
"Jika! Jika mereka! Jika mereka menikah. Aku akan ikut mereka berdua, kemanapun mereka pergi." Menjelaskan dengan berat sambil melihat wajah suaminya yang membeku.
Lisa tertawa begitu mendengarnya. Dia sadar kini, berada disebuah keluarga yang berbeda dari keluarganya. Terlalu anti mainstream. Bakat George, dia tahu berasal dari mana kini.
"Aku pasti menikah secepatnya. Dan aku akan memberikanmu banyak sekali cucu! Hingga tidak sempat mengurus yang lainnya lagi." Menerima tantangan sangĀ ibu.
George kemudian melihat Lisa dengan hangat. Seperti janjinya pada Yani dulu, akan memiliki anak lebih banyak dari Yani.
Terhipnotis dengan pandangan hangat pria disebelah, George mengatakan dengan berani, akan memiliki masa depan bersamanya secepatnya.
Lalu kata-kata lain Terngiang sakit ditelinga, "Memberikannya Banyak anak!" Lisa Mengigit bibir bawah. Seberapa banyak yang diinginkan pria ini? Gemetar didalam.
"Berikan aku janji!" Beralih melihat ibunya.
Mata Camelia menyipit mendengar keraguan putranya padanya. Kemudian melihat semua anggota keluarga. Dia sudah menghabiskan hidupnya menjaga keluarganya, mereka semua hidup dengan baik. Karier mereka setelah menikah juga bagus, tidak perlu mengkhawatirkan mereka lagi.
Suaminya di Jakarta juga tidak perlu dia khawatir. Dia memiliki dua putra dan dua menantu, mereka bisa merawat suaminya. Dengan sedih beliau menunduk dalam diam. Tidak lama mengangkat kepala.
"Aku Nyonya Walthure, berjanji, akan ikut putra bungsuku ke manapun. Jika dia sudah menikah. Memaksanya memberikan aku cucu, segera! Secepat-cepatnya! Apa itu cukup! Cukup membuat anak bungsuku ini puas." Beralih ke George.
Tuan Walthure dan dua saudaranya dengan pasangan masing-masing hanya diam mendengarkan.
George mengambil tangan Lisa yang kosong di meja. Lalu menunjukkan genggaman mereka kedepan sang ibu.
"Baik, kami akan segera menikah. Dan seseorang harus menepati janji." Melihat ibunya.
"Aku tidak akan ingkar!" Beliau menuang kembali minuman, dan menghabiskannya dengan cepat dihadapan putranya.
George percaya itu. Yang dia inginkan hanya ibunya. Ayahnya pasti akan menyusul, Gerry tidak akan tahan jauh dari istrinya.
Ada yang mengatakan tidak sayang karena tak kenal. Orang tuanya tidak pernah mengenalnya secara baik. Mereka akan mengenal juga dunia karier yang digelutinya. Merubah konsep karier dikepala sang Ayah.
Lama-kelamaan Mereka akan mengenalnya lebih baik, maka akan lebih sayang. Lebih menghargainya. Mereka akan tahu nantinya, Jika mereka seharusnya bangga atas pencapaian yang sudah putra bungsu mereka capai.
George merangkul bahu Lisa, mendaratkan kecupan dikening.
"Menikahlah denganku."
Lisa menjauhkan dirinya.
"Kamu pikir aku gadis apa! Apa begini melamar seorang anak perempuan." Meledek.
"CK CK CK, Apa ada anak perempuan yang selalu menantang." Menariknya kembali kepelukan.
"Berikan aku lamaran terbaik. Aku ini calon ibu anak-anakmu. Apa begini cara melamarnya."
"Lalu maunya bagaimana?"
"Kita sudah lama tidak traveling bersama. Bagaimana kalau naik gunung. Aku dengar puncak Mandala yang di Papua sangat indah. Bagaimana?"
"Aku ingin yang cepat!"
"Diving di Lombok, ditengah-tengah hiu martil. Bagaimana?" Menjauh lagi.
Bukankah itu terlalu dekat.
"Baiklah, terserah. Kemana saja boleh, asal bersamamu." Suara merdu dengan nafas panas.
"Berjanjilah, kali ini tidak mengecewakanku lagi." Berbisik serius ditelinganya.
Lisa melihat wajah George. Dia sedang serius. Kemudian tangannya yang lembut membelai pipinya.
"Aku berjanji." Lebih serius.
Kemudian lengannya melingkar di leher George. Pria itu menarik bibirnya dengan kuat. Tidak memperdulikan sekitar. Membuat yang melihat malah menjadi malu.
Well,
Keluarga Walture memang anti mainstream. Melihat kelakuan putra dan pasangannya dimeja mereka, mereka berakting tidak melihat. Dan kembali melihat ke acara utama.
*
Pembawa acara mengumumkan pengantin akan melemparkan buket pengantinya. Beberapa wanita singel segera berlari mendekat.
Jesicca, Lisa, dan Retha merasa tidak perlu ikut-ikutan. Lestari dan Putu berada di barisan bagian belakang, Sudah pesimis tidak akan mendapatkan buket itu.
Begitu Buket pengantin dilemparkan. Seseorang dengan tepat sekali, berhasil menangkap.
Semua mata melihat kearah Pemilik baru buket. Dia malah melihat pasangannya dengan wajah pucat, seketika pandangannya menjadi buram.
"Timy! Aku mendapatkannya. Aku benar-benar mendapatkannya." Bimbim pingsan dipelukkan Timy.
Acara berlanjut semakin meriah. Semakin malam malah semakin meriah. Beberapa pasangan turun kelantai dansa.
*
Setelah pernikahan Juan dan Yani pernikahan berturut-turut adalah,
Jesicca Rames (Sahabat Yani) dengan Arnold (Sahabat George)
Lisa Mighty (Adik perempuan Dayland) dengan George Walthure.
Retha Carlos (Adik perempuan Juan) dengan Dayland Mighty (Sahabat Juan)
Kemudian menyusul
Bimbim dengan Timy. Mereka terpaksa terbang ke Belanda untuk melakukan itu.
Sementara Raymond masih bersabar menunggu Lestari selesai kuliah.
Kenyataannya, belum setahun kuliah, mereka sudah memiliki baby boy lebih dulu.
------------- T A M A T ---------