Azka Vincent

Azka Vincent
Episode 78



Alister menatap tajam gedung kumuh didepan nya. Dia juga melihat banyak bawahan Teo menjaga dari luar.


Tangan Alister terkepal kuat, sangat ingin mengeluarkan senjata miliknya tapi mengingat Azka berada di tangan Teo seketika menghentikan niatnya.


"Dimana bos kalian?" Suara Alister terdengar sangat dingin membuat mereka yang ada disana sedikit merinding.


"Bawa di kedalaman" Mendengar suara tersebut dua diantara mereka langsung saja membawa Alister kedalam sembari mencekal kedua tangan Alister. Al tentu saja marah, tapi lagi-lagi mengingat sang adik ia hanya membiarkan saja.


Sesampai diruangan dimaksud, mereka baru melepaskan cekalan nya tetapi mereka tetap mengawasi pergerakan Alister.


"Nyali Lo besar juga, masih kayak dulu. Memang patut dibanggakan!" Teo berdiri dari kursi nya dan berjalan menghampiri musuh bebuyutan nya itu.


"Sekarang lepasin adik gue!" Alister sama sekali tidak peduli dengan ejekan itu, yang ada dipikiran nya hanya keselamatan sang adik.


Prok..


Prok..


Teo tertawa, "Woww...segitu peduli nya Lo sama anak pungut itu. Bahkan Lo rela berkorban demi orang yang bukan sedarah sama Lo... Gue benar-benar salut sama Lo dan keluarga bodoh Lo itu!"


Tangan Al mengepal mendengarnya, "Jangan buat gue hilang kendali Teo, mana Azka?"


Bukannya takut melihat kemarahan Alister, Teo malah semakin tertawa sinis. Tanpa di sadari Al, Teo telah memberi kode kepada salah satu bawahannya untuk segera memulai rencananya.


Salah satu dari mereka tampak mengeluarkan sesuatu dibalik sakunya dan diam-diam bergerak kearah Al. Al tidak bodoh, ia menyadari ada yang beres. Langsung saja ia mengeluarkan pistol miliknya.


DORR...


Sebuah peluru seketika bersarang di kepala salah bawahan Teo tadi. Tentu saja tindakan Al membuat Teo geram dan memerintahkan bawahannya mengepung Al.


"Lo benar-benar gak nurut omongan gue, kalo gitu terima aja kematian adik kesayangannya Lo!" Suara Teo membuat pergerakan Alister berhenti. Dan saat itu juga ia melihat kondisi sang adik, seketika amarah memuncak melihat kondisi bahkan jauh lebih parah daripada sebelumnya.


"TEO BAJINGAN, LO APAIN ADEK GUE BANGSAT!"


Di balik kaca besar, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri keadaan Azka yang sudah babak belur bahkan terdapat banyak darah telah mengering di wajah dan pakaian nya. Al mengamuk, namun saat melihat salah satu bawahan Teo berdiri didekat sang adik dengan senjata membuat Al seketika melemah.


"Lepasin adek gue Teo, Lo boleh siksa gue...asalkan jangan adek gue...dia gak tau apa-apa" Teo tentu saja terkejut melihat ketidakberdayaan seorang Alister, kemana pergi nya seorang Alister yang dingin dan kejam. Teo bahkan tertawa keras melihat kelemahan seorang Alister.


"Bagus, kalian bawa dia keruangan bawah tanah!" Perintah kepada bawahannya.


"LEPASIN ADEK GUE BANGSAT!!" Alister tidak akan percaya seorang Teo akan menuruti nya, tenaga nya memang kuat tapi karena pegang tiga orang pria berbadan besar membuat Alister kesusahan.


Teo seakan menulikan pendengaran, dia hanya menatap sinis kearah Alister yang sudah mulai menghilang dari pandangannya.


"Kasihan sekali!" Ejek nya pada Azka. Semua itu ulah ayah angkat nya, bahkan ini belum seberapa.


...


Di sisi lain, Antonio dan yang lain terlihat sedang adu peluru dengan para bawahan Teo dan Kendrick yang menghadang perjalanan mereka.


"Sialan! Bajingan itu benar-benar sudah merencanakan semuanya!" Rafa menggeram marah, apalagi mengingat adiknya Alister telah pergi sendirian. Dia tidak yakin adiknya itu akan lolos.


Hampir setengah jam mereka perang, akhirnya semua bawahan Kendrick berhasil mereka bunuh semuanya. Para sahabat Alister dan Azka juga telah pergi terlebih dahulu menyusul Alister.


Tak butuh waktu lama, mereka akhirnya sampai ditempat tujuan. Suara pukulan, tembakan kembali terdengar di gedung tersebut. Teo dan Kendrick hanya menonton dari balik layar, mereka sama sekali tidak takut mengingat kedua tawanan nya.


"Antonio, kau tidak akan bisa berkutik sekarang" Kendrick tertawa terbahak-bahak saat membayangkan wajah tak berdaya musuhnya.


"KENDRICK! KEMBALIKAN PUTRAKU BRENGSEK!!" Suara teriakan Antonio menggema di dalam gedung tersebut.


Prok...


Prok...


"Wahh...Wahh...ada gerangan apa ini musuh kesayangan ku mendatangi markas megah ku ini!" Kendrick dengan santai nya keluar dari persembunyiannya, dia bahkan tidak peduli dengan para bawahannya yang sudah tepar semua.


Antonio dan yang lain menggerakkan giginya, "Dimana kedua putra ku?" Nathan dan Derga bahkan sudah kesusahan menahan emosinya saat melihat tatapan remeh Kendrick.


Rafa dan Melvin menggerakkan rahangnya mendengarnya.


"Bajingan! Kau jangan mempermainkan kami" Rafa menatap Kendrick seperti ingin memakan hidup-hidup.


DORR...


Melvin sudah tidak tahan segera saja melepaskan tembakan kearah Kendrick yang mana membuat Kendrick terkejut setengah mati.


"Sialan! Para bawahan ku sudah banyak yang tumbang, dan mereka berhasil membuat ku terpojok!" Kendrick hanya bisa mengumpat dalam hati. Sekarang memang hanya kedua putra Antonio itu yang bisa menyelamatkan nyawa nya. Ia juga menyalahkan Teo karena yakin rencana nya tidak semulus yang dipikirkan nya.


"Bagus, seperti kalian memang tidak takut dengan ancaman ku! Bagaimana jika aku membuat nyawa putra kesayangan kalian berakhir"


Usai Kendrick mengatakan hal tersebut tiba-tiba saja Teo dan beberapa bawahan lainnya membawa Azka. Seketika itu pandangan Antonio dan yang lain beralih kearah sana, darah mereka seakan mendidih melihat keadaan Azka.


"BAJINGAN!!"


Azka yang telah sadarkan diri ikut menatap kearah depan, saat melihat mereka matanya langsung saja memerah, "D-dady...P-papa...P-papi...A-bang...t-olong A-zka! Hiks...b-badan Azka sakit semua!"


Mendengar suara rintihan itu membuat jiwa mereka ikut melemah, siapa yang akan tahan melihat dan mendengar suara kesakitan kesayangan mereka.


"A-azka..."


Berbeda dengan Kendrick dan Teo mereka terlihat menikmati sekali drama tersebut, "Ck, sungguh drama yang memuakkan!" Ujar Kendrick kemudian.


"Teo lakukan! Hari ini juga kita akan membalas kematian adikmu! Mereka harus merasakan apa yang aku rasakan" Perintah Kendrick dengan tegas.


Tentu saja ucapan Kendrick bagaikan petir disiang bolong bagi Antonio dan yang lain, "KENDRICK KAU JANGAN MAIN-MAIN DENGAN UCAPANMU!" Amarah Nathan.


"Ha-ha-ha... main-main seorang Kendrick tidak pernah main-main dengan ucapannya" Kendrick tertawa tepatnya menertawakan para musuhnya.


"Kendrick, kau tidak membalasnya kepada Azka. Dia tidak tau apa-apa...jika kau memang sangat ingin membalas kematian putramu kau bisa membunuh ku!" Kata-kata Antonio membuat mereka yang disana tidak percaya. Bahkan Teo terkikik mendengar nya ternyata bapak sama anak sama saja.


Rafa, Melvin, Nathan dan Derga ingin sekali bergerak tapi mereka juga tidak boleh gegabah karena jika mereka melakukan pergerakan sedikit saja maka nyawa Azka taruhannya.


"Woww...kau sangat bermurah hati Nio, tidak salah bawahan ku menculik kesayangan mu ini... ternyata seorang anak pungut bisa membuat seorang Antonio putus asa!" Kendrick tersenyum mengejek.


"Jika begitu maka kau juga harus mati Nio!" Kendrick tiba-tiba saja mengubah arah pistol nya kepada Antonio. Tangis Azka semakin kencang melihat ketidakberdayaan Daddy-nya.


Rafa yang sudah tak bisa menahan emosi langsung saja melepaskan tembakan kearah Kendrick. Membuat suasana kembali ricuh, Kendrick juga memerintahkan para bawahannya yang lain untuk menyerang.


Di luar Bagas, Lio, Nano dan para sahabat Alister juga telah berhasil mengalahkan anak-anak Dragon. Mereka langsung saja menyusul kedalam saat mendengar suara tembakan.


"BAGUS...BAGUS...KALIAN SEPERTI MEMANG INGIN BOCAH INI MATI DITANGAN GUE!"


Teo yang telah berpindah kembali ketempat Azka dengan pistol dia arahkan tepat ke kepala Azka.


Kendrick yang sedang baku hantam dengan Antonio tertawa melihat aksi Teo. Hal tersebut membuat Antonio lengah dan kesempatan bagi Kendrick memukulnya.


Bagas, Lio, Nano, Kenzie, Naufal dan Samuel melihat apa yang akan dilakukan Teo tentu saja terbelalak.


"B-bos.../A-azka!!"


Teo terlihat sangat gembira melihat ekspresi mereka, "Satu...D-dua..."


DORR...


DORR...


"TIDAAKKK...AZKAA/BOSS/ ADEK..." Nafas mereka seakan berhenti mendengar suara tembakan tersebut.


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT