A Women With Red Hair

A Women With Red Hair
188. bisa mati jika harus mengulang kejadian enam tahun lalu



"Keluarga Raymond, semuanya pengacara. Ayah, ibu, Abang bahkan adiknya. Latar belakang seorang pengacara? Kamu bisa bayangkan, percakapan seperti apa yang mereka miliki saat makan malam." Juan memperhatikan istrinya yang sudah pucat.


"Lalu apa yang harus lestari lakukan?"


"Sekolah lagi, tidak perlu mengambil hukum. Setidaknya, percakapan di meja makan keluarga, tidak basi."


"Baiklah." Meninggalkan pangkuan.


Wajah seseorang menjadi gelap ketika pangkuannya menjadi kosong. Apakah dia kini, menjadi wanita ngambek?.


"Cinta yang manis, terkena gesekkan terus, lama-lama akan habis. Biar bagaimanapun, keluarga akan selalu bertemu." Meluruskan kaki di tempat tidur.


Dengan malas menyusul ketempat tidur. Menghampiri seperti seekor kucing. Setelah sampai menggesekkan kepala di atas dada bidang.


"Aku akan usulkan padanya."


Memainkan lingkaran dengan telunjuk di atas kulit dada. Posisi seperti ini, detak jantungnya terdengar indah.


"Juan." Lembut.


"Ehm."


"Malam itu, setelah aku pergi. Apa yang terjadi?"


"Kamu ingin tahu."


Yani menggesek kepalanya diatas dada bidangnya.


"Aku terbangun pagi hari. Karena Rika menangis disebelahku. Dia meminta aku bertanggung jawab atas apa yang terjadi semalam. Meski mabuk, aku bisa mengukur kadar kesadaranku. Dayland menyelidiki kamar itu. Semua jejak yang ada di kamar hotel di lacak. Helai rambut, sidik jari sampai bercak di seprai."


Yani menekuk wajah, mendengar kalimat terakhir.


"Siang hari hasilnya keluar dan gadis yang bermalam denganku, bukanlah Rika. Aku mencarimu di kediaman Sebastian. Disana semuanya berantakan, anak buahku melacak jejak mu. Dari teman sekolah sampai tempat-tempat yang biasa kamu kunjungi, tapi hasilnya tidak ada. Malam harinya aku kerumah sakit, mereka mengatakan jika Thony Sebastian sudah meninggal. Disanalah aku tahu, jika putri kandung Sebastian adalah Yani Sebastian."


Juan menarik nafasnya berat.


"Saat itu, aku ingin mencekik kalian bertiga yang sudah mempermainkan ku. Target pertama adalah Gress, membekukan semua harta rampokan Thony yang ada ditangannya. Lalu membuat Rika Sebastian tidak bisa mendapatkan pekerjaan di kota ini. Hingga dia akhirnya mengunakan nama belakang ayah kandungnya."


"Setahun kemudian, aku memutuskan berlutut di kaki kakek, dan berjanji akan menemukanmu. Tapi aku tidak bisa mencarimu, jika tanpa uang. Beliau menarik ku kembali bekerja, dan menyandang kembali nama Carlos. Tapi, tidak boleh menginjakkan kaki di kediaman utama. Sampai aku menemukanmu. Aku mencarimu seperti orang gila. Enam tahun lamanya, menjadi orang gila, mencari-carimu."


Yani menghapus air matanya mendengar itu.


"Rika selalu mengatakan, jika kamu  berinisiatif sendiri naik keranjang ku. Aku senang mendengar itu. Artinya kita memiliki rasa yang sama. Mana ada seorang gadis menyerahkan kesucian jika bukan cinta. Tapi lalu menghilang? Aku menjulukimu setan kecil kurang ajar."


Yani tertawa mendengar itu. Siapa sangka mengenang masa suram ini, dia kini bisa tertawa.


Juan mengangkat sedikit tubuh istrinya. Kemudian memeluknya erat.


"Juan, kenapa kamu tidak mengenaliku sebagai putri kandung Sebastian."


"Aku langsung mengenalimu!" Melihat kedalam kedua mata sayu dengan serius.


"Tidak."


Juan tertawa mengingat itu.


"Saat aku berkunjung pertama aku tidak melihatmu. Tapi kunjunganku berikutnya aku melihatmu didepan dapur. Dan aku langsung tahu, kamulah orangnya. Keesokkannya aku memutuskan hubungan dengan Rika dan mencarimu. Tapi kamu menghilang dari hadapanku. Kamu adalah setan kecil, yang pandai menghilang dari hadapanku. Kamulah, orang yang menghianatiku lebih dulu. Melihatmu bersama Bryan. Jika aku ingat, aku ingin mencekik lehermu."


Juan yang seperti ini, mengerikan. Nama Bryan, jangan sampai terangkat lagi di antara mereka.


"Juan, Ayah dan Ibuku tidak pernah mengatakan tentang keluarga Carlos. Aku masih lima tahun saat itu. Aku tidak tahu."


Lengannya yang besar memeluk semakin kuat. Posisi mereka berbalik, dia menjadi telentang. Tangannya yang besar berada dibelakang leher. Memaksanya menengadah.


"Jangan menghilang lagi. MaYa, Aku rasa, aku bisa mati jika harus mengulang kejadian enam tahun lalu." Mengambil bibirnya yang tebal dengan lembut.


"Tidak akan. Aku tidak akan menghilang lagi." Membalas.