
...Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....
...Apa kabar semuanya?...
...Rose mau bilang bahwa Story ini adalah awal debut Rose menjadi penulis religi. Rose debut sebagai penulis thriller, Psychopath dan dark romance. Pastinya dengan rating 21+. ...
...Dan karena ini awal debut alhasil Rose nulis Story ini dibumbui adegan ranjang yang kurang pantas. Sekali lagi maafkan Rose ya, nulis absurd banget. ...
...Title : Assalamu'alaikum Imamku!...
...Rating : 16+!...
...Genre : Rohani, Romance.
...
...
...
...***
...
...Casting!
...
Muhammad Khusain Al-Azzam 29 (y.o), Putra kedua K.H. Ahmad Hasyim Azailani dan Hj. Safira Shaki Khan.
Dia adalah Gus (sebutan untuk anak Kiai di Pesantren) dari K.H terkenal di pondok pesantren Lirboyo Kediri.
K.H Hasyim menikahi wanita Pakistan 35 tahun lalu dan di karuniai 4 Putra dan 3 Putri.
Azzam sendiri melanjutkan study di kairo Al-Azhar sampai lulus S3. Tepat 1 minggu sebelum puasa Ramadhan, Azzam pulang ke Kediri.
Orang tuanya meminta dia menikah, tetapi Azzam selalu menolak dengan dalih ingin sendiri dulu sampai menemukan tambatan hati.
Hingga ada gadis cantik nan manis mempesona begitu juga akhlaknya, sehingga membuat Azzam luluh.
.........
Khumaira Syafa AlMarwa 19 (y.o), Putri tengah dari pasangan sederhana Pak Muhammad Sholikhin dan Bu Siti Maryam.
Ayah Khumaira bekerja sebagai guru ngaji dan guru di Madrasah, sedangkan Ibunya bekerja sebagai penjahit.
Kakak pertama lulusan terbaik di Universitas Gadjah Mada dan sekarang bekerja di Perusahaan teknik di Jakarta.
Nama Kakaknya, Muhammad Khairul Bahri, 27 (y.o).
Sedangkan Adik perempuan Khumaira masih duduk di bangku SMP.
Nama sang Adik, Laila Syafara Azzahra 13 (y.o).
Sedangkan Khumaira masih menjadi Mahasiswi di UGM. Dia bersyukur karena Universitas dekat dengan rumahnya.
Sebagai gadis cantik nan manis pasti banyak yang melirik dan ingin menjadikan Istri. Namun, Khumaira selalu menolak dengan halus hingga datanglah pemuda shaleh membuatnya luluh.
........
...
...Deskripsi!...
Khumaira menemukan Iman yang diidamkan sedari 5 hari.
Pemuda tampan dengan postur tubuh tinggi tegap membuat Khumaira jatuh cinta. Namun, bukan karena fisik melainkan akhlak, ke shalehan sehingga membuat dia berdesir.
Azzam menyukai gadis mungil, cantik nan manis karena akhlak dan kebaikannya tatkala bersedekah, membantu orang kesusahan dan menolong sesama umat.
Mereka saling mencintai karena Allah.
Khumaira menikah dengan Azzam di kala usianya memasuki 19 tahun dan baru mengenal 1 minggu.
Mereka langsung menikah tanpa kata pacaran.
Rumah tangga harus diterpa prahara tatkala datanglah orang ketiga.
...***...
Namaku Khumaira, gadis sederhana yang ingin meraih mimpi indah. Sejujurnya mimpiku sangat sederhana yaitu, menikah dengan pria sholeh.
Misi hidup, menjadi wanita sukses, Istri shalehah, Ibu rumah tangga yang baik serta mendidik anak-anak kami dengan akhlak dan budi pekerti yang baik.
Pertanyaannya, kapan aku mendapatkan, Suami?
Lucu sekali aku ini.
“Nduk, tolong antar bekal ke kebun!” perintah Ibuku.
“Enggeh, Buk.”
Aku ambil rantang berisi makan siang untuk, Bapak.
“Buk, kapan Mas Bahri, Mbak Zahrana dan Dzaki kemari?” tanyaku sebelum berangkat.
“Insya Allah, puasa kedua, Mas dan Mbakmu baru datang,” sahut Ibuku.
“Alhamdulillah, bisa bertemu Tole manis, Dzaki.”
“Iya, Ibuk kangen sama cucu,” sahut Ibuku.
“Sama, Buk. Khumaira juga rindu keponakan.”
“Sudah ngobrolnya, sana gih antar bekalnya!”
“Baik, Buk. Assalamu’alaikum “ tuturku. Aku kecup punggung tangan Ibuku setelah itu pergi.
Di lain sisi, Azzam baru pulang dari Kairo bersama dua Adiknya. Rencananya, mereka akan menjalani Ibadah puasa di Indonesia.
“Mas, katanya Mas ngga akan kembali ke Al-Azhar, apa betul?” tanya Azmi.
“Iya, Tole. Mas, di suruh Abah untuk tinggal. Lagian, Mas sudah daftar kerja di Perusahaan terkenal di Yogyakarta.” Azzam tersenyum tipis menjawab pertanyaan Adiknya.
“Horee ... Azmi senang sekali.”
“Alhamdulillah. Abah, Azzam izin puasa pertama sampai sepekan ke Pagerharjo. Hari pertama puasa, Azzam interview.”
“Boleh saja, Le. Semoga sukses.”
“Aamiin ya Allah. Oh iya, katanya Tole Aziz juga mau ikut ke Pagerharjo. Lalu di mana anak itu?"
"Tole Aziz, Abah pinta mbalah kang Alfiyah. Lagian anak itu kalau pulang suka ngeluyur bareng Gus Arkam. Abah ingin Tole Aziz jadi pemimpin seperti arti namanya."
"Jangan terlalu menekan Tole Aziz, Bah. Kasihan anak itu, lagian dia senantiasa menurut perintah. Lalu di mana Adikku itu?"
"Tidak menekan, Le. Abah hanya ingin yang terbaik untuk Tole Aziz, Le. Adikmu ya pastinya main apa lagi."
Dan percakapan terus berlanjut seputar pesantren. Di sini Azzam di pinta menjadi Ustadz, tetapi menolak halus lantaran ingin bekerja dulu. Setelah hasil dia ingin kembali ke pesantren dan menjalankan amanah Abahnya.
...***
...
...Dan di mulailah kisah mereka!...
...Kisah indah penuh senyum. Jangan baper karena Story ini manis banget dan konfliknya ringan....
...Salam cinta dari Rose....
...Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
...
...
...