Azka Vincent

Azka Vincent
Episode 45



17.30 Sore.


“Udah puas mainnya” Azka yang baru saja menginjakkan kakinya dalam rumah tersentak mendengar suara tersebut. Pandangan nya mengarah pada sang kakak yang berdiri bersedekap dada di dekat tangga.


Lalu terlihat mommy Nadine berjalan menghampiri nya, “Kenapa baru pulang Hem!” Nadine bertanya dengan lembut sembari mengambil tas sekolah yang disandang putranya.


“Maaf mom, tadi Azka ngumpul sama teman-teman jadi kelupaan waktu” Azka menyengir kuda apalagi saat mendapatkan tatapan tajam dari kakaknya.


Nadine hanya mengangguk mengerti, tidak terlalu masalah baginya tapi berbeda dengan putri dingin nya.


“Sekarang bersihin badan kamu lalu makan” Ia tau putri nya itu pasti akan menginterogasi Azka makanya ia lebih awal berkata begitu dan itu hanya akan menghabiskan waktu cukup lama.


Azka mengangguk, “Iya mom” sahut nya sembari mengecup singkat pipi mommy nya lalu buru-buru pergi karena terlalu males melihat tatapan sang kakak.


Nadine hanya tersenyum tipis, lalu pandangan nya beralih kearah putrinya, “Sayang, kamu jangan marah...Azka kan udah minta maaf, lagian dia cuman habis ngumpul sama teman-teman dia!”


Ekspresi wajah Fely tidak berubah, “tetap saja”


“Kamu gak boleh terlalu berlebihan mengekang kebebasan Azka, bagaimana pun dia sudah terbiasa begini ...selama ini mom udah perhatikan seperti apa Azka itu, dia itu paling tidak suka dikekang berlebihan...apa kamu lupa malam itu dia pernah kabur lewat jendela...”


Nadine menjeda ucapan nya, “Dan mom gak mau hal itu terulang lagi, dia masih remaja. Tapi beda lagi kalo yang dilakukan nya diluar batas. Jangan lupa waktu seumuran Azka kamu juga kayak gitu”


Fely hanya diam, kemudian pergi tanpa berbicara sepatah kata pun. Membuat Nadine menghela nafas panjangnya.


“Mom” Nadine mengalihkan pandangan kearah sumber suara, itu Melvin yang baru keluar dari lift dengan pakaian santai nya.


“Melvin” Melihat wajah lesu mommy nya membuat Melvin khawatir.


“Kenapa?”


“Tidak apa-apa! Abang mu mana?” Nadine menggeleng kemudian bertanya karena tak melihat putra sulungnya.


“Mungkin diruang kerjanya”


“Yasudah, mom mau ke kamar adikmu dulu” Melvin hanya mengangguk singkat dan lanjut berjalan kearah ruang keluarga.


Rani, Derga, Leta dan Nathan telah kembali ke rumah mereka siang tadi. Jaraknya juga tidak terlalu jauh.


...


Azka telah selesai bersih-bersih dengan pakaian telah berganti baju kaos putih polos dan celana hitam pendek selutut.


“Udah selesai sayang” pandangan Azka teralih kearah pintu, disana terlihat mommy nya yang sedang tersenyum.


“Udah mom”


“Dah sana makan, kamu pasti laper kan” ucapnya usai menggantung tas milik Azka.


“Nanti malam aja mom sekalian sama yang lain, Azka masih kenyang soalnya”


“Yasudah”


“Bang Al sama bang Ar udah balik mom”


“Belum, kata nya mau nginap di rumah temannya sedangkan Ares mungkin di rumah nya...mama sama papa kamu udah balik tadi siang” Mendengar perkataan mommy Azka merasa lega karena tidak ada makhluk seperti Ares mengganggunya.


“Mami sama papi juga balik mom”


“Iya...kenapa kangen. Kalo kangen kan kamu bisa mampir kerumah mereka, gak jauh kok dari sini” Azka hanya mengangguk saja.


“Yasudah mending kamu tiduran dulu nanti pas makan malam mom bangunin” Azka tidak membantah karena ia juga sedikit mengantuk.


Nadine berbalik keluar tidak ingin mengganggu waktu rehat putra nya.


...


Ketika hampir terlelap, ia kembali tersentak saat mendengar deringan ponselnya.


“Ck, ganggu aja” Dengan males ia ambil ponselnya, alisnya bertaut saat melihat nomor tak dikenal.


+681272567877


Sve no gw


^^^Siapa?^^^


Cwek pling cantk@Queen😉


^^^Msih ctikn mbak kun^^^


Gak usah samain gw ama tmn Lo th...mendng ngaku aja lo, gw ykin hati Lo berkta gw tercantik😁


^^^Hueek🤮 pen munth gw^^^


Lo gnteng ka


^^^tau, udh dri lahir^^^


Glran di puji aja songong Lo, tpi muji gw aja amit-amit😒


^^^Ska-ska gw, msalh buat Lo^^^


Sialan! dh lh males gw chtan ama Lo, bikin kesel troos


^^^Yg nyruh lo siape ngab^^^


Dsr cwok😤


Kesel gw...jn lpa d sve ya


^^^Ngarep bngt lo^^^


Ih, Lo mh. Sama tmn sndri gtu, gak asik


^^^Kapn cba gw temnn ama lo^^^


Skate-kate Lo lh


😋


Read


Azka tertawa, ia yakin pasti mulut tuh anak sedang komat-kamit. “Ck, pasti Nanonjing yang kasih nomor gue” degusnya mengingat seperti apa sifat temannya itu.


Di sisi lain, seperti yang diduga Azka, Queen terus komat-kamit memberi umpatan pada Azka.


“Nyebalin banget sih”


Tok...tok...


Mendengar suara ketukan pintu membuat Queen berhenti menggerutu dan bangkit membuka pintu kamar nya.


“Eh...bibi” Wajah Queen yang semulanya kesal seketika lenyap terganti dengan senyuman.


“Non, belum makan kan...nih bibi bawain makanan buat non” Queen menatap mapan dibawa pembantu tersebut yang bernama Yumi atau biasa dipanggil bi Yumi. Dirumah ini hanya pembantu itu yang dekat dengannya bahkan setiap sedih hanya pada pembantu itu ia mengadu. Abangnya mana peduli, apalagi orang tuanya.


“makasih ya bi” Mengambil mapan tersebut.


“yaudah...bibi lanjut kerja dulu”


“Iya bi” bi Yumi beranjak menuruni anak tangga, Queen juga menutup pintu kamarnya kembali.


Duduk di kursi belajar nya usai meletakkan mapan tersebut diatas meja. “Kapan coba mereka seperti dulu lagi...capek gue kayak gini terus” Menahan air mata yang akan mengalir dari matanya sembari memakan makanannya.


☀️


☀️


☀️


Malam harinya.


Queen telah rapi dengan dress merah cukup panjang di bawah lutut tanpa lengan, tak lupa dengan dandanan menor seperti biasa. Namun ia tutupi dengan jaket abu-abu dipakainya. Ia berencana pergi ke Club’ bersama kedua temannya.


Saat menuruni tangga ia mendengar suara orang lagi tertawa, bahagia sekali dan itu sudah biasa ia dengar.


Di ruang tamu terlihat Samuel, Al, Naufal dan Kenzi serta seorang gadis cantik yang tak lain Cia, sedang menggoda Cia yang terlihat menggemaskan kecuali Al datar seperti biasa. Queen hanya melewati mereka dengan wajah datarnya, namun langkah nya berhenti saat mendengar suara seseorang.


“Kak Queen, kakak mau kemana malam gini?” dia Cia, gadis paling dibenci Queen apalagi saat melihat wajah sok polos itu, rasanya ingin mencabik-cabik dengan kuku panjangnya.


“Kayak gak tau aja, palingan mau ngelonte lagi” kata Samuel.


“Ih... abang kok ngomong gitu sih” Cia memandang abangnya tersebut dengan mata melotot namun itu terlihat menggemaskan dimata Samuel. Naufa, Kenzi dan Al hanya menyimak saja tidak ingin ikut campur.


Queen hanya berdecih, lalu melanjutkan langkahnya keluar. Sakit pastilah, tapi hanya acuh saja. Ia tidak akan memperlihatkan kelemahan nya.


Di luar terlihat kedua teman-teman nya telah menunggu, kenapa mereka tidak masuk karena terlalu males mendengar kata-kata kasar Samuel.


“Yuk”


...


Di kediaman Anderson.


Azka tampak murung karena tidak diperbolehkan keluar. Padahal ia sudah janjian dengan sahabatnya mau balapan.


“Kak, Azka mohon” Sekarang mereka sedang berkumpul diruang keluarga. Dan Azka sudah kesekian kalinya merengek. Karena tidak mendapatkan balasan dari sang kakak, ia beralih kepada Daddy, bang Rafa, dan bang Melvin. Namun, jawaban nya tetap ' tidak'.


“Ck” Dan sekarang hanya tinggal mommy nya.


“Mom” Nadine yang baru datang dari dapur membawakan kopi untuk suaminya beralih memandang putranya yang lagi duduk di karpet. Nadine mengulum senyumnya melihat tatapan memohon putranya dengan pipi digembungkan. Menggemaskan sekali. Bahkan yang lain mati-matian untuk tidak mencubit nya.


“Maaf sayang. Mommy juga gak bisa, malam ini kamu dirumah aja, oke. Besok-besok nya baru boleh main” Mereka tentu saja tidak setuju mendengarnya, namun Nadine hanya mengedikkan bahunya.


“Kok gitu sih mom, Azka udah janji sama teman-teman. Cowok itu harus tepat janji” ucap nya dengan bibir mengerucut sebal. Namun dalam hatinya beberapa kali mengumpati mereka.


“trus mau gimana lagi, mommy nggak bisa kasih keputusan sendiri” Kasihan juga ia melihat tatapan memelas putra kecilnya itu tapi mau gimana lagi ia tidak bisa memberi izin gitu aja.


“Ck, semuanya ngeselin banget sih” Lalu beranjak sembari menghentak-hentakan kakinya.


“Mau kemana? tetap disini” Namun, Azka tidak menghiraukan panggilan Daddy nya. Melihat itu tentu saja membuat Antonio kesal. Lalu mengejar putranya itu dan menyeretnya duduk di sebelah nya.


“Daddy apaan sih” Menatap Daddy-nya itu tajam. Bukan nya takut tapi Antonio malah terkekeh sembari merangkul mesra putra kecilnya tersebut. Tidak tau saja apa yang dilakukan nya itu membuat tiga makhluk iri.


“Dasar tua bangka” siapa lagi kalo bukan Rafa, Fely dan Melvin, Antonio tentu saja sadar tapi hanya mengacuhkan saja. Nadine hanya geleng-geleng kepala melihat tatapan tajam mereka bertiga pada suaminya.


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT