Alina (Psychopaths Around You)

Alina (Psychopaths Around You)
BAB 2



Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Laki-laki itu menuju meja dimana Alina dan sahabatnya duduk.


“Hai semua...” sapa laki-laki itu


“Kak Adit,” jawab Alin yang merasa sedikit malu.


“Ehem hem.. ada yang salting kayaknya,” ucap Fitri coba mengejek sahabatnya.


“Apa sih kalian,” jawab Alin dengan menahan malu.


“Boleh aku duduk disini?” tanya Adit


“Tentu saja boleh kak silakan” Dinda yang menjawab Adit.


“Mau makan apa kita hari ini” Fitri yang berguman sendiri sok berpikir.


“Aku mau bakso saja biar ada kuah-kuahnya gitu sama es jeruk,” ucap Alin yang tidak mau berpikir terlalu lama.


“Aku juga sama” Dinda pun ikut memesan makanan yang sama.


“Oke lah aku juga, aku kan tidak mau berhianat sama kalian kita kan sedarah sejantung sejiwa” Fitri yang tidak mau berbeda sendiri.


“Kak Adit mau pesan apa? biar sekalian kak,” tanya Alin pada Adit.


“Hem aku nasi goreng yang pedas ya, terus sama mineral water saja,” saut Adit


Sambil menunggu makanan tiba , Fitri dan Dinda yang sibuk dengan ponsel mereka dan Alina yang merasa bingung sendiri harus berbuat apa. Adit memang mulai menaruh hati pada Alina dan selalu memberikan perhatian lebih pada Alina. Dan Alina juga sudah mulai menyukai Adit tapi menurutnya lebih baik untuk saling mengenal dulu dari pada buru-buru pacaran. Dulu mereka sekolah di SMA yang sama. Adit adalah kakak kelas yang beda 2 tingkat dari Alin. Tapi dulu mereka tidak terlalu akrab seperti sekarang.Setelah kurang lebih 15 menit makanan yang mereka pesan sudah datang.


“Akhirnya datang juga, ayo kita makan,” ucap Fitri yang selalu semangat.


“Lin nanti sore kau ada waktu? ayo kita jalan” Adit yang memulai pembicaraan.


“Aku sih tidak sibuk kak, tapi hanya kita berdua saja?,” jawab Alin pada Adit.


“Kalian mau ikut tkdak?” tanya Alin pada dua sahabatnya. Fitri dan Dinda saling menatap.


“Aku mau nganterin mama arisan Lin jadi nggak bisa ikut kalian berdua saja Fitri juga sibuk iya kan Fit?” Dinda menatap Fitri yang sebenarnya ingin memberikan kode.


“Iya aku sibuk rumah sepi kasian anak kucing nggak ada yang jagain,” jawab Fitri asal.


Dinda menahan tawa dan bergumam dalam hati “Bodoh, kenapa tidak sekalian jagain anak singa, buat alasan yang tidak masuk akal”


Alin pun merasa aneh dengan jawaban Fitri


“Apa-apaan mereka berdua aku tau, mereka ini sengaja, sejak kapan juga ini anak punya kucing,” batin Alina.


Tapi lain halnya dengan Adit yang sudah mengetahui niat dari Fitri dan Dinda pastinya mereka tidak mau mengganggu dia dan Alin. Setelah beberapa saat mereka sudah selesai makan dan Adit yang membayar semuanya.


“Kak Adit makasih ya sudah ditraktir, sering-sering nggak papa kok kak kami ikhlas,” celoteh Fitri pada Adit.


“Iya sama-sama, nanti aku akan mengabarimu” ucapnya pada Alina.


“Iya kak” jawab Alina.


Mereka bertiga kembali ke kelas karena masih ada mata kulian yang lain. Alina yang sejak dari tadi memikirkan rencananya nanti yang akan jalan dengan Adit.


******


Sampai di rumah Alin masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ayah dan ibunya masih belum pulang. dia masih memikirkan Adit, Alin senyum-senyum sendiri maklum hatinya lagi berbunga-bunga dan sedang jatuh cinta.


tiba-tiba terdengar suara dari lantai bawah.


“Ibu pulang, Alin kau di atas nak? sudah makan belum?” tanya ibunya.


“Sudah bu, tadi di kampus, Alin mau istirahat dulu bu”


“Baiklah sayang” ujar ibunya.


“Ehh anak cantik ibu sudah bangun, gimana kuliahnya nak lancar?” tanya Mirna.


“Iya tidak ada masalah bu.” Alin menjawab ibu.Tiba-tiba ponsel Alin berbunyi tanda ada pesan masuk.


Adit


“Alin jam 7 ya kita ke cafe Green, kau mau aku jemput apa kita ketemu disana?”


Alin


“Kita ketemu di cafe aja kak, kakak tkdak perlu menjemputku”


Adit


“Baiklah Lin, see you ♥”


Sedikit berdebar saat melihat emoticon tanda hati dari Adit. Kebayang kan kalian gimana rasanya Alin, pasti semua pernah ngerasain kan? hehe.


“Pesan dari calon mantu ibu ya Lin.” Ibu mulai sadar dengan tingkah anak gadisnya.


“Kepo deh ibu, taunya calon mantu mulu.” Alina cemberut.


“Nah kalau tidak kenapa kau senyum-senyum begitu, memang ibu tidak pernah muda apa, iya kan yah?”


Pak Abi hanya tersenyum melihat istrinya, yang memang selalu saja membuat suasan menjadi ramai.


“Nanti juga ibu sama ayah tau kalau sudah waktunya” Alina beranjak pergi menuju ke kamarnya lagi.


“Wahh anak kita lagi dekat sama seseorang yah”


“Biarkan bu, anak kita kan sudah besar, asalkan dia bisa jaga diri itu sudah cukup. Kan ibu yang suka godain Alin masalah calon mantu, nah sekarang itu sudah proses mau bawa calon mantu ibu.” Penjelasan pak Abi pada istrinya.


“Asalkan anaknya baik dan sayang sama anak kita ibu juga pasti akan setuju yah,” ujar istrinya.


*****


Alin sedang berada di depan cermin dengan baju di tangannya, ia mencoba memilih-milih baju apa yang akan dia pakai nanti malam. Setelah lama akhirnya ada yang pas di hati Alin.


“Pakai ini kali ya, okelah pakai apapun tetap cantik kok sudah cantik dari sononya kan.” Memuji diri sendiri.


“Rambutku harus dicurly atau seperti ini saja, hanya bertemu Adit saja kenapa harus seribet ini, padahal kan sudah sering ketemu.” Salting sendiri si Alina


Alina bersiap-siap membersihkan diri, dari mandi yang biasanya paling lama 30 menit, sekarang menjadi 1 jam lebih. Alina bukannya seperti gadis kebanyakan yang memakai dress dan memakai heels yang tinggi dia lebih suka style casual yang nyaman. Dengan riasan yang tidak terlalu menor dan lipstik berwarna nude menjadi pilihannya. Setelah lumayan lama berdandan, Alin keluar dari kamarnya dan hendak berpamitan kepada orangtuanya.


“Sayang mau kemana, anak ayah cantik sekali,” ujar oak Abi.


“Ketemu calon mantu tuh yah, makanya tadi senyum-senyum nggak jelas kan” tebakan ibu yang tidak meleset.


“Sudah bu, Alin pamit ya ayah ibu”


“Alina bawa mobil ayah saja, lebih aman untuk anak gadis keluar malam, dan ingat pesan ayah harus tetap jaga diri.”


"Siap yah,” jawab Alin dengan mengangkat jempolnya.



Seperti ini ya kira-kira penampilan casual Alina. ( author mohon ijin ya pakai fotonya, ini foto noona korea 😆)


Semoga kalian juga suka.


Happy reading semuanya.


Tinggalkan jejak ya.