
Keesokan harinya.
Azka tampak ber malas-malasan yang sekarang sedang rebahan di sofa ruang tamu. Hari ini ia tidak sekolah karena ada ujian untuk kelas 12, dan sudah jelas Alister dan Ares juga termasuk.
"Sayang, mau ikut mommy belanja gak?"
Azka yang lagi sibuk main ponsel seketika menoleh kearah asal suara. Dia melihat mommy Nadine tampak telah rapi dengan pakaian casual nya.
"Apa mom? Azka nggak salah dengarkan?!" Tanya Azka sekali, bisa saja kan telinga nya yang salah dengar, lagian kagak biasa mommy nya akan mengajaknya keluar.
Nadine terkekeh, "enggak dong sayang. Mom benaran mau ajak kamu keluar, biar ada yang temanin mommy. Kamu juga pasti bosan kan dirumah" Jawab Nadine dengan senyuman lembut nya.
"Benaran mom, gak PHP kan" Selidik nya lagi.
"iya, Daddy sama yang lain juga udah izinin jadi kamu gak takut dimarahin mereka" Jelas Nadine untuk menyakinkan sang putra, ia memang telah mendapatkan izin dari suami nya dan yang lain. Tentu saja dengan berat hati mereka mengizinkannya tetapi tetap saja dibawah pengawasan mereka. Sebab mulai saat ini musuh sudah mulai menampakkan diri terang-terangan membuat mereka tetap waspada.
"Yess" Azka bersorak gembira. Ternyata pada setan itu masih memiliki rasa kasihan terhadap dirinya yang kebosanan.
"ck, gue yakin tuh para setan pasti salah makan, Hihihi...tapi ini lah yang gue mau, yahh... biarpun cuman temanin mommy doang" Azka terkikik dalam hati.
Setelah mengganti pakaiannya, Azka langsung saja menarik Mommy Nadine memasuki mobil yang sudah disiapkan dan tentu saja Dom sebagai supirnya.
"Let's go Dom!" teriak Azka yang mana membuat Dom segera berangkat. Sementara Nadine hanya geleng-geleng melihat kelakuan bungsunya.
Sebenarnya tanpa sepengetahuan Nadine, Azka sedang sibuk memikirkan cara untuk kabur. Bahkan ia tidak memikirkan peringatan yang dikatakan Daddy nya dengan lain. Yang di otaknya hanya ingin bermain dengan para sahabatnya.
Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka sampai didepan sebuah mall. "sayang kita sudah sampai, turun yuk" Ucap Nadine yang menyadarkan lamunan Azka. Saat melihat kearah keluar, Azka mengangguk ternyata memang sudah sampai.
"Yu mom, Azka juga pengen jajan" Sahut Azka dengan semangat.
...
Saat telah menginjakkan kaki nya di mall tersebut, Azka celengak-celinguk menatap kearah sekitar, melihat apa yang dilakukan Azka Nadine keheranan.
"Kenapa sayang? kamu mau sesuatu" tanya Nadine karena kebetulan disini banyak makanan. Mengingat putranya yang suka ngemil ia mulai paham.
"boleh deh mom, cemilan aku juga sudah pada habis sama makhluk astral" Ucapan Azka sempat membuat Nadine mengerutkan keningnya tetapi sesaat kemudian ia langsung terkekeh mengingat siapa yang dimaksud bungsunya tersebut.
Dalam hati Azka menggerutu karena melihat sangat banyak para titan Keluarga nya ada disekitar, bahkan disetiap sudut mereka ada. Ck, menyebalkan sekali, mentang-mentang nih mall milik mereka makanya seenaknya saja. Ia yakin pasti maksud keberadaan para itu hanya untuk mengawasi ia dan mommy Nadine.
"ck, susah banget sih buat kabur. Penjagaan ketat banget, lagian tuh orang gak bosan apa berdiri terooos, gue aja liatnya capek" batin nya menggerutu kesal.
Hampir sejam mereka berkeliling di mall, Azka tentu saja merasa mulai bosan. Namun, melihat mommy begitu bersemangat belanja tanpa lelah ia hanya bisa tersenyum pasrah.
Sesekali ia melirik Dom kebelakang, Tatapannya sangat sinis, Dom memang sangat menyebalkan. Apa tuh orang kagak ada merasa ingin ketoelet atau apa gitu, dari awal masuk tadi ngikut terus.
Azka yang lagi mengutuk Dom habis-habisan tiba-tiba saja tersadar saat mendengar deringan ponselnya. Buru-buru mengeluarkan ponsel nya, saat melihat nama nya ia semakin kesal
"Radityanjing, sengaja banget tuh anak kirim ke gue" Umpat Azka saat melihat sebuah foto makan-makanan pedas seperti bakso, seblak dan berbagai makanan pedas lain, tentu saja Azka kesal karena semua itu makanan favorit nya dan sahabat nya malah sengaja memanas-manasi nya. Memang sahabat luknat.
Nadine yang sedang sibuk memilih pakaian untuk nya tidak mendengar umpatan Azka, tetapi sesekali ia tetap menoleh ke arah sang putra.
"kayaknya gue memang harus cari cara nih, gue gak bisa diginiin terooss" batinnya kembali dengan rencana terselubungnya.
Azka mulai berfikir, dan rencana ini tidak boleh gagal lagi, ia harus berhasil. Azka yang terus berpikir keras tiba-tiba menyeringai saat telah mendapatkan ide cemerlang.
"Mom, Mommy..." Nadine yang mendengar suara panggilan tersebut menoleh kearah sang putra.
"ada apa sayang? kamu capek atau udah laper?!" Tanya Nadine yang sama sekali tidak tau maksud panggilan si bungsu.
Azka yang memang sangat pintar berakting bak bintang flm, seketika memasang muka meringis seperti menahan sesuatu. Melihat hal tersebut tentu saja membuat Nadine berfikir sang putra telah lapar.
"Kenapa sayang? jangan buat mommy khawatir" desak Nadine mulai cemas.
"boleh ya Azka ke toelet bentar, udah gak tahan mom...kan gak elit seorang Azka kencing di celana"
Nadine tampak meringis mendengar keluhan sang putra, ia jadi merasa bersalah karena tidak terlalu memperhatikan sang putra.
"Maafin mom ya sayang..." Sesal Nadine.
"Dom..." Dom yang merasa dipanggil segera menghampiri nyonyanya tersebut.
"Ada apa nyonya!"
"Tolong kamu temanin Azka ke toelet ya" Perintah Nadine, karena tidak mungkin ia yang ikut menemani masuk toelet pria, bakalan dikira aneh-aneh nanti.
"Baik nyonya"
"Silahkan tuan muda" Azka tentu saja mengumpat dalam hati karena Dom malah mengiyakan perintah mommy nya.
"Duhh...gak usah mom, masa iya aku sebesar ini masih ditemanin ke toelet, malu mom" Siapa yang gak kesal coba, selain ingin rencana nya berjalan mulus ia juga malu. Pasti orang-orang akan mengira ia anak manja, ck mau ditaruh dimana gelar badboy nya. Menyebalkan.
"Gak bisa, Dom tetap harus ngawasin kamu. Kamu gak mau kan nanti Daddy dan yang lain marah dan hukum kamu" Tegas Nadine. Dia tau pasti putranya tersebut akan merencanakan sesuatu lagi, dan ia tidak ingin itu terjadi.
Azka seketika cemberut, namun ia tak akan menyerah. "ck, ya udah" Dengan perasaan dongkol ia membiarkan Dom ikut. Biarpun Dom pergi Nadine masih tetap ada yang mengawasi dari dekat.
...
Sesampai di toelet, sebelum masuk ia kembali menatap Dom dengan nyalang. Jika saja ia memiliki kekuatan sudah ia tendang si Dom sialan ini.
"Awas aja lo sampai ikut masuk juga, gue bacok Lo!" Ancam Azka dengan tatapan sejam silet. Sedangkan, Dom tidak merespon sama sekali, ia juga tidak akan masuk meskipun tuan mudanya berniat kabur itu tidak bisa mengingat dalam toelet tidak ada jendelanya jadi ia merasa aman.
Namun, Dom melakukan salah besar ia melupakan kelicikan seorang Azka.
Sementara di dalam toelet, Azka tampak tersenyum licik karena merasa rencana ini akan berjalan mulus. "Nih bayaran Lo" Azka terlihat menyodorkan beberapa lembar uang seratus ribu pada seorang pemuda.
"Thanks bro, nanti kalo Lo butuh bantuan lagi cari gue aja, gue siap membantu" Ucap pemuda itu setelah menerima uang pemberian Azka. Azka hanya mendengus, "Iye" Azka hanya mengiyakan saja, lagian mana mungkin dia bakal ketemu tu anak lagi, giliran dikasih uang langsung semangat tadi aja jutek amat.
...
"Hehehe... dengan begini si Dom kampret gak bakal ngeh" Azka tertawa pongah usai mengganti pakaiannya yang diberikan pemuda tadi. Dengan sedikit gugup Azka keluar tak lupa menutup kepala dengan tudung Hoodie yang dipakainya.
Ia melirik Dom dengan tatapan sinis, "Tunggu noh sampe kaki Lo lumutan" ejek Azka dalam hati. Biarin aja nanti si Dom sialan bakalan dapat bogeman mentah dari pawangnya.
...
"Akhirnya gue bebas" pekik nya setelah keluar dan berjalan cukup jauh dari mall.
Lalu ia meminta Radit menjemput nya, biarin aja tu anak merasa jengkel lagian siapa suruh memperlihatkan hal-hal yang membuat nya kesal.
"Anak itu telah keluar bos, seperti nya dia baru saja kabur" Ucap seseorang yang sedang mengawasi Azka dari kejauhan.
Disisi lainnya juga terlihat seseorang melakukan hal yang sama. Azka sama sekali tidak menyadari jika dirinya sedang diawasi dua orang berbeda. Ia tampak sangat tidak sabar menunggu Radit tanpa tau nyawanya dalam bahaya.
Sementara, Radit yang lagi berkumpul bersama anak-anak lainnya mendegus saat melihat pesan dari bosnya. Tetapi ia tetap menjemput nya dari pada orangnya ngamuk nanti, bahaya kan.
"Gue jemput si bos" teriak pada yang lain sembari berjalan menuju motor nya.
"Hati-hati bawa si bos nanti Lo bisa diamuk para pawangnya" Teriak Lio yang terdengar sengaja mengejek sahabatnya tersebut. Radit mendegus, lagian bos nya itu kenapa sih gak minta jemput sama yang lain, coba kali-kali gitu. Dia yakin tuh anak punya dendam kesumat padanya.
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT