
"Tante! George hanya ingin meminta maaf pada Yani Sebastian. Padaku! Tidak mau! Justru ingin ikutan seperti pria licik Juan Carlos itu, menuntutku. Dia, lebih jahat dari Juan!" Marah hingga Menangis.
Nyonya Walthure memeluknya lagi.
George mendengus kelangit, tidak percaya. Lisa sangat pandai. Dia mengunakan ibunya. Mereka berdua kini bersengkokol.
"GEORGE! Minta maaf segera." Membela Lisa.
Sebenarnya, siapa sesungguhnya anak Nyonya ini? George merasa bingung.
"CK CK CK! Kalian berdua sungguh! Berkomplot menganiayaku."
Nyonya Walthure mengunakan bantal memukul putranya lagi.
"Anak nakal, anak nakal, anak nakal, cepat minta maaf. Laki-laki mana boleh menyakiti perempuan. CEPAT!" Nada beliau naik dua tangga.
Suara keras ibunya, menghentikan kelakuannya. Dia melihat Lisa yang menutup wajah dengan telapak tangan. Gadis ini, lebih hebat darinya dalam berakting.
"M-Maaf!" Pelan hampir tidak terdengar.
"Aku tidak dengar!." Melepas kedua tangan.
"MAAF!" Lebih keras.
"Ada syaratnya."
Alis George naik, mata mengkedut. Gadis ini di baikkin minta lebih. Berani sekali.
"Syarat!" Suara Bergetar.
"Aku tahu albummu dihentikan, belum ada kontrak film, jadi saat ini kamu menganggur. Ikutlah program baru travelingku, tiga episode pertamanya saja. Dengan begini, Aku baru mau memaafkanmu? Kalau nanti aku Tamat. Maka aku akan mengunakan namamu. Bagaimana." Wajah Lisa kini bercahaya.
Bagaimana?
Mengkedut semakin kencang. Gadis ini sangat pandai. Lebih licin dari belut sawah. Sejak awal permasalahan ini, di dalam otak kecilnya, hanya mengkhawatirkan bisnisnya. Jiwa bisnisnya berkobar, takut padam oleh Juan. Belum juga Juan menghempaskan bisnisnya. Dan menghancurkan brand nama Lisa Mighty. Dia sudah menyiapkan segalanya, dengan membuat program baru, tanpa mengunakan namanya lagi.
"Tidak mau! Itu adalah program yang paling aku benci. Traveling! Asal tau, aku langsung mematikan TV saat melihatnya."
"Itu urusanmu. Mau di maafin nggak!" Mengancam.
Pupil George memutar, kemudian mengunakan telunjuk menunjuk satu persatu wanita dikamarnya. Dia sudah habis kesabaran.
"Kalian semua!" Terhenti.
Menarik nafas susah payah.
"....Keluar." Melanjutkan.
Lisa tersenyum puas."Artinya setuju! Baiklah aku akan kirim seseorang menerangkan konsep kami. Aku sekarang pulang."
"CK CK CK! Aku belum bilang apa-apa!" Mendengus.
Gadis itu tersenyum manis dan melingkarkan lengan dilengan ramping Nyonya Walthure. Keduanya, sama-sama keluar kamar.
"Kalian berdua! Lebih kejam dari pada preman jalanan! APA TAU ITU!" Berteriak keras, dan terdengar jelas.
Hanya ada tawa dua wanita dari kejauhan. Siapa yang sudi syuting jalan-jalan bersamanya. Itu adalah acara paling jelek yang pernah ada.
*
08.00 malam.
Rumah Utama.
Kediaman Keluarga Carlos.
Sudah lewat dari jam makan malam. Disini justru masih sibuk menghidangkan makanan di meja besar yang terbuat dari kayu Gahuru besar.
Demitri, Cristian dan Thony. Mereka berdiri diteras, menyambut Audi masuk. Dari sana keluar pria jangkung dan wanita berambut merah. Bocah mengemaskan itu segera berlari kearah mereka. Tubuhnya yang gempal segera terbang kegendongan sang Ayah.
Tidak lama dua mobil ikut masuk. Semua tahu siapa yang mengendarainya. Satu Dayland Mighty dan satunya Raymond Bigger. Mata dingin melihat kedua sahabatnya.
"Ayah memanggil kami, sejam lalu." Dayland segera menjelaskan pada Juan.
Ayah!
Sejam lalu!
Beliau melakukan hal yang sama padanya sejam lalu. Itulah sebabnya dia dan istrinya pulang.
Ada apa?
Sambil mengendong Thony, bersama sahabatnya serentak masuk kedalam rumah. Belum sampai teras, sebuah Lamborghini orange menyusul masuk! Berjalan pelan sangat mulus, dengan suara mengeram khas mesin kendaraan ini.
Menjadi pusat perhatian. Semua mata tertuju pada kendaraan yang masuk. Hingga bokong kendaraan itu memutar, dan parkir dengan baik disebelah deretan mobil lainnya. Ini kedua kalinya, roda empat itu, masuk kekediaman rumah utama. Dan dia, masih menjadi pusat perhatian. Hingga pemiliknya keluar kendaraan.
Pria tebar pesona itu!
Chiii...!
Tiga pria serentak buang wajah.
Hanya Yani dan Thony yang memberinya senyuman kasih sayang. Tapi tidak berani menghampiri.
Juan, Raymond, Dayland, ketiganya diwajah membentuk satu tanda baca, yaitu tanda tanya. Rahang seseorang mengetat kencang.
Apa yang ingin dilakukan Demitri?.