Bad Husband

Bad Husband
Diketahui Alisa



Diketahui Alisa


"Paman mau kemana, bibi?," Tanya Alisa setelah Kevin menghilang di balik pintu. Alisa duduk bersebelahan dengan bibi nya sembari menyandarkan kepala nya ke pangkuan bibi nya dengan manja.


"Paman ada urusan penting sayang," Jawab Hana dengan mengelus-elus kepala keponakan kecil nya dengan lembut.


"Bibi, ternyata paman ia itu sangat baik. Alisa kira sebelum nya paman Kevin orang jahat," Alisa berkata dengan memainkan tangan bibi nya.


"Dia memang jahat. Siapa yang bilang Kevin itu baik." Batin Hana.


"Kenapa Alisa bisa mengatakan jika paman Kevin itu orang jahat sebelum nya?," Tanya Hana.


"Karena pertama kali bertemu, paman terlihat begitu dingin. Wajah nya seperti pemarah yang jahat sekali. Alisa pikir paman itu jahat. Tapi sekarang Alisa menyadari jika paman bukan orang jahat. Paman orang baik," Tutur Alisa.


"Memang nya paman sebaik apa saat bibi tidak di rumah?," Tanya Hana. Mendengar cerita keponakan nya mengenai Kevin, membuat Hana menjadi penasaran bagaimana Kevin memperlakukan Alisa saat diri nya tidak dirumah.


"Paman sangat baik. Walaupun dia membuat Alisa sedikit jengkel dengan wajah nya yang selalu dingin tapi paman selalu menuruti kemauan Alisa," Jelas Alisa.


"Saat Alisa lapar tadi nya, paman membuat kan makanan untuk Alisa. Lalu Alisa meminta paman untuk membeli ice cream, paman juga membeli kan banyak ice cream untuk Alisa," Lanjut Alisa dengan kedua tangan yang terbuka menggambarkan betapa banyak nya Kevin membelikan untuk nya ice cream.


"Benarkah?, wah. Lalu Alisa menyimpan ice cream dimana yang banyak?," Tanya Hana lagi.


"Paman menyimpan ice cream yang banyak di dalam kulkas. Kata paman, Alisa tidak boleh memakan terlalu banyak ice cream. Alisa hanya boleh memakan ice cream satu ice cream saja untuk hari ini. Besok baru Alisa makan ice cream lagi tapi satu ice cream. Agar Alisa tidak sakit karena banyak memakan ice cream," Jelas Alisa. Hana yang mendengar pun tersenyum mendengar cerita keponakan nya. Hana tidak menyangka jika suami nya tersebut juga mampu memperlakukan dan memperhatikan anak kecil dengan baik.


"Ternyata dia masih punya hati nurani juga." Ucap Hana di dalam hati nya.


"Bibi, Alisa ingin bertanya sesuatu pada bibi. Apa boleh?," Tanya Alisa dengan tidur di pangkuan Hana.


"Boleh sayang. Alisa ingin bertanya apa?," Tanya Hana dengan memegang hidung keponakan nya.


"Paman Kevin itu siapa nya bibi?," Tanya Alisa. Hana yang mendengar pun terdiam beberapa saat mendengar pertanyaan Alisa. Hana bingung harus berkata apa.


"Bibi, kenapa diam?, Alisa tanya paman Kevin itu siapa nya bibi?," Tanya Alisa yang membuyarkan lamunan Hana.


"Eummm. Paman Kevin itu teman nya bibi," Jawab Hana. Berat sekali bagi Hana untuk berkata jujur mengenai Kevin pada Alisa.


"Teman bagaimana?, bibi jangan berbohong. Alisa tau jika paman Kevin itu suami nya bibi," Alisa menghela nafas nya dengan melihat ke arah bibi nya. Sementara Hana yang mendengar pun menjadi terkejut. Hana tidak tau harus berkata apa dan bagaimana.


"Tentu saja tau bibi. Paman tadi memberitahu Alisa. Paman mengatakan jika bibi Hana bukan hanya milik Alisa saja, tapi bibi itu milik paman juga karena paman dan bibi itu suami istri. Jadi Alisa jangan mau bersama bibi terus. Begitu kata paman," Adu Alisa.


"Paman yang berkata begitu?," Tanya Hana tidak percaya.


"Iya bibi. Alisa yang mendengar pun tadi merasa kesal dengan paman. Bagaimana bisa paman berkata meminta Alisa untuk tidak terus bersama bibi. Sedangkan Alisa hanya punya bibi saja. Untuk paman mengajak Alisa membeli ice cream jadi Alisa tidak jadi kesal," Celoteh Alisa. Hana yang mendengar pun menjadi tertawa mendengar keponakan nya tersebut.


"Hahahaha.....Mana mungkin bibi tidak bersama Alisa. Alisa keponakan kecil bibi satu-satu nya dan juga keponakan bibi yang cantik. Jadi bibi akan selalu bersama Alisa." Ucap Hana dengan mencubit pelan pipi Alisa. Alisa yang mendengar pun merasa cukup tenang dengan perkataan bibi nya.


* * * * *


Di markas. Semua penghuni markas hari ini bergotong royong bersama membersihkan ruangan luas tersebut. Kevin memanggil dan memerintahkan semua anak buah nya untuk membersihkan markas gelap mereka. Mulai dari mengepel lantai, membersihkan kaca, membersihkan kamar serta membersihkan setiap ruangan lain nya didalam markas. Kevin juga meminta anak buah nya untuk memasangkan lampu di setiap ruangan agar markas menjadi terang.


Mendengar perintah tuan nya kali ini cukup membuat heboh seisi markas. Semua kebingungan dengan perintah Kevin yang tidak biasa. Dulu sekali pernah ada usulan dari beberapa anak buah nya agar markas di pasangkan lampu setiap ruangan supaya ada cahaya dan tidak gelap, namun Kevin menolak. Sekarang tiba-tiba tuan nya tersebut malah memerintahkan yg untuk memasangkan lampu. Hal tersebut tentu saja cukup aneh bagi para penghuni. Walaupun kebingungan dengan tingkah tuan nya hari ini, para anak buah Kevin tetap menuruti perintah tuan nya. Setelah membersihkan ruangan hingga halaman, mereka kemudian memasangkan lampu di setiap ruangan baik itu di ruangan luas sampai ruangan kecil sekalipun. Tidak lupa juga mereka memasang kan AC di tempat kumpul mereka agar tidak kepanasan. Itu semua mereka lakukan atas perintah tuan nya Kevin.


"Apa kita seorang mafia yang di takuti banyak gangster, sekarang berpindah perkerjaan menjadi seorang bersih-bersih?," Tanya Elber dengan salah satu rekan nya. Elbert menghela nafas nya.


"Seperti nya begitu. Ada apa yang mengganggu pikiran tuan Kevin. Sungguh aneh hari ini." Begitu lah percakapan yang terdengar dari para anak buah nya.


"Tapi bagus juga. Lihat ruangan ini terlihat begitu rapi dan indah di pandang setelah dibersihkan dan dipasangkan lampu," Elbert memandangi sekeliling ruangan tempat titik kumpul mereka yang biasa nya cukup gelap dan suram, kini terlihat begitu rapi dan terang.


"Apa sudah selesai semua?," Tanya Kevin yang baru saja keluar dari salah satu ruangan. Kevin berjalan ke arah anak buah nya yang sedang duduk beristirahat di atas sofa.


"Sudah tuan," Jawab serentak anak buah nya.


"Baguslah. Kalian boleh istirahat dan makan siang. Jaga markas baik-baik. Saya mau pulang," Titah Kevin sembari mengambil hodie nya yang terletak di atas meja dan memakai nya.


"Pulang?, tuan, saya lihat-lihat tuan sudah lebih sering berada di rumah dari pada di markas," Ucap Elbert terheran.


"Elbert, kamu saya suruh jaga markas bukan malah memperhatikan saya pulang atau tidak," Ucap Kevin sembari melihat ke arah Elbert. Elbert pun tertunduk meminta maaf.


"Maaf tuan."


"Kalian tetap berada di markas. Untuk mereka-mereka, tolong beri makan yang layak," Ingat Kevin sembari melihat kearah para sandera nya yang terikat di sudut ruangan. Semua anak buah nya mengiyakan.


Setelah mengingatkan anak buah nya, Kevin pun keluar dari markas untuk kembali pulang kerumah. Mengingat hari juga sudah cukup malam, Kevin memutuskan untuk pulang dan beristirahat.