
◽◽ Happy Reading ◽◽
Yoongi benar-benar meninggalkan Min Ji di jalanan yang begitu sepi. Apa dia tidak punya hati.
Min Ji medengus kesal. Dia berlari kembali untuk mengejar mobil Yoongi yang sudah tidak terlihat lagi.
.
.
.
Sementara, si manusia kulkas itu. Dia merasa puas di dalam hatinya ketika dia berhasil membuang Park Min Ji. Tapi seketika dia terbayang pada keluarga Park Min Ji yang menitipkan anaknya pada dirinya. Menyuruh dia untuk menjaga gadis itu,
Kalau sampai saat ini dia pulang tanpa gadis itu. Apa yang akan dia katakan pada kedua orangtuanya. Ah, dia bilang saja kalau Park Min Ji pulang, Karena rindu pada orang tua nya.. Tapi! Bagaimana jika orang tuanya menanyakan pada kedua orang tua Min Ji. Lalu orang tuanya bilang kalau Min Ji tidak pulang, karena dia ikut dengan ku dan tidak akan pulang kerumah orang tuanya.
Yoongi merasa bingung saat ini apa yang harus dia lakukan.
Lalu Yoongi, bagaimana jika di jalan Park Min Ji bertemu dengan orang jahat, lalu membunuhnya atau memperkosanya. Apa kamu tidak berpikir sampai ke sana? Kau meninggalkan gadis malang itu di jalanan yang sepi.
"Aaa ... Itu gadis benar-benar menyebalkan. Dia membuat ku ... aissh!" dengus nya.
Tiba-tiba hujan datang di siang ini, sangat lebat sekali, sekali lagi Yoongi merasa sangat khawatir pada kondisi Min Ji saat ini bagaimana dia kehujanan.
Yoongi memutuskan untuk memutar balikan mobilnya menyusul Park Min Ji kembali ke sana. Meski dengan perasaan yang sedikit kesal.
.
.
.
"Sialan hujan di siang hari. Mana baju basah semua, jalanan sepi lagi." keluh Min Ji di bawah pohon rindang, di berteduh di sana. Karena tidak ada tempat untuk berteduh, Min Ji jongkok, memekuk betisnya dia merasa sangat kedinginan, karena dia memakai pakaian nya basah.
Min Ji tak hentinya berkomat-kamit merasa kesal dengan apa yang Yoongi lakukan padanya, katanya Yoongi akan membahagiakan dia, tapi apa buktinya dia malah membuat Min Ji merasa menderita.
"Aku benci Min Yoongi." lirihnya. Tak terasa cairan bening itu menetes di sudut pipinya Park Min Ji. Gadis itu tersedu menahan tangisannya. Apalagi dengan ke adaannya yang kedingan.
Tiba-tiba. Min Ji merasakan tetesan air yang membasi tubuhnya berhenti. Min Ji menatap ke atas dan melihat Min Yoongi yang sedang memayunginya. Min Ji tersenyum ketika melihat Yoongi, ternyata si kulkas ini masih punya hati.
Yoongi mengulurkan tanganya ke arah Min Ji, gadis itu meraihnya, dia bangkit. Dengan segera Yoongi membawa Min Ji kembali ke mobilnya.
"Ku kira kamu akan benar-benar meninggalkan ku." ujar Min Ji. Ketika dia sudah ada di dalam mobil Yoongi.
"Tadinya. Tapi aku berpikir kembali, karena aku ingat pada keluarga mu dan keluarga ku. Kalau saja kau tidak punya keluarga, aku mungkin saja sudah membuangmu." ujarnya. Min Ji mendengus kesal dengan ucapan Yoongi itu. Tapi dia tersenyum ketika.
"Nah gitu dong. Aku kamu jangan lu gua kan enak i dengernya." ujar Min Ji, Yoongi hanya melirik sesaat Min Ji tanpa berkata.
"Ganti pakainmu," ujarnya. Min Ji kaget sesaat. "Apa ganti pakaian ku?"
"Iya. Apa kau ingin basah kuyup seperti ini?" Min Ji melihat ke arahnya. Iya juga, bukankan saat ini dia kedingan.
"Dimana?"
"Di kursi belakang. Ada pakaian ku kamu pakai saja."
Min Ji melihat ke kursi belangkang. Gadis itu merasa ragu untuk mengganti pakaiannya saat ini. Di hadapan Yoongi?
"Sekarang?"
"Tahun depan."
"Meh_-... tapi kamu gak akan ngitip kan?" tanya Min Ji pada Yoongi, Yoongi hanya melirik ke arah nya dengan sedikit senyuman.
"Ngintip, gua gak doyang sama lu, bocah kemarin. Apa enaknya!" Nada bicara Yoongi sedikit meremehkan Park Min Ji.
'Mungkin kamu belum liat! Liat aja nanti aku bakalan bikin. Kamu mati tak berdaya olehku.'
Min Ji merangkak ke kursi belakang yang tadinya dia duduk di kursi depan. Dia mengambil pakain yang ada di atas kursi mobil, Min Ji mulai membukakan satu persatu kancing baju.
Yoongi tidak melihat kebelakang tapi dia sedikit melihat di kaca spion yang pas terarah ke Min Ji yang sedang membuka bajunya.
Moment tak sengaja Yoongi melihat sesuatu membuat dia menelan susah saliva nya. Yoongi segera memalingkan pandangannya. Dia menggelengkan kepalanya, membuang pikiran yang yang saat ini sedikit ternodai.
Min Ji, sudah selesai mengganti pakaiannya, dia kembali ke posisi duduknya di samping Yoongi. Min Ji melihat ke arah Yoongi yang terlihat pucat.
"Kau kenapa?" tanyanya. Yoongi sedikit kaget, padahal Min Ji tidak mengagetkannya. Dia sedikit refleks seperti nya.
"Ah. Ani aku tidak apa-apa."
Min Ji. Merasa curiga pada Yoongi sikapnya seketika berubah begitu saja.
"Kamu tadi ngitup aku yah?" canda Min Ji. Tapi Yoongi malah menatap tajam dirinya.
"Ani. Aku tidak mengintipmu!" tegasnya.
"Bohong, ngaku aja."
Yoongi mengangkat sudut bibirnya, "Untuk apa gua mengintip lu hoeh! Lu itu masih kecil, tidak ada bagian tubuh lu yang buat gua terangsang!" tegasnya kembali dengan nada yang sedikit emosi. Min Ji hanya menatap polos Yoongi.
"Kalau tidak. Tidak usah berbicara seperti itu. Seperti orang yang ketakutan saja kamu," ujar Min Ji. Yoongi seketika sekakmat oleh ucapan Min Ji. Benar juga jika Yoongi memang tidak mengintip Min Ji untuk apa dia harus terlihat ketakutan.
Bilang aja Yoon. Iya gua ngintip dikit'-'
Yoongi salah tingkah. Dia segera menyalakan mobilnya untuk pergi dari sana.
.
.
.
"Kenapa?"
"Kurasa mobilnya mogok." ujar Yoongi.
"Aaiisshh ... yang benar saja Yoongi?"
Yoongi membuka pintu mobil nya untuk mengecek kedaan mobilnya. Hujan mulai kecil, membasahi bajunya.
Yoongi melihat mesin mobilnya.
Apa yang harus di lakukan? Dia bahkan tidak tau soal mesin.
Yoongi kembali masuk ke dalam.
"Bagaimana?"
"Gua gk tau!" jawabnya dengan wajah datar.
"Kamu gak tau?" tanya Min Ji kembali.
"Apa kamu membawa ponsel?" tanya dia. Min Ji terdiam.
"Aku tidak bawa ponsel Yoongi."
Jangan kan ponsel tas juga dia tidak bawa.
"Bagaimana bisa? Aaiissh ... mana aku ponselku mati lagi, bagaimana cari aku menghubungi orang bengkel." ujarnya.
'Ucapan Yoongi membuatku sedikit takut, apa aku dan dia bisa pulang? Di tempat ini.'
Min Ji menatap kanan dan kiri, suasana di tempat ini sangat sepi. Seketika dia merasa takut sesuatu yang buruk terjadi padanya dan Yoongi, apalagi dia tidak tau ini di daerah mana.
Yoongi membuka kembali pintu mobilnya dan hendak ingin keluar dari mobil.
"Yoongi kau mau kemana?" Yoongi melirik ke arah Min Ji yang terlihat sangat ketakutan.
"Gua mau buang air kecil Min Ji."
"Ikut!" jawaban konyol yang keluar dari mulut Min Ji. Membuat Yoongi sedikit tertawa.
"Kau ingin mengintipku?"
Min Ji. Menggelengkan kepalanya, "Ani aku takut, jangan tinggalkan aku."
"Hanya sebentar."
Min Ji, menggelengkan kepalanya, dia tetap pada keinginannya untuk ikut bersama dengan Yoongi. Yoongi, keluar dari mobilnya. Di ikuti oleh Min Ji yang langsung menghampiri Yoongi.
Yoongi acuh saja pada Min Ji yang mengikuti setiap langkahnya kemanapun dia pergi.
Min Ji berjalan di belakang Yoongi, mengikuti langkah kaki Yoongi yang entah ingin kemana. Yoongi menghentikan langkah kakinya, dia berbalik, menghentikan langkah kaki Min Ji. Jari telunjuknya menancap mulus di kening Min Ji membuat gadis itu menghentikan langkah kakinya.
"Tunggu di sini!"
Min Ji melirik ke arah Yoongi dengan tatapan polosnya. Yoongi melangkah kembali meninggalkan Min Ji di sana. Dia mencari tempat aman. Tidak terlalu jauh dari tempat Min Ji berdiri.
Beberapa menit berlalu.
Min Ji nampak tidak tenang, dia menatap ke kanan dan ke kiri, melihat sekeliling, hutan. Bukan hutan seperti hutan banyak pohon beringin di sini. Dia juga merasa heran kenapa bisa Yoongi membawanya ketempat seperti ini apalagi berniat membuangnya.
Min Ji merasa ada yang merayap di bahunya. Sesuatu entah apa itu, yang pasti makhluk itu berhasil membuat nyali Min Ji menciut.
"Min Yoongi!" teriaknya. Dia segera berlari ke arah Yoongi.
"Ular, ular." Min Ji memeluk Yoongi yang ada di hadapannya itu, dia tidak mempedulikan entah Yoongi sudah selesai atau belum yang pasti dia merasa sangat takut saat ini. Yoongi yang kaget akan hal yang di lakukan oleh Min Ji itu hanya bisa diam saja.
"Ular?"
Min Ji mengagukakan kepalanya di pelukan Yoongi. Ular? Padahal Min Ji tidak tau hewan apa yang menempel di bahunya. Tapi dia sudah menyimpulkan bahwa itu adalah ular.
"Mana?"
"Di bahuku." ujar Min Ji dengan nada ketakutan nya. Yoongi tersenyum tipis. Ketika dia melihat bahu Min Ji yang di tempeli oleh belalang kecil. Dasar penakut.
Min Ji, namak nyaman di pelukan Yoongi, dia enggan untuk melepaskan nya. Entah di sengaja atau tidak, tapi nampaknya Yoongi juga merasa senang. Dia malah tersenyum kecil dan mengusap kepala Min Ji.
-
--
---
----
-----
Tbc.
Udah mulai sayang yah bang :v