A Women With Red Hair

A Women With Red Hair
163. dulu dan puluhan tahun kedepan



Jika kekuatan besar yang datang, menghalangi karier George, bukan berasal dari Juan, itu sangat melegakan.


Kepala kecil menyamping, di letakkan di atas bahu. Dua tangan besar melingkar di pinggang sejak tadi, semakin erat. Berjanji tidak akan menyentuh George. Karena, hati dan pikiran istrinya tidak ada padanya. Berbeda ketika menghadapi Bryan. Istrinya mengalami emosi, dan dia benci itu.


"Hanya itu dikepala kecilmu saat ini. Apa ada lagi.?." Melihat jauh kedepan.


Menggeleng ringan, dan Melepas pelukkan. Meneliti wajah suaminya. Pria ini tahu banyak hal, tapi begitu pelit membagi informasi.


"Jesica!."


Dia menghela nafas ringan, dan berkata."Jesica mengalami luka ringan dilengan. Seperti yang di Bali, disana juga sama. Batu besar memecahkan semua kaca. Jesicca kebetulan begitu dekat dengan jendela. Dia melindungi diri dengan lengan. Tapi dia Sudah ditangani oleh dokter terbaik, tidak akan meninggalkan bekas. Dia akan datang besok kesini dijemput Pak Suryo, saat ini dia bersama Arnold."


Benarkan.


Hah.!. Pria ini, sungguh!. Berita seperti ini, tidak di beritahu. Habis kata.


"Kenapa tidak memberitahuku sejak tadi."


"Tidak bertanya?. Ini bukan berita baik, dan Jesica hanya luka ringan."


Pantas saja, Gadis itu sulit dihubungi, dia sudah curiga. Jesicca pasti takut. Jika sampai dia tahu, akan sangat khawatir. Yani melihat suaminya didepannya lagi, teringat akan sesuatu yang lebih penting.


"Juan, aku tidak perlu mengkhawatirkan kamu dan putraku. Benarkan?."


"Benar!."


"Juan, sangat baik."


"Aku tahu." Bangga.


"Hah!. Sungguh!. Terlalu percaya diri."


Hidung ditarik, bibir dicubit kecil. Sementara dia tertawa senang. Juan yang sedang baik, sangat lembut, dia yang selalu memanjakan, jika seperti ini rasanya seperti sedang dioleskan madu diatas mulut, sangat manis.


Menghadapi suaminya harus seperti ini. Nada bicara lembut, patuh, tidak melewati batasnya, maka dia akan menjadi seekor serigala jinak. Tidak akan melukai. Seperti Jesicca katakan, jika kamu tidak ingin mati lemas ditangannya, maka hindari melewati batasnya.


Sejak kecil, kedua orang tuanya memperlakukannya seperti batu permata. Begitu juga dengan Bryan, sangat baik. Lalu bertemu Gress dan Rika, mereka dua orang pertama yang melukainya, melebihi batas yang bisa dia pikirkan. Mencambuk, merobek daging hingga menganga. Lalu bertemu George, meski kekanakan, dia tidak pernah melukainya, tidak menginginkan sesuatu yang memalukan. Lalu pria ini, sejak kenal usianya lima tahun sudah begitu kasar, dan dia menjadi satu orang yang selalu di hindari.


Namun, kedua orang tuanya justru menyerahkannya ketangan pria ini, sejak dia kecil. Sebesar apapun kekuatan yang membuat mereka berdua terpisah, mereka berdua akan kembali bersama. Seperti Cristian Carlos katakan dulu, Jika ini bukan jodoh, lalu apa namanya?.


*


Juan terbangun, mereka tertidur disofa diruang santai. Sudah lewat sore hari, Istrinya masih tidur disebelahnya. Pelan dia mengangkat tubuh lembut istrinya, membawanya kekamar utama. Sepanjang perjalanan, memperhatikan Mata sayunya sudah tertutup rapat. Yang terlihat tinggal deretan bulu mata hitam rapi mengarah kebawah.


Hati-hati meletakkannya di pembaringan. Bibir tebalnya sudah tidak sebengkak tadi, kini malah membuka kecil. Hidungnya yang mancung mendekat, merasakan nafas hangat, bibirnya yang tipis tertarik panjang. Wajah mengemaskan. Melihatnya tidur tenang seperti ini, sungguh rasa ingin menganggu muncul.


Enam tahun perpisahan, sangat menyesakan dada. Posisinya digantikan oleh pemain laga. Yang terjadi tidak bisa dirubah. Pria itu, terlanjur memiliki tempat spesial di hati kedua orang tercintanya. Tetap saja, tidak bisa berbohong, cemburu itu ada.


Tengelam dalam dihadapan istrinya, Pelan dan hati-hati, mendaratkan ringan di atas bibirnya yang tebal terbuka sedikit. Dengan kedua mata terpejam gemetar, melegakan, mereka berdua selalu menjadi miliknya, dulu dan puluhan tahun kedepan, selamanya.