Azka Vincent

Azka Vincent
Episode 34



“Gue liat sejak pagi tadi lo muka Lo ditekuk terus bos, Napa Lo?!” Pertanyaan itu keluar dari bibir seksoy Nano, sedangkan Bagas, Radit dan Lio hanya diam menyimak dengan tatapan ikut mengarah pada Azka.


Sekarang mereka sedang berada di kantin sekolah.


Azka yang awalnya sibuk mengotak-atik ponselnya mengangkat kepalanya menatap Nano dengan beberapa kerutan di dahi nya, “Ck, nggak usah nanya gue lagi males jawab!” Ucapnya dengan nada ketus.


“Sensian amat Lo bos, kayak cewek aja” Degus Nano yang hanya dibalas tatapan males dari Azka.


“Kayak gue tau nih kenapa?” Perkataan Radit membuat tatapan mereka beralih ke arah nya. Hanya Bagas yang tidak terlalu menanggapi karena tidak penting juga baginya.


Saat akan menjawab terdengar suara gebrakan yang membuat mereka mengalihkan pandangan nya kearah suara tersebut.


Braakk...


Tidak jauh dari tempat mereka duduk terlihat Queen dkk menatap tajam seorang siswi cupu.


“Lo punya mata nggak sih! Belum puas sama hukuman kemarin Hah!!” Suara Queen menggelegar membuat keadaan kantin hening, namun tidak ada yang terlalu kaget karena sudah biasa terjadi.


“M-maaf k-kak...Hiks...a-aku ben-naran nggak s-engaja..” cewek cupu itu berkata dengan takut diiringi suara tangisan nya.


Kedua sahabat Queen tersenyum sinis, “Apa Lo bilang! Gak sengaja, Lo pikir kita percaya ama omongan Upik abu kayak Lo” mereka tertawa sinis, lalu tanpa perasaan mendorong dan menampar pipi si cupu membuat nya terjatuh ke lantai.


“Cih...” Queen yang sedang marah meludahi tepat mengenai wajah buluh si cupu. Gimana nggak marah, gara-gara dia seragamnya jadi kotor.


Lalu mengambil air minumannya dan menumpahkan tepat ke kepala si cupu.


Queen dan kedua sahabatnya tertawa penuh ejekan, “Ini baru permulaan, karena gue lagi bedmood jadi selamat buat lo” ucapnya sebelum melangkah menjauh dari sana diikuti kedua sahabatnya.


Di tempat Alister dkk, mereka tampak biasa saja tidak ada niatan untuk membantu tapi ada diantara mereka menatap penuh kemarahan punggung Queen yang sudah mulai menjauh.


“Lo masih nggak dengar peringatan gue Queen! Lo udah keterlaluan!” batin nya.


...


“Njiir...kasar amat tuh cewek, gila!” ucap Radit sambil geleng-geleng kepala.


“Lagian, tuh cewek cupu betah amat disini udah di bully beberapa kali masih aja nahan diri disini” Nano ikut menyahuti.


“Menurut gue mereka terlalu berlebihan, sampe ngelakuin hal itu. Bukannya tuh cewek gak sengaja” Lio ikut protes, dari kata-kata nya saja sudah terlihat kalo dia tidak suka dan benci banget sama kelakuan Queen dkk.


“Iya sih. tapi kalo dilihat ya kayak si Queen punya dendam kesumat ama tuh cewek cupu, karena gue sering lihat dia lebih sering bully dia dari pada anak-anak lainnya” Kata Nano, Radit dan Bagas ikut mengangguk karena memang mereka juga sering melihat nya. Apalagi dari tatapan Queen menatap si cewek cupu dengan tatapan kebencian.


“menurut Lo gimana bos?” Nano memandang Azka yang sedari hanya diam menyimak saja. Tumben sekali bos nya ini tidak banyak bicara.


Mendengar pertanyaan itu membuat Azka menoleh dengan alis bertaut, “Lah ngapain nanya ke gue! Lo pikir gue teman dekat tuh cewek, mana gue tau!” ucap dengan nada jengah mana ngegas lagi.


“Yaelah bos, ngegas amat jawab nya. Santai aja kali, gue kan cuman nanya pendapat Lo tentang si Queen!”


“Gue aja nggak dekat ama tuh cewek, gimana gue mau kasih pendapat” kesal juga ia mendengar pernyataan nih anak, gak tau apa dia lagi bedmood.


“Lo—“ ucapan nya terpotong saat Bagas dengan tiba-tiba menutup mulutnya dengan tatapan sangat tajam, seperti mengatakan 'jangan banyak tanya ayo gue tonjok lo' kira-kira seperti itulah. Seketika membuat Nano kicep, dia juga baru ingat jika bos nya itu lagi kurang baik.


Lio hanya berdecak menatap kesal si nanonjiing, dari tadi bahas si tukang bully terus muak juga ia dengar nya. Sedangkan Radit hanya tertawa kecil melihat keterdiaman Nano.


“Mampos Lo! Makanya jangan banyak bacot” mengejek Nano dalam hati nya.


“Mau kemana?” tanya Bagas  saat melihat Azka berdiri, “rooftop...” jawabnya singkat, lalu pergi. Meninggalkan mereka berempat dengan cengo.


“Lah si bos main cabut aja” Degus Nano.


“Gara-gara Lo, bacot mulu” Tunjuk Radit.


Membuat Nano kesal, “napa jadi gue? Emang salah gue nanya!” sewot nya.


“SALAH!” tekan mereka bertiga serempak. Membuat Nano terlonjak.


“Asu!” mereka hanya tersenyum menyebalkan, lalu ikut bangkit dan pergi.


“Wooyyy...mau kemana Lo pada, siapa yang bayar bangsat!” teriak Nano cukup keras membuat anak-anak yang berada disana menatap kearah nya dengan kesal, karena terlalu berisik.


“Lo yang bayar!” balas Radit dengan suara tawanya. Yang mana membuat Nano mengumpat kecil.


“Teman laknat Lo pada!”


“Untung gue lagi nggak pelit jadi gue bayarin semua” sedangkan Azka, bos ya itu tidak memesan apapun tadi hanya minum air mineral saja, itu pun sudah di bayar jadi sekarang ia hanya perlu membayar makanan dan minuman mereka bertiga termasuk dirinya.


☀️


☀️


☀️


Sampe disana, Azka merebahkan tubuhnya di atas sofa yang sudah tersedia disana.


Pikiran nya masih melayang kejadian pagi tadi.


Flashback on


Usai memasuki mobil Lamborghini putih hitam milik perempuan yang sudah menjadi kakak angkat nya tersebut.


Selama dalam mobil tidak ada yang berbicara hanya ada keheningan dan bunyi kendaraan dari luar, sampai akhirnya mobil yang dikendarai kak Fely sampe di sekolah.


Membuat Azka lega karena selama berada dekat kakaknya ini ia merasa canggung banget njiir. Apalagi hawanya dingin-dingin gitu. Entah kenapa sejak awal ia bertemu kak Fely ia seperti merasa ada yang beda, maksudnya aura nya beda banget sama yang lain. Bahkan lebih dingin dari Daddy dan bang Rafa. Dan itu membuat nya agak takut.


“Yaudah Azka keluar, makasih udah antarin Azka!” ucap nya akan bersiap-siap membuka pintu untuk keluar.


Namun, sebelah lengan nya di tahan oleh kak Fely.


“Tunggu!” seketika membuat Azka mau tak mau mengurungkan niatnya dan menoleh kearah kakaknya yang teramat cantik itu. Tapi sayang harus ditutupi oleh sikap dinginnya.


“Kenapa kak!” tanya dengan bingung, sekarang ia tidak merasa canggung lagi.


“mulai sekarang sampe seterusnya kakak yang bakal antar jemput kamu!” Mendengar itu seketika membuat Azka melotot, ia ingin protes.


“Nggak bisa gitu dong kak, Azka udah biasa bawa motor. Lagian Azka kan cowok masa anak cowok di antarin terus sama kakak ceweknya...nggak like ah” Protesnya tanpa sadar bibir dimanyun-manyunkan, sifat manjanya keluar begitu saja. Padahal selama ini ia tidak pernah begitu kecuali sama almarhum bunda dan ayah nya beberapa tahun yang lalu.  


Tidak sadar kah tingkah nya itu membuat Fely menahan gemas untuk tidak mencium bibir seksi nya itu.


“Ingat Fely dia adik mu jangan berpikiran tidak-tidak” batin nya menggeleng kuat.


“Tidak. Ini perintah, kakak tidak ingin mendengar penolakan apapun dan alasan apapun! Mulai sekarang kamu harus patuhi semua ucapan kakak, atau kamu mau mendapatkan hukuman dari kakak, heum...” sambil menyeringai devil dengan satu tangan terangkat membelai rambut acak-acakan sang adik.


Melihat itu membuat Azka merinding, “njiir...seram amat tuh senyuman” ngerinya dalam hati.


“Kamu harus ingat baby! Kamu itu milik kakak dan sampe kapan pun tetap milik kakak jadi kamu harus nurut!” Jangan pikir Azka akan berbunga-bunga mendengar nya, malahan ia bergidik ngeri dengarnya dan juga merasa aneh.


“Dipikir gue bayi apa pakai baby...baby segala, najiis!” Azka terus berbicara dalam hatinya.


“Maksud kakak apa sih, milik apaan dah...ngaco amat ngomong Nye” bukannya apa aneh aja gitu pas bilang milikku, kayak cewek mengklaim cowok di sukainya saja.


Fely tertawa kecil saat melihat wajah masam adiknya, “baby, kau menggemaskan sekali. Kakak jadi nggak rela biarin kamu berkeliaran di luar” ucap nya sembari menarik gemas pipi Azka. Membuat si empu mengumpat beberapa kali dalam hati.


“Udah kak, Azka harus keluar. Bentar lagi mau masuk” ucapnya karena sudah tidak tahan bersama kakak nya itu benar-benar membuat ia kesal.


Fely tampak mengangguk tapi tangan nya masih menggenggam erat lengan sang adik, membuat Azka mendegus, “oke. Bakal kakak lepas asalkan kamu mau tutup mata bentar!” permintaan itu tentu saja membuat Azka dilanda kebingungan dan juga sedikit curiga. Sebenarnya apa yang ingin dilakukan kakak menyebalkan ini, untung cantik.


“Apa lagi sih kak!”


“Jangan membantah!” tekan nya dengan suara sangat dingin membuat Azka mau tak mau menuruti.


“Iya iya” Saat Azka telah menutup matanya, bibir nya terangkat membentuk senyuman.


“Baby, kau sangat manis”


Cup


Seketika mata Azka terbuka dengan melotot lebar bahkan saking lebar seperti mau keluar dari tempatnya.


“k-kak...b-arusan kakak ngapain” tanya dengan tergagap.


“jangan banyak tanya, buruan keluar. Kakak tidak ingin kau sampe telat masuk” ucap nya dengan tampang tak bersalah. Sedangkan Azka masih dengan keterkejutan nya membuka pintu mobil untuk keluar.


Sampe diluar ia langsung berteriak kencang tapi hanya dalam hati, “AARRHGG...BIBIR GUE UDH GAK SUCI LAGI” Gak mungkin ia berteriak secara langsung bisa heboh nanti.


Dengan muka memerah, ia berlari kocar-kacir memasuki koridor sekolah.


Flashback off


“AAARRGG...KAK FElY SIALAN!!”teriaknya saat mengingat itu lagi. Awas saja dia tidak akan sudi melihat wajah cantik menyebalkan itu.


Berani sekali mencium bibir seksoynya.


“stress Lo!” kata seseorang yang mana membuat Azka kaget dan menoleh kearah asal suara.


“Hah..lo!”


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT