Azka Vincent

Azka Vincent
Episode 48



RS, ruangan rawat VIP 01.


Terlihat seorang remaja terbaring di brankar lengkap dengan infus. Disana juga ada Al dan kedua orang tuanya serta Fely.


“Dasar anak nakal, udah berapa kali dibilangin masih juga diulangi” Nadine berucap dengan satu tangan sibuk mengusap surai kesayangannya itu, siapa lagi bukan Azka.


Al, Antonio dan Fely yang duduk di sofa hanya menghela nafas. Bocah keras kepala seperti Azka memang susah dibilangin.


“Al, kamu kembali ke sekolah. Biar Azka kita yang jaga” ucap Antonio mengingat sekarang masih ada jam pelajaran terakhir. Al mengangguk, lalu pamit balik ke sekolah.


...


“Eughh...” Fely yang lagi duduk di dekat brankar adiknya pandangan teralih saat mendengar suara lenguhan sang adik.


“Hati-hati baby” Ucap nya membantu sang adik yang akan bergerak duduk bersandar ke kepala brankar.


“H-haus kak” lirihnya dengan suara khas bangun tidur. Yap, sebelumnya ia memang diberi obat penenang oleh Abi biar adiknya itu bisa tidur dengan tenang. Usai mengambil air, Fely memberikan pada sang adik yang disambut baik.


“K-kak”


“Hm” Fely hanya membalas dengan deheman sembari meletakkan gelas tadi pada tempat semula. Fely menatap lembut wajah sayu adiknya dengan satu tangan mengelus sayang kepadanya.


“Kenapa Hem? Apa masih sakit!”


Azka mengangguk pelan. Memang perut masih terasa sedikit sakit. Ia benar-benar menyesal memakan seblak tadi.


“Makanya jangan dimakan makanan pedas lagi, kan udah dibilangin dari kemarin. Bahkan udah sering diperingatin bang Abi. Kita semua khawatir banget lho dengar kamu masuk sakit lagi” Suara Fely benar-benar sangat lembut sekali membuat Azka jadi merasa bersalah. 


“Maaf kak. Lagian Azka gak tahan liat yang pedas mana enak lagi, bikin nagih taros”


“Ditahan kan bisa dek, sekarang kan jadi gini” Pandangan Azka beralih kearah suara tersebut, terlihat Abi masuk lengkap dengan perlengkapan dokternya bersama mommy dan Daddy. Wajah Azka seketika berubah masam.


“Mau ngapain” Menatap galak dokter muda itu yang sekarang sudah berada di samping ranjangnya.


Abi tersenyum miring tau apa yang dipikirkan adiknya itu, “mau suntik kamu biar gak nakal lagi”


Seketika Azka melotot, “Wait...gak bisa! tadi Lo udah suntik gue mana sudi gue di suntik lagi sama jarum laknat itu. Bisa lecet kulit mulus gue” ucap nya sedikit bergeser sambil melirik tajam ke orang nya.


“Azka bahasamu!” tegur Antonio yang hanya dibalas degusan oleh si empu.


“Tapi Dad, Azka gak sudi di suntik lagi. Sakit Dad!” Rengeknya dengan wajah ditekuk.


“laki-laki kok takut jarum suntik. Katanya Badboy, anak geng, suka tawuran. Gak malu tuh” Ledek Abi.


“Ck, beda dong. Rasa jarum suntik sama pukulan orang beda banget, lebih baik dipukul dari pada kena jarum laknat” deliknya membela diri.


“Cemen kamu, gak cocok jadi ketua geng, cocoknya main mobil-mobilan dirumah sama minum susu” Cibir Abi lagi, ia bahkan mati-matian menahan tawanya saat melihat wajah merah sang adik. Pasti marah banget tuh.


“ABAAANG...MAU LO APA HAH! DARI TADI BIKIN GUE KESEL TERUS!” Pekik Azka dengan suara menggelegar membuat ketiga human disana tutup telinga kecuali Abi yang sudah kabur keluar.


Abi yang sudah keluar tertawa pelan, padahal niatnya cuman ingin mengecek sang adik tapi malah jadi gini.


Beberapa perawat dan dokter lain yang lewat tanpa kaget mendengar Abi tertawa, apa mereka tidak salah liat.


“Ya tuhan! Ternyata kalo lagi ketawa Dok. Abi makin ganteng”


“Aduuh...makin klepek-klepek Eneng liat yang beginian”


Abi seketika berhenti tertawa dan kembali berubah datar saat mendengar bisikan-bisikan tersebut. Selama ini mana pernah ia menampilkan senyuman dan tawanya kepada orang lain bahkan pasien pun kecuali keluarga nya. Apalagi semenjak ada Azka ia semakin sering tertawa.


“Yah...datar lagi”  mereka merasa kecewa. Abi berdecak males mendengarnya. Gini amat jadi orang ganteng, ketawa dikit aja udah heboh.


Sementara Azka, terus mendumel karena kesel dengan abangnya itu.


“Sudah. Jangan mendumel teros, sekarang kamu harus makan” ucap Nadine yang sudah membelikan satu porsi bubur, ia sengaja membeli diluar karena tau putranya itu tidak suka makan bubur rumah sakit.


“Jangan bilang bubur mom” tebaknya.


“Iya. Kamu kan lagi sakit”


Azka mendegus, “Ck, diganti bisa gak sih, kayak nasgor gitu”


“Gak bisa” bukan Nadine tapi Antonio menjawab.


“dibisain dong Dad, susah amat sih” mood Azka benar-benar hancur semua nya gara-gara Abi bangsat.


“Azka” Giliran Fely menatap tajam adiknya tersebut.


Azka benar sial hari ini. Ini baru dua orang gimana kalo ada si Rafa sama Melvin pasti bakal bikin ia menggigil saking dinginnya.


Belum lagi si Alisteranjing sama Ares goblok.


☀️


☀️


☀️


“Babi, kalah lagi gue!” Pekik Nano sambil melempar ponselnya kearah Radit yang duduk di sebelahnya.


“Makanya jangan goblok” Ejek Lio.


“Ck, si Bagas malah main curang. Gak asik Lo gas”


“Kagak usah nyalahin orang Lo, sadar diri aja kalo Lo tuh bego”


“Ck, berisik kalian” Naufal yang duduk di sofa lainnya bersama teman-temannya ikut menyahuti.


“Nyahut aja Lo” Sinis Nano yang sudah kelewat kesel.


“Suka-suka gue!” balas Naufal tak kalah sinisnya.


“Ck, Lo kalo ngomong.. ngomong aja tapi jangan habisin cemilan gue juga” Degus Samuel sembari menepis tangan Naufal yang sibuk mengambil keripik ditangan nya.


“Eh...sorry Sam” Naufal cengengesan. Kenzie di sebelahnya hanya melirik males. Sedangkan Al sibuk mengupaskan apel untuk adiknya.


Ya, sekarang mereka berada di ruang rawat Azka.


Azka yang sejak tadi mendengar bacotan mereka memutar bola matanya. Sudah hampir sejam mereka disini, bukannya menghiburnya tapi malah enakan Ml mana ngemil makanan untuk ia lagi. Semuanya dihabiskan, benar-benar menyebalkan.


“Ck, kalian gak ada kerjaan apa? Balapan kek atau apa kek, gue mau tidur aja susah” Mereka semua menatap kearah Azka dengan tatapan menyebalkan kecuali Al.


“Lo ngusir kita bos”


“Tega amat Lo bos, kita kesini nemanin Lo biar gak kesepian”


“Iya dek, kok Lo ngomong gitu sih ama kita” satu persatu keluar kata-kata protes dari mereka kecuali Bagas dan Alister hanya diam menyimak.


“Serah gue, lagian siapa suruh kalian semua berisik dipikir lagi di markas” Sebenarnya bukan itu masalahnya, tapi karena ia tidak diperbolehkan main HP makanya ia kesel. Daddy nya berlebih sekali menyita ponselnya.


“Bilang aja Lo iri kan sama kita karena gak bisa main” Azka mendegus mendengar ledekan tersebut. Sahabat laknat.


Cklek


Pandangan mereka beralih kearah pintu masuk. Disana terlihat Rafa masuk bersama Fely.


“Lebih baik kalian kembali” ucap Rafa datar.


“Azka harus istirahat” Fely menambahkan. Yang mana membuat mereka mengiyakan. Satu-persatu mereka pamitan kecuali Al yang masih tinggal masih enggan beranjak.


“Al, kamu juga! Besok sekolah” ucap Fely pada adiknya tersebut.


“Alister” Rafa ikut bersuara saat melihat adiknya itu masih belum beranjak. Mendengar suara dingin abang sulung nya tersebut mau tak mau Alister menurut.


“Hm” sebelum itu ia usap Surai Azka kemudian baru beranjak keluar. Sedangkan Azka hanya diam saja, terlalu malas berbicara. Setelah Al keluar tatapan mereka beralih pada Azka.


“udah minum obat” tanya Rafa dengan tatapan lembut nya.


“Udah” jawab Azka singkat  karena ia memang sudah tadi itu pun atas paksaan Alister.


“Sekarang tidur”


Azka menurut, ia lagi males berdebat. Fely tersenyum kecil tumben sekali adiknya ini langsung menurut tidak seperti biasanya. Tapi ia juga senang melihat nya begitupun Rafa.


“mau kakak kalongin” tawar Fely yang langsung digelengkan Azka, mana mau ia dipeluk gadis cantik bisa khilaf ia nanti apalagi kakak angkat nya bukan kandung. Membayangkan saja wajahnya sudah memerah. Fely tidak menyadari nya karena Azka sedang membelakangi nya.


Fely hanya terkekeh kecil. Sebenarnya ia hanya bercanda tapi kalo pun adiknya itu mau dengan senang hati ia lakukan.


Cup


“Selamat tidur baby”


Rafa juga melakukan hal sama sebelum ikut tidur di samping adiknya sambil memeluknya. Azka yang merasakan itu sebenarnya kesel banget tapi ia memilih diam saja.


Fely sendiri memiliki duduk di sofa, ia tidak berniat untuk tidur karena ada kerjaan yang harus diselesaikan nya.


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT