A Women With Red Hair

A Women With Red Hair
166. PARAH TOTAL



Wajah Lisa kembali suram, pengacara ini, memandang remeh dirinya.


Law Firm mana dia?. Ini Penghinaan.


Dan menjawab tenang. "Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, di pasal 4 ayat 1 disebutkan bahwa, kemerdekaan pers dijamin, sebagai hak asasi warga negara." Menyerang balik.


Pengacara Park tersenyum tipis. Dia menekan dasinya didada, lalu berkata."Benar sekali!. Anda sangat baik, mengerti sekali tentang hukum. Maka saya tidak perlu repot. Kita akan bertemu dipengadilan Nona. Sampai berjumpa lagi." Menunduk sopan kearah ketiga wanita didalam, kemudian keluar begitu saja dari ruangan ditemani assisten.


Pria itu sudah memporak porandakan ruangan, lalu meninggalkan begitu saja. Banyak kekacauan hati yang  ditinggalkannya. Pintu ditutup rapat. Semua wajah didalam sama, gelap.


"Nona Lisa, semua ini hasil kerja anak buahku seorang, namanya Rika. Aku hanya menerima laporan dan menyocokkan data yang ada. Aku bahkan tidak tahu dari mana dia mendapatkan berita dan Narasumber. Begitu juga foto dan dokumentasi lainnya." Berdiri dengan kaki lemas.


"Rika.!. Panggilkan dia. Kalian tidak tahu kekacauan apa yang sudah kalian perbuat." Tidak hanya gelap, garis-garis wajah semakin jelas.


"Sayangnya, Rika sudah mengundurkan diri. Dia mengalami gangguan kejiwaan beberapa Minggu lalu."


"What.!." Lisa tanpa sadar mengebrak meja, terkejut.


"Chiii... Emelly! Maksudmu, laporan yang kamu buat hasil karya orang tidak waras. Benar begitu!. Apa kamu tau, seorang yang tidak waras tidak akan bisa di tuntut. Maka, bersiaplah kamu!. Sejak dulu aku tahu, kamu tidak kompetent." Mala melipat kaki panjangnya.


Mata kucing meringis didalam. Saat ini dia ingin melipat tubuhnya menjadi bola, lalu menggelinding keluar. Ini KACAU!.


Lisa bangkit berdiri. Giginya semua mengeretak. Gadis bernama Emelly ini, PARAH TOTAL!. Pindah melihat Mala.


"Bereskan ini Mala, nyawamu taruhannya. Aku tidak tahu caranya, lakukan saja dengan cepat. Atau kita semua TAMAT. Juan tidak akan melepasku, dan kalian dengan mudah. Apa kalian sadar itu." Lisa meninggalkan ruangan dengan wajah seputih lilin.


Mala melihat tajam kearah Emelly. Wanita ini sungguh, SINTING!.


"Periksa kembali Rika, dan semua hasil kerjanya selama ini. Jangan sampai ada kekacauan lainnya, periksa semua barang-barangnya. Kita harus tahu semuanya, dari mana Narasumber itu didapat Rika." Mala mengantikan Lisa duduk di kursi Emelly.


Berbalik dan masih melihat rambut bobnya diposisi yang sama.


"CEPAT!!!." Suara menggelegar.


Pemilik rambut Bob segera keluar ruangan. Memerintahkan sebagian anak buahnya untuk melakukan pengecekkan semua pekerjaan Rika, selama bekerja. Sebagian lagi ikut bersama Emelly, masuk kegudang belakang. Barang-barang Rika belum di bawa oleh keluarganya, semua masih tersimpan.


Buat Lisa, membayangkan Juan akan menikah dengan orang lain, jujur saja hatinya sedih. Sekarang ada kekuatan ingin mengagalkan, dia sedikit senang. Wajarkan, benarkan.


Pernikahan ini, diapun berharap tidak pernah terlaksana. Ada yang ingin membunuh karakter istrinya Juan. Ini seperti memiliki tongkat ajaib, apa yang ada di kepalanya, malah terjadi.


Yang pasti, Perbuatan jelas ingin menyudutkan Yani Sebastian bukan berasal dari dirinya.


Walaupun WW Magazine dalam edisi khususnya ikut sedikit andil. Tapi itu tidak akan bisa mengerakkan kekuatan hingga sebesar ini.


Walau Juan tidak berpikir sama, dia hanya bisa pasrah.


Well, pria satu itu memiliki ke egoisan tingkat diluar rata-rata. Dimatanya kini, semua biang kerok adalah sama.


Gadis itu langsung masuk kedalam Escalade putih, begitu menutup pintunya dia segera melakukan panggilan. Pria disana segera mengangkat.


"Kakak Raymond, apa ini!. Kamu mengirimiku pengacara, dan menuntut perusahanku?. Hanya gara-gara edisi khusus yang kami keluarkan. Yang benar saja." Melampiaskan kekesalan.


"Kamu tahu dari mana, itu anak buahku." Raymond tenang menjawab.


"Chiiii, asisten Tuan Park, gadis itu, dilehernya masih mengenakan ID CARD dari law firm kakak."


"Gadis pintar!. Tapi! Maafkan aku. Itu, perintah langsung. Dan Dayland tidak keberatan."


Kakaknya!. Dipihak pria licik itu. Tidak bisa dipercaya.


Tiga pria bergabung menjadi satu, berdiri dibelakang Yani Sebastian.


Tambah satu lagi GEORGE.!.


Total empat.


Ini GILA!.