
Lestari memeluk Yani, disusul Jesica, dan Putu. Pria jangkung masih berdiri dibelakang, membuat niat Bimbim memeluk mereka berempat, dibatalkan. Sejak di Bali, Bimbim langsung menyukai Juan, karena bokongnya, tapi semua itu sirna ketika melihat kekejaman matanya.
"Aku kira kalian bersenang-senang dan melupakanku." Semakin sedih.
"Tidak mungkin!" Lestari menghapus air mata Bos nya.
"Bos! Kamu lebih parah dari Thony." Bimbim dengan gaya gemulai duduk disofa.
"Aku juga bawa ice cream coklat? Banyak." Jesicca mengangkat kresek putih. Dan duduk disofa, menyusul Bimbim.
"Hai! Kalian ngak takut gendut!" Bimbim menolak.
"Aku malah ingin gendut." Jesicca mengambil satu stick.
"Terimakasih, Aku merindukan kalian semua." Memeluk Lestari, mengadu karena kesedihan.
"Kami datang. Besok, tidak mungkin bertemu seperti ini. Kami disini sampai besok, boleh?" Putu meluncur tanpa rem.
"Tidak boleh! Hanya sampai jam 12 malam, masih ada 6 jam. Sisanya bubar." Juan nyeletuk dibelakang Yani.
Semua melihat pemilik suara dengan wajah hijau. Juan adalah pria dingin. Jarang bicara, ketika bibir tipisnya itu mengeluarkan kata, sangat jelas nada tegas. Terdengar seperti marah. Dan Berhasil membalikkan suasana hangat menjadi dingin dan tegang.
Suite room ini, terasa seperti di sebuah bangsal yang pengap. Sesak. Yani melihat ketegangan diwajah teman-temannya lalu tertawa.
"Juan hanya bercanda. Kalian boleh disini sampai kalian bosan." Mendorong Putu yang masih sangat muda untuk duduk di sofa.
Gadis ini masih polos dan muda sekali. Jika tetap tegang, sebentar lagi dia mungkin akan menangis. Juan berhasil menakuti. Mereka semua duduk di ruang tamu. Yani melihat Juan, sambil mencabik-cabik bibir.
Di meja ada lima kantong besar makanan ringan. Bel pintu berbunyi, lagi. Bimbim membukakan pintu, ternyata Raymond. Pria berbulu membawa dua kantung beer. Dan Menyerahkan satu kantung pada Bimbim.
"Ini berat." Spontan, usai memegang kantung.
Membawanya masuk dengan susah payah. Tadi Raymond menentengnya dengan mudah. Jika tahu seberat ini, tidak akan mau membantu pria itu.
Juan langsung mengajak Raymond dan Arnold ke balkon. Dua pria menenteng asbak keluar. Sementara Arnold menenteng satu kantung penuh beer.
"Bos! Laper." Bimbim tanpa sungkan.
"Mau makan apa?" Menekan salah satu aplikasi.
"Pizzzaa!" Bimbim menjilat bibir.
Yani memesankan sesuai pesanan Bimbim.
"Bos! Thony mana?"
Putu, Lestari, Jesica dan Yani, mereka berempat duduk di satu sofa. Memperhatikan Bimbim yang bolak balik dengan gelisah.
"Timy? Dia lama sekali." Bimbim memperhatikan keempatnya.
Lalu menyadari sesuatu.
"Kalian diam disana! Bos, kamu ikutan makan Snack. Aku akan foto kalian berempat." Memberikan satu bungkus Snack yang sudah dibuka Bimbim.
Selesai memphoto, dia mengetik sesuatu dan mengirimnya menjadi statuse. Keempatnya saling melihat, kemudian serentak mengambil Android masing-masing. Sama-sama melihat statuse Bimbim terbaru.
"Lomba makan ciki"
Ujung Bibir semuanya mengangkat serentak. Tidak ada yang tertawa. Hanya Bimbim yang tertawa.
Bel pintu berbunyi, lagi.
"Itu pasti Timy!" Loncat kegirangan, menuju pintu.
Yani mengambil ice cream coklat di meja.
"Yani! Ini ice creammu ketiga!" Jesicca tidak percaya.
Putu dan Lestari ikutan mengambil. Jesicca akhirnya ikutan juga. Keempatnya kini serentak menikmati ice cream. Bimbim dan Timy masuk. Dibelakang mereka ada George dan Lisa. Keempatnya menyapa Lisa dan George. Dan kembali meletakkan pantat di sofa.
"Bangun! Aku mau duduk disini." George mendekati sofa yang sudah penuh. Tangan di pinggang. Melihat Jesica dan Lestari dengan sinis.
"George, mereka lebih dulu datang. Tidak sopan mengusir orang." Yani menengahi.
"Aku tidak suka duduk disana." Menunjuk sofa seberang.
"Apa tidak malu duduk diantara wanita." Mengigit ice cream didepan mata George.
"CK CK CK, Apa kalian bisa disebut wanita? Kalian empat anak perempuan." Mengambil ice cream ditangan Yani dan menghabiskannya.
"Hah! Dimeja masih banyak!" Yani mengambil yang baru.
"Aku mau itu juga." Mengambil lagi.
"George! Hentikan!" Sebelum direbut lagi.
Semua hanya berani menonton. Jika nyeletuk, akan dilibas oleh keduanya. Yani pergi dari sana, menuju balkon, sambil membuka bungkusnya dengan cepat.