Azka Vincent

Azka Vincent
Episode 31



Usai menghantarkan Queen, Azka kembali melajukan motornya pulang, kemana lagi bukan ke mansion keluarga Anderson.


Brum...


Motor sport hitam milik Azka berhenti di depan mansion mewah tersebut. Usai membuka helmnya, Azka juga melihat beberapa motor sport lain telah terparkir rapi disana. Tapi ia tidak heran mengingat Alister, ya pasti itu teman-temannya.


Ia belum memanggil Alister dengan sebutan abang karena menurut nya umur mereka tidak terlalu jauh hanya setahun.


Cklek


“Assalammualaikum!” ucapnya usai membuka pintunya. Membuat beberapa orang yang berada di ruang tamu membalas, “Waalaikumsalam” mereka yang tak lain para sahabat Alister menatap bingung kedatangan Azka disana.


“Lah elu, ada gerangan apa Lo kesini!” Naufal yang pertama kali bertanya.


“Al ngajak Lo ya, tapi kok nggak bilang ama kita sih” Samuel ikut mengomentari. Sedangkan Kenzi hanya diam namun banyak pertanyaan di benak nya.


Jelaslah bingung, salahkan juga Alister tidak cerita.


Azka yang akan melangkah menaiki lift menuju kamar ia urungkan, “Kenapa? Kok Lo pada kayak nggak senang gitu. Owh...gue tau pasti Lo pada ngiri kan liat gue bisa ada disini” ucapnya dengan nada tak santai.


“Wiihh...santai kali, nggak usah sewot gitu. Kita nanya doang, sensian amat Lo!” Sahut Naufal nada sedikit kesal.


“Pms kali” Sambung Samuel.


“Lo pikir gue cewek pakai pms segala” sewot Azka.


“Mungkin aja, Lo cewek jadi-jadian”


Tentu saja tidak terima, “Wahhh...ngajak gelut Lo”


“Siapa takut” Saat mereka sudah siap-siap terdengar suara lengking mommy Nadine, kebetulan juga Alister sampai dari kamar.


“Azkaaaa! Kamu udah pulang sayang!” membuat tatapan mereka beralih pada wanita paruh baya tersebut.


“Iya mom” Azka tersenyum sembari menyalimi tangan mommy nya.


“Terus ada apa? Kenapa ribut-ribut” tanya Nadine sekali lagi, Alister juga tak kalah bingungnya sembari memandang ketiga sahabat nya itu meminta penjelasan.


“Hahah...kagak mom, kita cuman bercanda kok” jawab Samuel tertawa paksa.


“Iya mom, heran aja liat Azka tiba-tiba ada disini” Naufal menyahuti.


“He’em” Kenzi ikut mengangguk, lalu melirik Alister. Al yang di tatap begitu akhirnya mengerti jika ia belum menjelaskan tentang Azka pada mereka.


“Hmm...nanti gue jelasin” jawab Alister masih dengan wajah datarnya.


“Ya tuhan! Ini wajah kamu kenapa Hahh! Kamu habis berantam ya” pekik Nadine saat menyadari kondisi wajah imut Azka yang sedikit lecet. Azka meringis mendengar nya, bisa tidak jangan berteriak didepan mukanya. Dasar emak-emak.


“Pusing mommy tau gak, pulang-pulang udah bonyok gini, Al juga” oceh wanita itu. Sedangkan Azka menautkan alisnya lalu mengalihkan pandangan menatap Al dan ketiga cecunguk itu, ternyata memang benar. Kenapa ia baru sadar.


“Sini mom obatin”


“Gak usah mom, luka dikit juga” tolak Azka, mommy nya ini lebay banget sih. Kayak nggak tau aja anak muda.


“Habis tawuran Lo pasti kan” tuding Naufal dengan muka tengil nya. Membuat Nadine melotot mendengarnya, “Benar nak, kamu tawuran” Azka berdecak kesal, menatap Naufal tajam.


“Kagak mom, Azka habis tolongi teman tadi makanya gini. Gak usah di dengarin tong kosong” Seketika Naufal melotot, “Siapa yang Lo bilang tong kosong Hah! Enak aja” tunjuknya yang hanya di tepis males oleh Azka. “Bacot Lo” Lalu melanjutkan langkahnya memasuki lift kamarnya.


“Yahh...malah pergi, dasar bocah” Degus Naufal.


“Kalian juga, kok bisa muka bonyok gitu sih. Habis berantem sama siapa Hah! atau kalian yang tawuran” Marah Nadine menatap ketiga teman putranya itu tajam.


“Enggak mom” sahut Kenzi yang dianggukan mereka berdua. Al sendiri hanya diam. Lagian berbohong pun bakal ketahuan juga, bawahan Daddy nya, abangnya ada dimana-mana mengawasi semua perbuatannya.


“Serah ya, mom nggak larang kalian berantem tapi jangan sampe berlebihan” Nasehat nya.


“Iya mom”


“yaudah, mommy mau masak dulu” Ujar Nadine sambil berjalan menuju dapur. Memang banyak maid disana tapi soal memasak dirinya.


...


Setelah mommy Nadine pergi, mereka beralih memandang Alister meminta jawaban yang tadi.


Al hanya memutar bola matanya males melihat tatapan mereka.


“Buruan Al, Lo utang cerita ama kita” Desak Naufal tak sabaran.


“Iya nih”


“Hmm...” Al hanya berdeham malas.


“Azka adek gue!” ucap Al singkat.


“Hahh...maksud Lo” Samuel bingung.


“Ck, yang jelas dong Al, singkat amat” Protes Naufal.


“Adek angkat gue! Mulai sekarang Azka jadi bungsu di keluarga gue!” Jelas nya lagi. Males banget ngomong panjang sebenarnya. Tapi punya teman bodoh semua ke paksa.


“WHATT!!” Seketika Naufal berdiri dari duduknya diiringi suara nyaring nya.


Puk


“Asu, budeg gue!” umpat Samuel sembari menabok gemas bokong Naufal.


“heran gue, Lo cewek apa cowok sih suka amat teriak” Cetuk Kenzie dengan mata melotot.


Yang di omongin malah cengar-cengir gak jelas, “refleks ngab, galak amat Lo” setelah kembali duduk.


“Cih” Kenzi hanya berdecih, punya teman gini amat ya.


“Jadi gimana tadi!”


“Apanya!” sewot Kenzi.


“Ck, itu yang dibilang Al. Gue nggak salah dengar kan”


“Kagak ogeb” cetus Naufal. Samuel memutar bola matanya jengah, ketus amat dah. Dan beralih memandang Al lagi. “Benar Al”


“Hm” Al mengangguk pelan sembari meneguk minuman sodanya.


“Eh...” Naufal mengulum senyumnya sembari melirik Kenzi dan Samuel menaik-turunkan alisnya. Sedangkan yang di kode tidak mengerti.


“Napa Lo, kerasukan setan” Seketika membuat senyuman Naufal luntur.


“Ck, gitu aja kagak ngerti Lo pada”


“Lah si anjiiir, gak usah pakai kode-kode an” jengah Samuel. Di pikir ngode cewek apa, teman tolol. Sedangkan Al hanya memandang jengah mereka.


“Maksud gue, mulai sekarang kita bisa dong bully tuh bocah”


“siapa yang mau lo bully Hah!” Seketika membuat pandangan mereka beralih pada seseorang yang tak lain Azka yang entah kapan berada di belakang sofa diduduki Al. Naufal sebagai pelaku menggaruk-garuk kepalanya tak gatal.


“Njiir...sejak kapan tuh bocah disana”


Azka masih menatap Naufal tajam dengan berkecak pinggang, persis seperti emak mau mengomeli anaknya.


“Coba ulangi, Lo bilang mau bully gue ya!” tanyanya dengan nada remeh.


Sedangkan, Kenzi dan Samuel memilih diam, pura-pura tidak tau. Begitupun Al.


“Hahah...kagak, maksud gue bocah di sekolah tadi. Bukan lo, Lo kan adek gue mana mau gue bully Lo” Naufal tertawa bodoh.


Jangan pikir Azka percaya semudah itu, “Alaah...gak usah alasan lo. Gue tau Lo tuh emang gak suka kan ama gue, dari awal ketemu aja udah keliatan di muka songong Lo tuh, jadi kagak usah cari alasan”


Seketika Naufal membulatkan matanya, apa-apaan nih bocah.


“So’uzon aja Lo ama gue, gini-gini gue lebih tua dari Lo. Harusnya Lo panggil abang” Naufal sudah mulai melunak, mana pengen di panggil abang lagi.


“Cih, ogah gue” ketus Azka.


“Azka” itu suara Alister, apa yang dibilang Naufal tidak salah juga, karena bagaimanapun mereka lebih tua. Azka menoleh, kini ia menatap cowok yang sudah menjadi abang angkat nya itu.


“Napa, Lo juga pengen gue panggil abang. O-G-AH!”  Setelah itu, ia pergi melewati mereka menuju pintu utama, melihat itu tentu saja membuat Al seketika berdiri.


“Mau kemana!”


“Cari calon ibu anak-anak gue!” jawab Azka yang sudah sampe di luar dekat motornya.


Al ingin protes menghentikan tapi saat mendengar suara motor Azka yang sudah jalan ia urungkan.


“Awas aja” Mana pergi gak pamit , tunggu saja di marahin tiga pria dingin itu.


Sedangkan Naufal, Samuel dan Kenzi tertawa ngakak mendengar nya.


“Mampus Lo Al, adek Lo aja udah mau cari bini noh, lah elu pacaran aja gak pernah”


Plak


“Bacot Lo”


Naufal mengelus bibirnya yang habis di gampar tangan kurang ajar Alister.


“Mampus!”


“Asu!”


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT