Bad Husband

Bad Husband
Bad Husband



◽◽ Happy Reading ◽◽


.


.


.


Malam samakin larut, Yoongi masih terjaga sedari tadi. Dia enggan untuk tidur, dan memilih melihat majalah sambil memikirkan apa yang harus iya lakukan saat ini, agar mobil ini bisa jalan kembali.


Yoongi memikirkan apa yang seharusnya dia kerjakan saat ini. Apa dia harus diam saja, lantas besok bagaimana?


Dia beranjak keluar mobil, mencoba memperbaiki dengan segenap apapun yang iya bisa, masalah nyala atau tidak itu urusan nanti. Semoga saja mobilnya nyala.


.


.


.


.


.


.


.


.


Pagi menjelang. Jam sudah menunjukkan pukul 06 : 00. Matahari sudah terbit, Min Ji mengeliat bangun dari tidurnya. Gadis itu membuka kedua matanya. Dia memerasa nyaman tidur malam ini meski di dalam mobil. Min Ji tidak sadar kalau semalaman dia tidur di bahu Yoongi. Min Ji mulai tersadar dan melihat Yoongi yang masih tertidur, di saat Min Ji melihat ke arah Yoongi. Gadis itu seperti menahan tawanya. Kenapa? Karena dia melihat wajah putih Yoongi yang penuh dengan oli.


Apakah semalam dia memperbaiki mobilnya?


Min Ji menggelengkan kepalanya, dia mengambil tisu yang ada di dalam tasnya. Dia berniat untuk membersihkan oli yang ada di wajah Yoongi.


Min Ji masih menyusut oli yang ada di wajah Min Yoongi, dengar perlahan. Karena iya takut Min Yoongi bangun dari tidurnya. Kurasa dia sangat lelah saat ini,  ooh ... dia berusaha semalaman untuk memperbaiki mobil ini, meski Min Ji tidak tau! Entah mobil ini akan nyala atau tidak.


Tangannya masih mengusap perlahan wajahnya, berhenti sejenak di bibir mungil milik Yoongi ini, bibir yang semalam sempat mencium nya. Min Ji tersenyum ketika dia menyadari kejadian semalam.


'Bibir mu manis, sama seperti dirimu. Aku berharap ini akan terulang kembali.'


Usapan Min Ji benar-benar terhenti karena kini tangan Min Yoongi menggenggam tangannya, Min Ji kaget sesaat, di saat tangan Yoongi menghentikan tangannya, yang mengusap wajanya itu.


"Nyari kesempatan banget sih lu. Di saat gua tidur lu ngusap-ngusap wajah gua!" ujarnya. Min Ji melepaskan genggaman tangan Yoongi dan mendengus kesal.


"Aku hanya membersihkan wajahmu Min Yoongi, geer sekali kamu bilang bahwa aku mencari kesempatan." kesalnya.


"Halah. Bilang aja kali Min Ji, gak usah bohong gitu! Kamu terpesona kan pada wajah tampan ku yang tidak tertandingi ini!" dia tersenyum dengan satu kedipan di saat mengucap kan kata itu. Sumpah ini adalah kali pertamanya Min Ji melihat Min Yoongi sepercaya diri ini. Dan kalian tau apa reaksinya? Ilfil!


"Peduli amat apa kata kamu wahai Tn. Min Yoongi, sekarang aku ingin bertanya apa mobil ini sudah menyala?" Min Ji mengalihkan pembicaraan. Yoongi beranjak keluar dari mobil, menuju ke kursi depan.


"Kurasa sudah," jawab nya. Tapi Min Ji merasa sedikit meragukan ucapan dia itu. "Jinjja?"


Dia mengagukakan kepalanya dan mulai mencoba menyalakan mesin mobil ini dan akhirnya jalan juga.


"Aahh ... yess!" Min Ji berteriak girang ketika mengetahui bahwa mobil ini sudah menyala. Gadis itu sudah tidak sabar ingin pulang. Dan akhirnya mereka pun pulang. Meninggalkan kenangan di tempat ini.


.


.


.


.


.


Mereka sampai di apartemen Yoongi.


Dengan segera Min Ji keluar dari mobil di ikuti oleh Yoongi.


Baru 3 hari mereka menikah. Hari pertama, Min Ji di ikat dan menyusul Yoongi ketempatan nya. Hari ke dua dan ke tiga mereka habiskan di hutan, karena terjebak.


Ini. Baru permulaan tapi udah kek gini!


.


.


.


Huff ...


Mereka berdua langsung berbaring di atas sofa, rasanya sangat lelah saat ini. 2 hari 1 malam terasa lama waktu berjalan.


Yoongi menatap ke arah Min Ji yang saat ini tengah berbaring.


"Min Ji, masak gih. Aku lapar!" ujar Yoongi. Min Ji mengalihkan pandangnya pada Yoongi.


"Masak?"


"Iya. Apa kamu gak lapar? Udah dua hari kita gak makan!"


"Masak yah Yoon?" Min Ji terdiam sesaat ketika Yoongi. Menyuruhnya untuk masak, diam penuh dengan arti.


"Kenapa? Apa kamu gak bisa masak?" tanya dia. Min Ji melihat ke arah Yoongi.


"Masa lu gak bisa masak sih! Cewek macam apa lu yang gak bisa masak!" nada bicara Yoongi sedikit tinggi. Min Ji sedikit kaget dengan ucapan Yoongi padanya.


"Tidak! A-aku bisa masak kok!"


"Yaudah kalau gitu, masak gih. Gua udah laper banget yah!" suruh Yoongi kembali.


Min Ji bangkit dari duduknya. Dia berjalan ragu untuk ke dapur, entah apa yang harus iya lakukan saat ini. Memasak? Menyentuh perabotan dapur saja dia tidak pernah. Apalagi harus memasak? Ini suatu bencana!


"Min Ji ah, awas jika kamu tidak bisa memenuhi apa yang aku minta. Kamu akan menerima akibat nya!" ucapan Yoongi semakin membuat Min Ji ketakutan. Bagaimana ini, ini akan menjadi suatu masalah.


.


.


.


.


Yoongi sedikit merasa ragu apakah Min Ji itu bisa  memasak atau tidak. Yoongi pun segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Min Ji yang berada di dapur.


Setelah sampai dia melihat Min Ji yang tengah sibuk memasak entah apa yang dia pasak itu rupanya Min Ji sedikit terlihat kewalahan.


"Kau sedang masak apa Min Ji?" tanya Yoongi pada Min Ji yang masih saja sibuk.


Min Ji menyadari kedatangan Yoongi dan tersenyum ke arahnya.


"Ah, kamu tidak usah banyak tanya! Mendingan, kamu duduk saja tunggu sampai masakanku matang," suruh Min Ji.


Yoongi mengangkat bahunya acuh dan berjalan ke arah meja makan lalu duduk.


Tak begitu lama Min Ji datang membawakan semangkok sayur sup untuk Yoongi dan meletakaknya di atas meja makan.


Tapi Yoongi terdiam dan mengerutkan keningnya heran menatap apa yang di bawa oleh Min Ji itu.


"Ini apa?" tanya Yoongi sambil menunjuk sebuah sayur sop yang ada di hadapannya.


"Itu sayur sop, apa kamu tidak tau?" jawab Min Ji dengan wajah polos nya.


"Iya gua tau! Tapi kenapa tuh sayur sop warnanya item?"


"Emang nya salah yah? Kalau sayur sop warnanya hitam?"


"Lu masukin apa ke sayurnya Min Ji?" tanya Yoongi sekali lagi.


Min Ji berjalan ke arah lemari dan mengambil apa yang dia pakai untuk membuat sayur itu.


"Aku pake ini," ucap nya sambil memberikan botol kecap pada Yoongi.


Yoongi tercengang dan menepuk jidatnya "Lu campur kecap ke sayur nya?" tanya Yoongi. Min Ji mengangguk.


"Yaelah. Lu sadar gak? Yak kali sayur sop di tambahin kecap. Kurang vitamin lu?" kesal Yoongi.


"Emang salah yah?" tanya Min Ji dengan wajah polos nya.


"Pake nanya lagi. Lu gak sadar? Mana ada sayur sop pake kecap Min Ji. Bodoh banget sih lu!"


"Aku kan gak tau," ucap Min Ji dengan nada pelan.


"Katanya lu bisa masak. Masak sayur sop aja gak tau!" cetus Yoongi.


"Aku bisa masak ko. Tuh, aku kan udah masak buat kamu! "


"Masak apa lu? Ngeracunin gua? Gila pasti rasanya aneh ogah banget gua harus makan!" jelas Yoongi dengan nada kesal nya.


"Ah, Yoongi ah, aku minta maaf," ucap Min Ji dengan nada lirih.


Yoongi menatap ke arah Min Ji dan mengangkat sudut bibirnya "Gua gak butuh permintaan maaf," ucapnya sambil bangkit.


Yoongi menarik tangan Min Ji dan membawanya ke arah gudang.


"Lu masih ingat kan kata-kata gua. Kalau sampe lu gak bisa menuhin permintaan gua. Gua bakalan ngurung lu di gudang!" jelas Yoongi.


Min Ji tercengang dengan ucapan Yoongi. Dia menggelengkan kepalanya tanda tidak mau di kurung di gudang.


"Yak. Yoongi ah, jangan kurung aku. Aku minta maaf kan aku gak tau," pinta Min Ji dengan sangat.


"Bodo amat!" Yoongi mendorong pelan tubuh Min Ji masuk kedalam gudang itu dan menutupnya.


"Yoongi...." Min Ji mengetuk pintu gudang itu ketika dia sudah ada di dalam.


"Siapa seruh ngeyel!" ujar Yoongi sambil melangkah pergi.


.


.


.


.


.


Tbc.