annyeong." jawabnya dengan senyuman. Beningnya, senyuman itu sangat manis membuat hati ini adem.
"Mianhae, Sunbae apa kau sudah lama menunggu?" tanya nya. Dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Duduklah." ujarnya.
"Ah, Gomawo." jawab Min Ji ksambil duduk di sampingnya.
'Oh. Jantungku rasanya berdetak kencang, pipiku merah, aku sangat merasa tidak karuan ketika aku duduk di sampingnya. Park Jisung, laki-laki tampan yang saat ini tengah duduk di samping ku.'
Min Ji dan dia belum memulai percakapan. Kami masih sibuk satu sama lain.
Sampai akhirnya, kami berbicara banyak hal.
'Ahh ... rasanya tidak ingin waktu cepat berlalu, Jisung Sunbae benar-benar orang yang asyik beda dengan Min Yoongi dia sangat menyebalkan_-'
"Park Min Ji." panggil Jisung di saat Min Ji tengah tersenyum jaim atas candaannya.
"Ne." jawabnya. Jisung sunbae mendekat ke arahnya. Gadis itu kaget di saat wajahnya dan wajah dia bertemu sangat dekat. Dia mengusap kepala Min Ji, entah apa yang dia lihat di atas kepala gadis ini. Dia masih dalam posisi ini dekat sangat dekat, Min Ji menatap ke arahnya. Deru napasnya sangat terdengar jelas di telinganya.
Cup
Hupp ... Min Ji mematung, matanya terbelalak seketika ketika kecupan itu mendarat mulus di pipinya. Oh, rasanya pipi iya memerah saat ini seperti kepiting rebus.
Ah ... Min Ji merasa sangat malu, Jisung Sunbae hanya tersenyum melihat gadis itu salah tingkah.
Baru aja. Min Ji dan dia bahagia-bahagian. Tiba-tiba Min Yoongi itu datang menghampiri mereka.. Min Yoongi benar-benar merusak moment_-
"Ayo pergi dari sini!" ujar Yoongi yang ingin menarik tangan Min Ji, seterika di hempas oleh Jisung Sunbae, tangan Min Ji di genggaman olehnya. Min Ji tersenyum ketika melihat genggaman itu, oh ... Dia tidak percaya ini.
"Anda siapa?" tanya Jisung pada Yoongi.
"Tidak penting!" jawab Yoongi, ingin menarik tangan Min Ji kembali.
"Anda jangan kasar pada wanita yah." ujar Jisung yang sedikit emosi.
"Alah, banyak omong lu! " ujar Yoongi yang tak ada angin tak ada hujan. Dia memukul wajah Jisung. Min Ji yang melihat itu kaget dengan apa yang di lakukan oleh Yoongi. Mengapa dia sangat bruntal?
Dia rasa Yoongi tidak sopan padanya. Jisung membalas pukulan Yoongi dengan sangat keras sampai Yoongi sedikit terpental. Darah segar keluar dari sudut bibirnya. Yoongi tidak terima dengan apa yang di lakukan oleh Jisung Dia hendak ingin memukul Jisung kembali. Tapi dengan sigam Min Ji mencegahnya. Dia tidak ingin mereka terus berkelahi.
Min Yoongi yang tau Min Ji berdiri di hadapannya dengan posisi menahan dengan kedua tangannya. Dia diam dan mengurung kan niatnya untuk memukul Jisung kembali.
Min Ji lihat tatapan kekecewaan itu. Min Ji tidak bermaksud untuk membela Jisung, hanya saja dia tidak ingin mereka terus berkelahi.
Yoongi menarik tangan Min Ji dan membawanya pergi dari sana meninggalkan Jisung.
.
.
Yoongi membawa Min Ji kembali ke mobilnya.
Plak
Satu pukulan mendarat mulus di kepalanya. Cukup keras dan ini sangat sakit. "Yak! Kenapa kau memukul kepalaku?" ujar Min Ji sambil mengusap kepalanya. Karena jujur ini rasanya sakit. Dia memang tidak mempunyai perasaan!
"Itu hukum untuk mu. Istri genit. Yak! Park Min Ji. Apa kamu lupa kalau kamu itu sudah mempunyai suami heoh?" kesal Yoongi padaknya, Min Ji hanya terdiam saja sambil mengusap kepalanya, tidak peduli akan ucapan nya.
"Memangnya siapa suamiku? Apa kamu menganggap ku sebagai istrimu?" pertanyaan konyol itu berhasil keluar dari mulutnya. Habisanya dia sangat merasa kesal pada dirinya itu.
"Yak! Aku ini suamimu dan kau ini istruku! Aaiissh ... dasar gadis bodoh!"
"Berhenti memanggilku bodoh Yoongi! Lagian apa urusanmu. Mau aku ngelakuin ini itu kan terserah aku."
"Eh. Park Min Ji! Apa kamu benar-benar bodoh heoh? Kamu bertanya apa urusan nya. Kamu ini polos atau memang bodoh sih. Kamu ini sudah menikah Park Min Ji!"
"Yah aku memang sudah menikah lalu apa urusan nya?" tanyaknyavpada Yoongi dengan tatapan polos.
"Kau. Aarrrgghh ...." Yoongi merasa kesal sekesal-kesalnya saat ini. Min Ji bisa melihat jelas kekesalan itu. Yang jadi pertanyaan nya kenapa dia harus kesal, bukankah dia tidak mencintai nya. Kenapa di harus marah. Bukankan ini terlihat sedikit aneh?
Min Ji menatap ke arah Yoongi yang masih mengendalikan emosi. Dia heran padanya, kenapa Yoongi bisa semarah ini pada Min Ji?
Chu~
Entah apa yang terjadi saat ini. Seketika bibir mungil itu mendarat mulus di bibir mungil milik Min Ji. Gadis itu terbelalak kaget dengan apa yang Yoongi lakukan padanya saat ini. Kenapa dia menciumbya, apa yang dia pikirkan?
Min Ji berusaha untuk melepaskan ciuman dia. Tapi dia malah menarik pinggangnya hingga jatuh kedekapannya.
Yoongi melumat lembut bibir Min Ji. Dia tidak bisa merasakannya. Gadis itu merasa antara bingung, dan malu.
Yoongi tidak berhenti dia terus melumat bibirnya. Sampai akhirnya nya Min Ji membalas lumatan itu. Namun dia merasa aneh, rasanya asin?
'Apa aku telah menelan darah akibat pukulan tadi?' batin nya. Min Ji menelan susah saliva yang terasa asih anyir itu.
Yoongi melepaskan ciuman nya dan mengusap bibir Min Ji Karena dia tau Min Ji menelan darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"Kenapa kamu mencium ku?" tanya Min Ji dengan tatapan polosnya.
Plak
Satu pukulan itu mendarat kembali di kepala nya. "Yak! Kenapa kau memukulku kembali?" rengek Min Ji.
"Kamu banyak tanya!"
"Yak! Dasar gila! Menyebalkan sekali!"
-
--
---
----
-----
Tbc