Bad Husband

Bad Husband
Menjaga Alisa



Menjaga Alisa


"Cari titik lemah Kevin," Perintah seorang lelaki yang sedang duduk di kursi kayu berwarna hitam. Lelaki tersebut duduk sembari membelakangi beberapa orang yang berdiri di belakang nya. Seseorang tersebut tidak lain Ialah Arnol.


Arnol memerintahkan anak buah nya untuk mencari tau kelemahan Kevin bertujuan agar ia bisa melemah kan lawan nya tersebut.


"Baik tuan. Akan kami laksanakan," Balas salah satu anak buah nya dengan patuh.


"Saya beri waktu kalian satu minggu untuk mencari tau. Jika masih belum bisa, kalian sendiri yang akan saya bunuh!," Tegas Kevin sembari memutarkan kursi kayu nya menghadap ke arah anak buah nya yang sedang berdiri.


"Baik tuan," Ucap serentak anak buah nya.


Semua anak buah yang sedang berbaris pun pamit dari tuan nya untuk mencari tau kelemahan lawan. Sementara Arnol masih duduk dengan senyuman licik nya. Sekedar membayang kan bagaimana Kevin kalah dari nya saja membuat nya sangat senang.


"Apa pun dan bagaimana pun kau harus mati Kevin!." Gumam Arnol dengan kaki yang menyilang.


* * * * *


Sementara di tempat lain. Seorang lelaki tengah duduk di atas sofa. Seorang tersebut ialah Kevin. Hari ini ialah hari dimana ia harus berada di rumah seharian menunggu Hana yang masih berada di rumah sakit. Hana menitip kan Alisa pada nya di rumah dan meminta Kevin untuk menjaga keponakan nya menunggu ia pulang.


Hana sebenar nya ingin membawa Alisa sekalian kerumah sakit bersamanya, namun Alisa bersikeras menolak. Ia tidak mau melihat rumah sakit. Gadis kecil tersebut berkata jika ia bosan melihat rumah sakit dan seisi rumah sakit. Mendengar hal itu Hana dengan terpaksa menitipkan Alisa di rumah pada Kevin.


"Paman paman, lihat itu princes," Hana menunjuk ke televisi yang sedang ia tonton. Sudah satu jam ini Kevin terpaksa harus menonton film princes tontonan anak-anak yang membuat mata nya ingin mengantuk dan tidur namun Alisa selalu meminta nya untuk menonton. Jika tidak, Alisa akan menangis dan berteriak.


"Paman! kenapa diam?, lihat itu princes," Teriak Alisa.


"Aku lihat," Balas Kevin dengan bosan.


"Apa paman tau cita-cita ku?," Tanya Alisa.


"Tidak," Balas Kevin.


"Aku ingin menjadi princes yang cantik dan baik hati seperti di film itu. Tapi aku tidak ingin menikah dengan lelaki pemburu yang jahat seperti princes itu," Ucap Alisa dengan menunjuk ke arah televisi. Sementara Kevin yang tadi nya terlihat tidak menghiraukan apa yang Alisa katakan, mendengar perkataan Alisa kali ini entah mengapa membuat nya sedikit terganggu dengan kata Alisa yang mengatakan tidak mau menikah dengan tokoh lelaki tersebut. Kebetulan sekali tokoh pangeran yang ada di film sedikit ada kesamaan dengan diri nya.


"Ehemm. Kenapa kau tidak suka dengan pangeran?," Tanya Kevin.


"Karena pangeran jahat. Dia suka berburu dan membunuh hewan. Pangeran juga sering menyakiti princes cantik," Jelas Alisa.


"Tetap saja Alisa tidak mau. Lihat princes cantik selalu menangis karena di marahi oleh pangeran tampan yang jahat," Alisa menunjuk ke arah layar televisi yang menampakan pangeran. Kevin kembali terdiam beberapa saat.


"Pasti ada sebab kenapa pangeran memarahi princes," Ucap Kevin.


"Paman ini bodoh sekali. Orang yang menyayangi kita tidak akan marah walaupun kita melakukan kesalahan. Lihat saja bibi Hana, walaupun Alisa sering mengganggu dan menyibukkan nya, bibi Hana tidak pernah memarahi Alisa. Bibi Hana selalu berkata lembut kepada Alisa. Tidak seperti ayah, ayah selalu memarahi Alisa dan memukuli Alisa." Tutur Alam Alisa. Teringat bagaimana Ardi ayah Alisa yang ternyata sebelum nya sering memarahi anak nya tanpa sebab yang jelas. Mengingat hal itu seketika membuat Alisa menjadi murung.


"Ayah Alisa sering memarahi Alisa?," Tanya Kevin penasaran.


"Iya paman. Dulu setelah ibu Alisa meninggalkan Alisa, ayah sering memarahi dan memukuli Alisa. Sakit sekali paman. Untung ada bibi yang selalu melindungi Alisa. Bahkan bibi Hana pun sampai di pukuli ayah karena melindungi Alisa," Jelas Alisa. Kevin yang mendengar pun merasa sedikit tersentuh dengan cerita Alisa. Ia tidak menyangka jika hidup Hana dan keponakan nya memang rumit sejak dulu.


"Pernah Alisa ingin membenci ayah, namun bibi Hana berkata kalau kita tidak boleh benci kepada ayah. Bibi berkata jika ayah sayang dengan Alisa itu kenapa ayah memarahi Alisa. Padahal Alisa tau bibi sedang berbohong. Alisa tau jika ayah tidak pernah menyayangi Alisa," Lanjut Alisa.


"Bibi mu memang bodoh." Gumam Kevin.


"Tidak paman. Bibi tidak bodoh. Bibi memang orang baik yang tidak pernah suka membenci orang lain. Sejak dulu ayah selalu menyusah kan bibi tapi bibi tidak pernah membenci ayah," Jelas Alisa. Kevin yang mendengar pun di buat menjadi semakin tersentuh dengan cerita Alisa.


"Sudah di tipu dan di susah kan oleh Ardi, dia tetap saja bodoh " Ucap Kevin di dalam hati nya. Entah kenapa muncul rasa tidak terima di dalam diri nya di saat Hana yang ternyata pernah di perlakukan buruk oleh Ardi dulu nya. Kevin tau semua masa lalu Hana.


"Paman, aku lapar," Alisa menghoyang-goyang kan bahu paman nya.


"Memang kau menyusahkan aku saja. Mau makan apa?," Tanya Kevin dengan helaan.


"Aku ingin makan ice cream," Rengek Alisa.


"Ice cream tidak membuat mu kenyang," Ucap Kevin.


"Jika begitu aku akan makan nasi saja tapi setelah itu paman temani aku membeli ice cream ya?," Alisa berdiri dari atas sofa dengan semangat. Sementara Kevin yang melihat pun entah mengapa ikut senang melihat anak kecil di depan nya ini.


"Baiklah. Sekarang paman menyiapkan makanan di dapur," Kevin beranjak dari tempat duduk nya dan melangkah berjalan menuju dapur.


"Aku ikut paman!." Alisa berlari mengikuti Kevin dari belakang.


Sesampai nya di dapur, Kevin pun memasak telur mata sapi dan juga sosis. Setelah matang ia menata kedua menu tersebut di atas nasi hangat dan kemudian memberikan pada Alisa. Alisa menikmati makanan yang di buat oleh Kevin dan memakan nya hingga habis. Setelah habis, Alisa dan Kevin pergi ke supermarket dengan menggunakan mobil untuk membeli ice cream. Kevin membeli banyak varian ice cream untuk Alisa. Setelah selesai membeli mereka pun kembali pulang kerumah untuk menikmati makan ice cream sembari menonton televisi.


Di saat kedua nya memakan ice cream sembari menonton televisi, dari kejauhan terdengar suara langkah kaki seseorang. Kedua nya melihat ke sumber suara. Langkah kaki tersebut ternyata ialah Hana yang baru saja pulang dari rumah sakit.