A Women With Red Hair

A Women With Red Hair
3. Pembaca Budiman



Hai... πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


Apa kabar pembaca budiman. Sehat selalu dan sukses.


Di lancarkan semua urusannya yak.


A women with red hair.


Kebersamaan Juan Carlos dan Yani Sebastian/MaYa (Mamah Yani).


Beberapa lembar kedepannya, menuju ending.


Tamat


Waaaahhhh.... Akhirnya kelar.


Panjang ternyata ceritanya.


Baru ini cerita saya terpanjang.


Record πŸ‘πŸ‘πŸ‘


So...., ini adalah Tegur sapa terakhir untuk para pembaca yang Budiman dan baik hati. Di A women with read hair. 😘


*


Sejauh cerita.



Akhirnya, Cinta sang Istri ter untukan sang Suami.


Bibir tebal mengatakan isi hati sejujurnya.



"Aku Mencintaimu Suamiku."


Cie... Cie... 😘😘😘


"Jangan berhenti Mencintaiku."


Sampai pake note segala πŸ˜…



Yani merasa menjalin hubungan kedekatan sebagai keluarga dengan George, paman tertampan putranya.



Walaupun Sang bintang laga ini, tidak mau hanya sekedar keluarga.


Well, .... πŸ˜‚.



Hidup adalah tabur tuai. Itulah yang menimpa Gress dan Rika. Mereka menerima sendiri pembalasannya.



*


Next.



Good bye Bryan.



Ucapan perpisahan yang kontroversial dilakukan Si gadis berambut merah ini.


Bagian ini akan seru 😁.



Gress dan Rika dengan hidup barunya.



Eksekusi Yani untuk Sang Ibu Tiri.


Well,... Si gadis berambut merah ini, kini memiliki sikap tegas yang bijaksana.


Thank you buat Sang Mentor, Juan Carlos. πŸ‘πŸ‘



Resepsi pernikahan Juan dan Yani.



Hubungan mereka berdua publik banyak yang tidak tahu.


Ketika Juan Carlos mengumumkan pada Publik rencana resepsi pernikahan mereka.


Publik heboh.


Apalagi ketika tahu siapa sang calonnya.


Gempar.


Para Nitizen mulai angkat suara.


Yani harus menghadapi.


Pengemar Juan Carlos dan Pengemar George.


Well, well, well,.... Ehm...


Fans.!.


Lebih suka idola mereka singel.?.


Jadi.!.


Tetep makin seru dooong.


Mudah-mudahan nggak pada bosen yak.


*


Permintaan maaf.


+ Adanya kekerasan di kisah ini. Bukan untuk ditiru atau di contoh.


+ Jika alur dan narasi ceritanya mengecewakan, atau tidak memuaskan.


+ Buat typo-typo.


Penulisnya, hanya manusia biasa. Halaaaaaaa 😁


+ Ini hanya cerita fiksi/ tidak nyata. Persamaan nama dan tokoh, tidak di sengaja.


+ Cerita ini, di tujukan untuk semua kalangan. Ada, adik-adik kita yang ikutan baca juga. Jadi koment sopan dan baik akan di publish.


Jika sebaliknya, saya akan blokir akunt.


+ Untuk adik-adik yang baca, lebih bijaksana membaca. Ambil yang baiknya saja, positif. Semangat.


*


Terimakasih.


+ Sudah Vote


+ Sudah kasih bintang.


+ Untuk koment penyemangat, saya akui, itu mendorong saya lanjut menulis.πŸ˜…


+ Kritikan dan saran yang baik dan membangun.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.


A women with red hair.