Bad Husband

Bad Husband
Masih Mencari



Masih Mencari


Satu Minggu telah berlalu. Saat ini Hana sudah melakukan rutinitas seperti biasa nya. Hana suda bisa ke rumah sakit kerja seperti biasa nya. Hari ini ialah hari di mana Hana menghabiskan waktu istirahat nya hanya dengan bersama Alisa keponakan nya. Kali ini Hana membawa bekal makan siang untuk makan bersama Alisa.


"Bibi, dokter Zero memberitahu Alisa jika Alisa sudah hampir sembuh. Itu arti nya Alisa bisa tinggal bersama bibi. Yeayyyy," Alisa berkata dengan girang nya. Terlihat bagaimana senang nya karena bisa keluar dari rumah sakit.


"Iya sayang. Sebentar lagi Alisa bisa keluar dari rumah sakit dan tinggal bersama bibi selama nya," Ucap Hana sembari membersih kan mulut Alisa yang sedikit kotor karena cara makan nya yang belepotan.


"Berapa hari lagi Alisa bisa keluar, bibi?," Tanya Alisa.


"Bibi akan bertanya pada dokter dulu sayang. Jika Alisa sudah benar-benar dinyatakan sembuh, bibi akan langsung membawa Alisa keluar dari rumah sakit ini," Tutur Hana. Hana sebenar nya juga tak kalah senang mendengar jika keponakan nya bisa sembuh.


"Oke bibi. Alisa akan selalu mendengar perkataan dokter agar Alisa bisa benar-benar sembuh total dan Alisa bisa hidup dengan bebas," Ucap Alisa dengan senang. Hana ikut tersenyum mendengar nya.


"Iya sayang. Alisa juga harus makan supaya Alisa cepat sehat," Hana menyuapi sesendok bubur ke dalam mulut keponakan nya tersebut.


"Iya bibi."


Hana menyuapi Alisa hingga selesai. Setelah bubur nya habis, Hana pun kembali ke ruangan nya untuk kembali mengobati pasien. Mengingat jam makan siang atau jam istirahat nya sudah habis, membuat Hana harus buru-buru keluar dari ruangan Alisa dan kembali keruangan nya dengan menggunakan lift.


* * * *


Sementara di tempat lain. Seorang pria terlihat sedang menampar dan memukul bawahan nya. Seseorang tersebut tidak lain ialah Arlon. Saat ini Arlon tengah marah besar terhadap anak buah nya. Arlon begitu marah karena sudah satu Minggu ini, anak buah nya yang ia beri perintah untuk mencari kelemahan Kevin malah pulang tanpa mendapat kan apapun.


Mereka tidak mendapat kan informasi apapun mengenai kelemahan bos mafia yaitu Kevin. Tidak ada satu orang yang tau apa kelemahan lelaki itu. Hal tersebut membuat Arlon menampar dan memukul anak buah nya satu persatu hingga puas. Setelah puas, Arlon pun meminta anak buah nya untuk kembali mencari informasi mengenai titik yang paling lemah untuk melemah kan Kevin seorang bos mafia yang merupakan musuh nya.


"Cari tau sampai kalian mengetahui kelemahan nya!, jika masih belum tau, jangan harap kalian bisa bernafas lagi!," Teriak Arlon dengan melempar pas bunga kayu ke arah anak buahnnya yang saat itu sedang berdiri di depan nya. Anak buah nya hanya bisa tertunduk patuh dengan bibir yang mengalir darah segar akibat pukulan dari tuan nya Arlon.


"Baik tuan."


Beberapa anak buahn mu nya pun akhir nya kembali mencari informasi mengenai titik lemah Kevin. Kali ini anak buah nya di beri waktu satu Minggu lagi dari Arlon.


"Tunggu saja. Bagaimana pun cara nya, aku tetap akan membunuh dan menghancurkan hidup mu Kevin," Ucap Arlon sembari duduk di atas kursi. Mengingat Kevin, membuat Arlon mengepal kan kedua tangan nya dengan kuat. Amarah yang membara dari dalam diri nya selalu ingin keluar. Arlon selalu ingin melepaskan segala kemarahan nya ini namun ia selalu tidak punya cara untuk membuat Kevin terjatuh.


* * * *


"Kau lagi," Alya menunjuk ke arah Elber yang masih berdiri di depan super market.


"Kau," Ucap Elber sembari berjalan begitu saja melewati Alya.


"Sombong sekali." Batin Alya.


"Eeeeh, tunggu," Panggil Alya sembari berlari ke arah Elber. Elber pun menghentikan langkah nya dan membalikan tubuh nya ke arah Alya. Alya membuka tas nya dan mengambil beberapa lembar uang yang kemudian di berikan pada Elbert.


"Ini yang untuk hutang ku pada mu. Tolong ambil lah agar aku tidak merasa terganggu lagi," Ucap Alya dengan meletakan uang tersebut ke dalam saku kemeja Elber.


"Ambil kembali uang mu. Aku tidak butuh uang itu, aku ikhlas membantu mu," Elber mengambil uang yang di masukan Alya di saku kemeja nya dan kemudian mengulurkan ke Alya yang masih berdiri di hadapan nya.


"Tidak. Aku harus memberikan uang ini. Aku merasa berhutang jika kau tidak mengambil uang ini. Jadi tolong ambil lah," Ucap Alya sembari berlalu masuk ke super market dan meninggal kan Elber yang masih berdiri dengan membawa dua plastik buah dan juga makanan.


"Keras kepala sekali." Gumam Elber sembari kembali berjalan memasuki mobil meletakan barang belanjaan nya ke tempat belakang dan kemudian ia duduk di kursi depan. Karena tidak mau berdebat, membuat Elber akhirnya membiarkan uang tersebut di dalam saku nya.


Elber mengemudi menjauh dari super market untuk kembali ke markas nya.


Tidak butuh waktu lama, Elber pun sampai di markas. Ia membawa barang-barang belanjaan untuk masuk ke dalam markas. Sesampai nya di dalam, rekan yang lain nya mengambil alih barang belanjaan tersebut dan membawa nya menuju tempat rekan-rekan berkumpul.


"Tuan, lain kali tolong jangan meminta saya untuk berbelanja lagi," Ucap Elbert saat sampai di ruangan tempat perkumpulan dan terlihat di sana juga ada Kevin yang sedang duduk bersama rekan-rekan. Kevin hanya terdiam tidak mengacuh kan.


"Elber, sudah benar tuan Kevin meminta kau berbelanja. Sebab hanya kau yang bisa menjadi ibu-ibu yang mengerti harus membeli apa hahahaha," Ujar salah satu rekan nya sambil tertawa. Di ikuti semua orang di sana yang juga tertawa.


Memang selama ini hanya Elber yang selalu di perintah kan oleh Kevin untuk berbelanja kebutuhan markas. Sebab hanya Kevin lah yang bisa tau dan mengerti dalam membeli.


"Lain kali ku suruh kau yang belanja." Ucap Elber pada rekan nya tersebut yang membuat rekan nya terdiam.