Alina (Psychopaths Around You)

Alina (Psychopaths Around You)
BAB 24



Karena kegagalannya membawa seorang gadis yang menjadi incarannya, pria ini menggila. Setelah lama ia mengintai dan mencari cara agar bisa membawa gadis yang ia sukai, rencananya gagal karena ada seseorang yang telah berhasil menolong gadis itu.


“Tolong jangan, aku mohon lepaskan aku.” Rintihan seorang wanita dengan pakaian putih menerawang dan sangat minim.


“Kau hanya perlu diam, jika kau diam itu akan sangat mudah aku tidak akan menyakitimu, jadi menurutlah sayang,” ucap pria yang menyiksanya. Satu tangan menggenggam kedua tangan perempuan itu. Sedangkan tangan kanannya mengelus pucuk rambutnya. Setelah beberapa kekerasan pisik yang ia lakukan.


“Kenapa kau melakukan ini padaku, apa salahku?”


“Aku hanya senang melakukannya, dan aku tidak suka kau menolakku seperti ini.” Pria itu mencium bibirnya dan menggigitnya.


“Aahhh.” Rintihan kesakitan keluar dari mulutnya.


“Kau psikopat, lepaskan aku sialan,” teriaknya lagi, tanpa dipedulikan oleh pria itu.


Wanita itu menyerah, sudah tidak ada gunanya lagi melawan toh ini bukan kali pertama ia mendapatkan perlakuan semacam ini. Tenaganya terkuras habis akibat perlawanannya, tapi tetap saja tidak berguna.


Membiarkan pria itu menelanjangi tubuhnya, memainkan buah dadanya, meninggalkan bekas merah disetiap ciuman. Setidaknya ia tidak akan berbuat kasar jika tidak mendapat penolakan.


Gerakan demi gerakan dilakukannya tanpa lelah. Desahan kesakitan mulai keluar dari bibir wanita itu. Tidak bisa dipungkiri, tubuhnya merasakan panas, sekeras apapun ia menolak tapi sentuhan yang ia terima membuat sensasi lain pada tubuhnya.


“Mendesahlah!!! aku suka mendengarnya.” Pria itu menghentakkan tubuhnya lebih cepat dan keras.


“Lebih keras lagi, ayo teriaklah!!” menambah ritme kecepatannya. Desahannya keluar tanpa bisa ditahan lagi, memenuhi ruangan itu, saling bersautan antara keduanya. Setelah beberapa kali akhirnya kegiatan panas itu berhenti. Wanita itu terkapar tak berdaya, karena buasnya perlakuan pria psikopat itu.


“Sayang maafkan aku, aku pasti sudah menyakitimu lagi kan.” Dipeluknya wanita itu, tetapi ia hanya diam, bicara pun sudah tidak ada tenaga lagi. Dan seakan enggan untuk melihat wajah pria yang telah memperkosanya.


Diangkatnya tubuh gadis itu, ia hanya bisa menerima. melawan sudah tidak mampu ia lakukan. Sekujur tubuhnya dibilas dengan air secara perlahan.


“Sayang bicaralah, aku tidak suka kau mengacuhkan aku.”


“Aku hanya lelah,” jawab wanita itu. Ia sudah tahu apa yang akan terjadi jika membuatnya marah lagi.


“Sayang maafkan aku.” Setelah selesai memandikannya, ia mengangkat tubuh wanita itu kembali ke kasur.


“Tidurlah sayang.” Mengecupnya lagi dan meninggalkannya pergi. Buliran bening mulai menetes membasahi bantal penyangga kepalanya. Seakan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Yang membuatnya heran seakan ia bersama orang yang berbeda. Setelah melakukan penyiksaan, pria itu akan meminta maaf, dan bahkan terkadang menangis menyesali perbuatannya. Sorot matanya pun seakan berubah, menandakan bahwa ia tidak berbohong, ia menyesal melakukannya.


“Apa sebenarnya dirimu, aku tidak bisa memahami pria itu. Seolah ada orang lain di dalam dirinya.” Wanita itu menangis hingga terlelap.


Disebuah kamar yang berukuran kecil, dengan minim penerangan terdapat banyak foto seorang wanita menempel di dinding, hingga memenuhi sudut ruangan. Bukan hanya satu orang, bahkan dengan foto orang yang berbeda. Ada beberapa foto yang berisi tanda silang menggunakan tinta merah pekat seperti darah.Matanya memandang sendu foto yang terdapat tanda silang, penyesalan terdalamnya timbul seketika.


“Tolong ampuni aku, itu bukan aku,” ucapnya.


Tangannya meraih satu foto yang ada diatas nakas, tatapan tajamnya muncul kembali setelah memandangi wajah yang ada di foto itu.


Karena kemarahannya, pria itu memasuki salah satu kamar yang terdapat wanita lain. Wanita itu sudah tewas akibat ulahnya. Ia meninggal bersama rahim yang berisi janin, yang hanya berkisaran beberapa minggu.


Entah bagaimana ia membunuhnya, darah yang mulai sedikit menghitam berceceran di lantai, mengubah sebagian sprei yang semula putih berubah menjadi corak merah.


Tubuh wanita itu dililit dengan sprei yang berlumuran darah hingga tidak menampakkan bagian tubuhnya sama sekali. Pria itu menuju lorong, dengan tubuh wanita di dalam dekapannya. Satu demi satu anak tangga dipijaknya hingga sampai pada pintu besi besar. Masih terdapat ruang yang lainnya seperti keluar dari ruang bawah tanah. Hingga akhirnya ia sampai pada halaman rumah itu, tidak nampak apapun disana. Dengan halaman yang luas hanya berisi rumput yang hijau.


Pria itu berjalan mencari tanah yang rata, yang tidak terdapat bekas galian. Menemukan tempat yang sesuai, jasad wanita itu dibiarkan tergeletak di tanah. Pria itu datang dengan sesuatu di tangannya, sebuah cangkul yang berukuran sedang.


Ia mulai mengcangkul tanah sedikit demi sedikit, jasad itu akan ia kubur disana. Cukup memakan waktu yang lama, dan kini lubang yang ia gali sudah nampak lumayan dalam.


Ia mengambil jasad itu.


“Sayang istirahatlah disini, aku sudah bilang padamu untuk selalu meminum pilmu tapi kau tidak menurutiku. Lihat apa yang terjadi, aku hanya menginginkan dirimu. Tapi kau malah mengandung anak. Kau tidak usah takut, kau tidak sendiri disini, ada banyak teman disini.” Pria itu berbisik, dan mengecup kening wanita itu yang masih pada balutan sprei.


Dilempar jasad itu ke dalam lubang, dan menutup kembali dengan tanah. Sebisa mungkin ia rapikan seperti semula. Pria itu kembali ke tempatnya semula, dengan keringat bercampur tanah melekat di tubuh dan pakaiannya. Tangannya meraih salah satu foto, dan memberinya tanda silang menggunakan darah yang keluar dari jari, hasil dari gigitanya sendiri. Foto itu diletakkan di tempat yang lain, bersama dengan foto yang berisi tanda silang lainnya.


Guyuran air membasahi seluruh badannya, mengalir berwarna kecoklatan bercampur sisa darah yang berasal dari tubuh pria itu. Memakai pakaiannya kembali, dan merebahkan badannya pria itu terlelap seketika melupakan perbuatannya, meninggalkan jeritan tangis wanita-wanita yang dikurungnya.


Ia akan membunuh, jika wanita itu memberontaknya dan tidak melakukan sesuai dengan keinginannya. Pil kontrasepsi sengaja ia siapkan, dan wajib diminum oleh wanita-wanita itu setiap akan melayani nafsu bejatnya. Jika ada yang mengandung dengan begitu ia akan kehilangan nyawanya.


Semua hanya sebagai pemuas nafsu, pria ini memiliki kepribadian ganda dalam dirinya, disisi lain ada identitas orang yang berbeda. Disaat itu muncul, identitas lainnya akan memegang kendali penuh atas dirinya.


Kejadian itu bermula dari trauma yang ia alami di masa kecil dan tidak bisa ia hilangkan, awalnya ia tak menyadari karena memang tidak ada hal ekstrim yang terjadi. Apa yang ia lakukan seketika hilang dari ingatannya. Tapi entah semakin berjalannya waktu, dirinya berubah menjadi psikopat. Disaat tersadar menjadi diri aslinya ia sudah mendapati mayat, ataupun wanita yang telah dinodainya. Dari itu ia sadar dirinya sudah berubah menjadi manusia yang buas.


.


.


Like Like Like, supaya author tahu


kalian memang menyukai cerita ini


dan semangat untuk up lagiii.


Diusahakan setiap hari


tapi author nggak bisa janji


karena kesibukkan di dunia nyata


Mohon dimaklumi ya 🙏


HAPPY READING😍😍😍