
Dia adalah George Walthure.
Seakan mengalami slow motion. Penampilannya langsung memikat. Mereka sampai lupa mengambil gambar. Kehadiran pemain laga ini, dalam ruangan ini, tidak ada yang menduga. Para pemburu berita saat ini, seperti mengalami serangan kejut setrum secara serentak.
Kelima pria baru saja masuk, segera mengisi kursi kosong dibelakang meja. Mereka yang muda, mendampingi Demitri. Adalah pemandangan terkeren. Beberapa menelan ludah, tanpa ada kata. Kelimanya duduk, seperti membentuk sebuah formasi. Sayap ujung, ada Dayland, dan Raymond, didalamnya ada Juan, dan George, posisi tengah diduduki Demitri Carlos. Atau, sebelah kanan Demitri ada putranya lalu Dayland, sementara sebelah kirinya ada George, lalu Raymond.
Setelah mereka semua duduk, jepretan mengarah ke mereka bertubi-tubi. Para pemburu berita sangat senang bisa hadir di acara ini, meski sempat menjadi gila, karena pangilan tiba-tiba ini. Persiapan singkat dan pagi-pagi sekali, mereka semua bergerak sangat cepat, seperti kesetanan. Tapi mendapatkan moment langka ini, semua itu seperti terbayarkan, lunas.
Penyelengara memberikan ruang bebas untuk pengambilan gambar. Setelah puas, semua memperhatikan kembali pada kelima orang didepan dengan tenang. Waktu bebas yang diberikan sudah cukup. Seseorang berdiri di samping meja, tepatnya disebelah Raymond. Pembawa acara, mulai berbicara.
"Selamat datang para wartawan awak media semuanya, terimakasih atas kehadirannya di acara ini." Juru bicara sudah sangat mereka kenal. Membuka pertemuan.
Sudah kembali tenang, fokus dengan alat rekam masing-masing. Menunggu inti dari pertemuan dengan tegang. Demitri mendekatkan Microphone.
"Selamat Siang." Melihat keseluruh ruangan didepannya.
"Seperti kalian semua sudah tahu. Putra kami sudah mengumumkan resepsi pernikahannya. Kami sebagai orang tua mereka, ingin kembali mengulang pengumuman itu, dan mengumumkan tiga hal penting lainnya." Demitri tersenyum hangat seperti ciri khasnya, kepada semua orang.
Tiga hal penting!.
Semua merasakan hal yang sama, Jantung langsung berdetak kencang.
"Pengumuman pertama, Putra kami Juan Carlos, dan menantu kami Yani Sebastian, sudah melaksanakan pernikahan mereka sebelumnya!"
Semua serentak mengikuti. Berusaha tenang sendiri.
"Pengumuman kedua, Putra kami Juan Carlos dan Yani Sebastian, mereka sudah dikarunia seorang putra tampan, berusia lima tahun."
WHAT!!
Seorang putra!
Lima tahun!
Semua Membesarkan kedua mata dan mulut sambil melihat ke Demitri. Suara ricuh sangat ramai memenuhi ruangan. Beliau mengumumkan itu secara ringan, cepat, jelas, tidak bertele-tele, tanpa basa-basi. Langsung ke inti. Sikap ini berhasil membuat semua yang hadir shock.
Kehadiran George saja sudah mengejutkan, lalu pengumuman pertama lebih mengejutkan, ditambah pengumuman kedua yang sangat mencenggangkan. Jika ini adalah drama kolosal yang sedang dimainkan, maka saat seperti ini, sangat cocok dimasukkan iklan panjang. Agar mereka didalam ruangan yang mendengarkan ini, bisa menarik nafas teratur. Bahkan ini belum cukup! Masih ada pengumuman yang ketiga?
"Menantu kami adalah, putri kandung, satu-satunya dari pasangan Thony Sebastian dan Klara Sebastian. Kalian seusia saya, pasti mengenal pasangan ini, mereka berjaya di era 30tahun lalu. Mereka adalah pemilik brand Thony Sebastian Colection. Sangat Berjaya. Seperti yang kalian sudah tahu, menantu kami juga memiliki brand-nya sendiri, mengikuti jejak kedua orang tuanya."
Putri kandung, semata wayang Thony Sebastian! Sejak kemarin pencarian, Sedikit data yang bisa diambil dari Menantu Keluarga Carlos ini.
Jelas kini, asal-usul Yani Sebastian. Dia bukan gadis biasa saja.
"Keluarga kami dengan keluarga Thony Sebastian berhubungan sangat baik, puluhan tahun lamanya. Hingga 20 tahun lalu, kami berempat sebagai orang tua, memutuskan bersama, mengikat hubungan baik dua keluarga ini, dengan menjodohkan putra dan putri kami. Mereka masih kecil pada saat itu." Demitri terhenti.