Alina (Psychopaths Around You)

Alina (Psychopaths Around You)
BAB 26



Polisi mulai melakukan penyelidikan terkait laporan kehilangan seorang gadis bernama Gea, yang sudah tidak diketahui keberadaannya selama lebih 2 bulan. Laporan itu diajukan oleh kedua orang tuanya. Dimulai dari mencari keterangan dari beberapa orang yang berhubungan dengannya sebelum ia menghilang. Semua terlihat baik-baik saja, keterangan yang didapat hanya hal sewajarnya saja. Sebelumnya Gea pun tidak pernah terlibat masalah di kampus atau bersitegang dengan siapapun.


Beberapa cctv yang ada di kampus tidak luput dari pantauan polisi, belum ada bukti yang mengarah menunjukan keberadaan dari Gea. Kini polisi menuju toko buku yang sering dikunjungi Gea, polisi mendapatkan petunjuk dari salah seorang temannya. Gea sering menghabiskan waktu di toko buku dan juga mengerjakan tugas kuliahnya disana. Tapi sayang tempat itu tidak terdapat cctv. Toko itu juga yang pernah dikunjungi Alina dan temannya tempo hari.


“Selamat pagi,” ucap salah seorang polisi.


“Selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu.” Andre sedikit tersentak melihat kedatangan beberapa polisi.


“Kami dari pihak kepolisian ingin meminta waktu anda sebentar, boleh saya tahu dengan siapa saya berbicara?”


“Iya pak, saya Andre. Menyangkut tentang hal apa ya pak?”


“Apa gadis ini sering mengunjungi tempat ini?” polisi memperlihatkan sebuah foto.


“Kalau saya tidak salah ingat, iya gadis ini memang sering kesini pak. Tapi sekarang tidak pernah lagi,” jawab Andre.


“Bisa anda ingat kapan terakhir kali gadis ini kesini?” polisi bertanya lagi.


“Hhmm sekitar 1 bulan terakhir atau mungkin lebih saya juga kurang pasti pak”


“Selalunya gadis ini datang seorang diri atau ada yang bersamanya?”


“Dia pernah kesini bersama temannya, tapi yang terakhir kali dia hanya seorang diri. Tapi tidak membeli buku, hanya duduk di tempat baca,” jawab Andre


“Jika ada cctv disini mungkin akan sedikit membantu,” ucap salah seorang polisi lainnya.


“Tapi maaf pak memang disini tidak terdapat cctv, karena toko saya tidak terlalu besar jadi saya kurang memerlukannya pak.”


“Terimakasih atas waktu anda kami permisi.” Ketiga polisi meninggalkan toko buku milik Andre, dan akan terus melakukan penyelidikan.


“Kenapa ada polisi kak Andre?” tanya seorang pengunjung.


“Ada orang hilang, seorang gadis, karena gadis itu sering kesini jadi polisi meminta saya memberi keterangan mungkin untuk penyelidikannya.”


“Jadi begitu,” jawabnya.


“Semoga secepatnya polisi bisa menemukannya, dia gadis yang rajin,” ujar Andre, dan kembali merapikan tumpukan buku.


Ternyata Gea bernasib malang, gadis remaja yang tinggal jauh dari orangtua. Karena semangatnya yang besar dalam menuntut ilmu, merantau seorang diri tanpa adanya sanak saudara. Siapa sangka, takdir tak bersahabat dengan tujuannya.


Di sebuah kamar, yang hanya berisi kasur dan sebuah meja kecil. Gea terbangun dari tidurnya, masih tetap berbaring, mata yang sembab menghiasi wajah pucatnya.


“Kenapa aku tetap disini.” Keinginannya setiap kali membuka mata adalah tidak berada di tempat ini. Walaupun itu harus berada di dunia yang berbeda, mati lebih baik daripada tetap berada di tempat mengerikan ini.


“Setidaknya semalam psikopat itu tidak datang menemuiku. Mama papa aku rindu kalian, seandainya aku mendengarkan nasehat papa dan mama untuk tetap tinggal bersama kalian.” Orang tua Gea tidak setuju jika ia harus bersekolah di luar kota, tapi besarnya harapan Gea, membuat orang tuanya tidak punya pilihan lain.


“Bagaimana perasaan kalian jika tahu aku dalam keadaan seperti ini. Noda di dalam tubuhku sudah tidak bisa aku bersihkan lagi. Bagaimana hancurnya kalian melihat aku seperti ini.” Kesakitan yang ia rasakan  bertambah jika memikirkan orang tuanya.


Gea menoleh ke arah pintu, seseorang sedang membuka kunci. Handel pintu mulai bergerak, menampakkan seseorang yang tidak ingin Gea lihat.


“Morning sayang,” ucap pria itu, sapaan yang diacuhkan oleh Gea. Pria itu membawa sarapan untuk Gea, berisi susu dan roti serta beberapa irisan buah segar. Tak lupa air putih dan pil kontrasepsi yang menjadi penemannya.


Betapa muaknya Gea menyaksikan adegan ini setiap hari, pernah beberapa kali Gea tak menyentuh sedikitpun makanan yang pria itu sajikan. Seketika ia menjadi sakit, memang sengaja ia lakukan untuk bisa cepat mengakhiri hidupnya. Tapi ia tak sepintar psikopat itu, ancamannya membuat Gea harus mematuhi perintahnya.


Gea memiliki seorang adik perempuan, yang masih berumur 15 tahun. Psikopat itu mengancam jika Gea tidak menurut dan selalu melawan tempatnya akan digantikan oleh adiknya. Siapa yang bisa menolak dari ancaman itu, nyawa orang terdekatnya akan terancam. Bukan hanya itu, kedua orang tuanya akan terkena imbasnya.


Hanya pasrah, Gea akan menerima setiap kelakuan dari psikopat itu. Sampai ia bisa bebas dari sini, dan bisa berkumpul kembali bersama keluarganya. Bebas atau harus mati disini Gea sudah menyiapkan dirinya dengan hal terburuk sekalipun.


“Maaf karena aku tidak menemanimu semalam,” ucap pria itu.


“Itu lebih bagus, aku benar-benar muak padamu,” jawab Gea tanpa memandang lawan bicaranya.


“Kau marah sayang, tunggu aku, aku akan datang nanti. Sekarang ada hal yang harus aku kerjakan,” ucap pria itu, mencium kening Gea lalu berlalu meninggalkan Gea dan menutup rapat kembali pintu kamar Gea.


Belum lama beranjak, Gea mengusap bekas ciumam di keningnya. Sampai berwarna kemerahan, begitu kuatnya Gea menggosok keningnya. Perasaan yang teramat jijik ia rasakan saat ini, apalagi malam ini akan bersama dengan pria itu lagi.


Lagi, lagi dan lagi mungkin akan seperti itu seterusnya, entah siapa yang akan bisa menemukan dan membawanya pergi dari tempat psikopat ini. Tidak ada celah untuk pergi, tempat seperti apa yang sebenarnya ia tempati. Tidak dapat di tebak, tidak terdengar suara apapun, sunyi benar-benar sunyi. Apakah ia sedang berada di sebuah tempat terpencil atau apa, sungguh tidak bisa menemukan jawabannya.


Maafkan tidak bisa up banyak


author janji setelah tahun baru


diusahakan up walaupun tidak setiap hari


harap maklum ya, karena terhalang pekerjaan.


Happy New Year everybody🎉🎇