
Keduanya meninggalkan ruangan dengan mesra, pergi begitu saja.
*
Keluar kamar mandi, mengikat jubahnya dengan baik. Kemudian melihat istrinya didepan meja rias.
"Juan, Lisa Mighty itu, seperti apa?"
Yang diajak bicara duduk diujung tempat tidur. Memperhatikan istrinya. Keduanya saling melihat lewat pantulan cermin.
"Kenapa tiba-tiba tertarik dengannya."
"Penasaran." Melanjutkan menyisir.
"Dia gadis terlalu pintar."
Terlalu pintar! Meninggalkan meja rias. Berdiri didepan suaminya.
"Dia mencintaimu, aku benarkan?" Meneliti kedua mata.
"Tidak tahu." Alisnya yang indah mengkerut hampir menjadi satu.
Tidak tahu! Sangat tegas. Dia berbohong! Sebagai seorang wanita, arti tatapan gadis itu pada suaminya, dia tahu. Suaminya, tidak mau tau? Tidak peduli, Atau tidak menganggap perasaan gadis itu. Karena dia adik Dayland.
Lisa seorang yang sangat pintar, mencintai pria lain dan kini berada disebelah George, akan seperti apa memperlakukan George kedepannya. Mengkhawatirkan, apakah bisa dia menghargai pria yang berada level jauh di bawahnya.
"Bagaimana kedekatan mereka?"
Juan berdiri. Lalu memeluk pinggang istrinya, mengangkat tubuhnya yang lembut sedikit tinggi. Dan kembali duduk.
Seketika kedua kakinya yang dingin tanpa alas kaki menjadi hangat, sudah berada diatas telapak kaki besar.
"Walau Lantainya berkarpet. Biasakan selalu mengenakan alas kaki."
Menarik dagu suaminya, kembali mengamati. Lengannya yang besar melingkar di pinggang ramping.
"Juan, jawab dulu."
"Level Lisa sangat jauh diatas George. Jika mereka bersama, banyak keberuntungan buat George. Keluarga besar Walthure tidak akan meremehkannya lagi. Karier George bisa berkibar di bawah tangan dingin Lisa."
Jika Lisa sehebat itu, mengapa mengincar George. Gadis itu apa tahan dengan sikap kekanakan George.
"Aku bukan pengamat wanita."
"Hah! Bukankah semua pria suka mengamati wanita."
"Aku hanya mengamatimu. Mata dan hatiku, hanya tertuju padamu. Terang-terangan. Semua tentang Lisa adalah pengamatan bawahanku. Aku menyuruh mereka menyelidiki semua orang yang merusak nama baik istriku, termaksud Lisa Mighty."
"Apakah Lisa akan memperlakukan George dengan baik. Aku sungguh membutuhkan sudut pandangmu suamiku."
Kedua lengan besar sejak tadi melingkar di pinggang, menekan kuat, kepalanya kini berada di perut rata. Tubuh istrinya begitu harum, selalu lembut. Gadis ini, saat ini, sedang membuatnya gila. Dengan membahas pria lain.
Yani berdiri, membelai rambut yang pendek.
"Aku bukan peramal. Mendengar nama pria keluar dari bibirmu? Aku saat ini ingin mencekik seseorang."
Yani tersenyum hangat, dia menekan bibirnya yang tebal menyentuh lembut bibir tipis. Bahkan memejamkan kedua mata. Ketika kedua matanya membuka. Juan masih menutup kedua matanya. Yani menekan keningnya di kening suaminya. Kedua alisnya diperas.
"George bukanlah seorang pria dimataku, dia adalah keluarga. Enam tahun belakangan, aku hanya punya mereka semua yang datang tadi. Ada yang mengatakan, seorang anak baru beruntung jika masih memiliki kedua orang tua. Aku sudah tidak memiliki keberuntungan. Tapi aku masih memiliki mereka. George! Tidak juga bisa dikatakan beruntung, Dia tidak pernah diperlakukan dengan baik di keluarganya. Jadi, aku mencemaskan, jika dia mendapatkan perlakuan yang buruk. Juan, kamu sangat beruntung, apakah kamu tahu itu." Memandang suaminya dengan kasih sayang.
"Dia seorang pria dewasa. Jangan meremehkan, apa menurutmu dia tidak bisa memilih."
Memang benar, Yani duduk dipangkuan, kedua paha ini bukanlah tempat yang nyaman. Satu tangan melingkar di leher kekar dan satu lagi menyambut genggamannya.
"Raymond dengan Lestari, bagaimana menurutmu?"
"Apanya? Setahuku Raymond memiliki cinta yang tidak bisa dilupakan, namun gadis itu sudah menikah. Itulah sebabnya dia melampiaskannya dari satu wanita ke wanita lain. Tapi, sejak mengenal Lestari, dia menghentikan semua itu."
"Artinya, dia sungguh mencintai Lestari. Apakah mereka cocok?"
"Tidak!"
Hah! Wajah Yani memucat. Pria ini terlalu blak-blakan tanpa basa-basi. Mulut pria ini memang terkenal jahat. Terlalu jujur, membuat dada sakit mendengar itu. Kebenaran yang dikatakan terang-terangan, tidak enak didengar.
"Jika tidak cocok, harusnya mereka dipisahkan sejak awal."
Juan tersenyum sinis. Dia tahu, istrinya tidak suka mendengar apa yang akan dikatakannya. Namun telinga kecilnya ini, harus mendengar.
"Keluarga Raymond, semuanya pengacara. Ayah, ibu, Abang bahkan adiknya. Latar belakang seorang pengacara? Kamu bisa bayangkan, percakapan seperti apa yang mereka miliki saat makan malam." Juan memperhatikan istrinya yang sudah pucat.