Assalamu'Alaikum Imamku!

Assalamu'Alaikum Imamku!
Haru 2!



Charisma membaca buku paduan Shalat, kitab Fiqih dan Mar'atus Shalehah secara bergantian dengan khusyuk.



Bahkan kini para wanita di tahanan ikut membaca buku paduan Shalat. Buku pemberian Khumaira sangat membantu.



Selama 1 bulan ini, Khumaira sering berkunjung menemui Charisma. Bahkan, hubungan mereka terkesan seperti saudari.



Charisma meminta Khumaira mengajari mengaji, tentu Khumaira menerima permintaannya dengan senang hati.



Mereka para wanita seruangan Charisma belajar mengaji Iqro. Mereka tidak malu belajar, untuk bisa.



Charisma tersenyum manis melihat perutnya sudah mulai besar. Sekarang usia kandungannya 18 minggu, selama itu tidak ada yang menyentuh perutnya selain Khumaira dan para wanita di sel.



"Mas, kapan datang? Charis menunggu Mas lama sekali. 2 bulan setengah tanpa kabar Mas rasanya sakit sekali. Mas, Charis rindu. Tolong cepat datang, Adek rindu."



Charisma menangis sesenggukan sembari mengusap perutnya. Sungguh rindunya sangat membelenggu hatinya.



Para wanita tahanan mengusap punggung Charisma agar tenang. Bagi mereka Charisma sudah di anggap Adik.



"Dik, kamu kuat jangan menyerah. Ingat ada Dedek Bayi yang siap menjadi kekuatanmu. Yakinlah, Suami kamu akan datang!"



Charisma mengaguk sembari menangis haru. Setidaknya di sini ia mendapat teman dan kasih sayang.



"Nona Charisma, ada yang membesuk. Mari ikut saya!" tegas Polwan.



Charisma buru-buru menghapus air matanya cepat lalu tersenyum manis pada mereka. Kaki jenjang terbalut celana panjang longgar melangkah mengikut Polwan.



Andi akhirnya datang membesuk Charisma setelah melalui perdebatan panjang dengan hati serta kedua orang tuanya. Rindu itu pasti, walau selama ini tidak di anggap Andi tetap mencintai Charisma.



Mata mereka berserobok setelah lama tidak bertatapan. Air mata Charisma luruh deras membanjiri pipi tirusnya. Haru menyelimuti hati saat Suami tercinta akhirnya datang.



Charisma tidak pernah menyangka orang yang dia pikirkan langsung datang. Allah telah mengabulkan keinginan agar Andi datang.



Andi menatap Charisma penuh rindu membelenggu. Dia menelisik penampilan Charisma sangat beda. Baju kebesaran dan sekarang sudah berhijab syar'i.



Hati Andi menghangat melihat Istrinya berhijab. Sudah lama dia menginginkan Charisma berhijab. Benar adanya, wanita cantik itu sekarang tampak jauh lebih anggun.



Charisma berjalan cepat menuju Andi. Dan tanpa babibu langsung merengkuh Suaminya erat tanpa menekan perut. Tangis haru meluncur bebas membasahi pipinya.



Andi terdiam seribu bahasa mendapati Charisma merengkuhnya. Bahkan Charisma tidak akan sudi merengkuhnya. Walau mereka melakukan hubungan badan tapi tidak ada kata cinta.



Charisma yang lemas nyaris jatuh jika tidak di tangkap Andi. Dia sangat lemah sekaligus bahagia karena Suaminya datang.



"Dek, kamu sakit?" Andi khawatir melihat Charisma memilih duduk di lantai.



Charisma menunduk dalam sembari menangis histeris. Rasa haru sekaligus rindu menggunung akhirnya terobati.



"Dek, hai kenapa? Kamu jangan buat orang khawatir, Dek!" sentak Andi.



Charisma mendongak menatap mata Andi penuh rindu. Pria dewasa yang mampu menjaga nakun tidak pernah di hormati.




Andi membatu mendengar perkataan Charisma. Tunggu dulu, dia salah dengar saat Istrinya memanggilnya Mas. Benarkah ini?



"...." hanya diam tanpa jawaban. Andi masih terpaku tanpa bisa menjawab.



"Mas benar-benar sudah tidak cinta, Charis? Jadi benar Mas sudah punya wanita lain? Maaf membuat Mas terbebani, Charis kembali ke sel!"



Charisma begitu kecewa dan sakit hati. Hatinya remuk akan kenyataan pahit ini.



Andi merengkuh Charisma dari belakang. Tetapi, tunggu kenapa perut Istrinya agak buncit? Tangannya tergerak untuk mengusap perut buncit Charisma. Sungguh dia tidak bodoh tentang semua ini.



Charisma diam saat tangan kekar Andi mengusap perutnya. Rasanya nyaman, hangat dan mendebarkan.



Andi bergetar setelah tahu ini semua. Walau Charisma bungkam tapi dia yakin Istrinya mengandung.



"Dek, aku hanya mencintaimu. Katakan aku gila karena terus bertahan saat kamu sakiti. Aku pria paling bodoh yang mencintai istri sepertimu. Aku tidak punya wanita lain, Dek ... karena hatiku hanya milikmu. 2 bulan lebih aku ingin melupakan kamu, tetapi tidak bisa."



Charisma diam dengan derai air mata haru penuh kelegaan. Suaminya masih sama dan terkesan bodoh soal dirinya.



"Alhamdulillah," lirih Charisma.



"Dek, katakan apa kamu sedang mengandung?" lirih Andi.



Charisma membalik badan menghadap Andi.



"Iya, Charis sedang mengandung. Mas senang tidak? Padahal Charis menunggu Mas setiap hari untuk mengabari kalau Charis hamil. Tapi, Mas tidak kunjung datang."



Andi tercengang, tetapi mata tajam itu berkaca haru. Benarkah Charisma hamil? Penantian selama 2 tahun terbayar sudah. Ngilu saat Istrinya hamil dia tidak menemani. Kenapa dia tidak datang cepat supaya Charisma tidak menderita di sel.



Charisma menunduk kecewa melihat Andi diam saja dengan mata berkaca. Apa Andi tidak menginginkan kandungan ini?



"Mas," tangis Charisma.



"Dek, ya Allah. Mas sangat mencintai Adek dan sangat terharu mendengar kabar bahagia ini. Mas sangat senang, Istriku."



Andi menciumi wajah Charisma penuh haru. Akhirnya semua terbayar manis dengan kebahagiaan melimpah.



Charisma tersenyum cerah menerima kebahagiaan ini. Dia sembunyikan wajah di dada Andi.



Andi membalas pelukan Charisma suka cita. Dia akan berusaha membebaskan Istrinya dan semua kisah di mulai.




****



PART KHUSUS ANDI X CHARISMA!


MAAFKAN AKU YA SAY! 😘😘😘