
Keduanya duduk di sofa.
"Baiklah." Dua mata sayu melayang ke sekeliling.
Meski dia tidak pernah menyalahkan gadget saat di rumah. Tapi belum tentu putra mereka tidak.
"Soal pabrik, apakah tertarik.?."
Yani langsung menjawab."Sangat."
Juan melihat jari-jari istrinya didalam tangannya.
"Bagaimana jika aku melarang.?." Melihat lurus kedalam bola matanya.
Gerakan mundur kepala, dirasakan. Dia terkejut mendengar itu. Lalu raut wajahnya memucat.
"Juan, pabrik itu milik Ayahku. Beliau kerja keras untuk itu. Aku ingin mengambilnya kembali. Aku ingin menghidupkan Ayahku kembali didunia fashion ini.
Ada banyak Kakek Wibowo lainnya di luar sana, yang mungkin rindu dengan karya Sebastian.
Aku.!. Putrinya, bisa membantu.
Jika aku putrinya tidak meneruskan, mau siapa lagi.?." Yani serius melihat suaminya.
Nafas Juan berat ditarik dan dilepaskan. Dia bersandar di sofa, sambil memainkan jari istrinya.
Pemikiran ini, sebelum diucapkan, jauh hari Juan sudah tahu. Bahkan Sebelum acara di Bali dia sadar itu.
Panggilan itu datang begitu saja, roh dan jiwa didalam raga istrinya, membakar sempurna.
Tidak bisa dipadamkan. Tidak dia sekalipun.
Jika dia mencoba memadamkan yang akan terbakar adalah hubungan mereka. Meski berat, tidak ada yang bisa dilakukan selain, Mendukung.
"Aku setuju." Mencubit kecil pipinya.
Mendengar itu, seluruh tubuhnya merespon baik. Wajah bercahaya, kedua bola mata bersinar. Bibir tebal di tarik panjang.
Pipi ikut naik keatas.
"Juan, sangat baik." Menjadi sangat senang lalu tiba-tiba sangat berinisiatif.
Mendaratkan bibir tebal diatas miliknya, dengan cepat.
Mata sepekat tinta membesar. Terkejut.
Gadis itu tersipu malu, lalu melihat suaminya lagi. Berinisiatif lagi, melakukan hal yang sama.
Saat akan meninggalkan kecupan.
Leher belakang ditekan.
Ciuman menjadi lama. Leher belakang mulai terasa pegal.
Keduanya saling melihat dengan penuh cinta.
"Ayo, Lakukan sesuatu menarik.?." Senyum nakal.
Dengan cepat tangannya ditarik kuat, membawanya masuk kekamar mandi.
Well, Pria itu mengatakan.
Dan ini sudah sangat Malam.
Apa lagi.?.
Rambut diikat semua keatas, seekor angsa cantik mempesona. Ada didalam bak mandi.
Percikan air di kulitnya, bersinar indah terkena pantulan sinar lampu.
Dia benar-benar seekor angsa cantik.
Tangan besar membantu mengusap busa. Spons berjalan sangat lamban. Membuat seseorang salah tingkah. Gelisah didalam bak.
Sesekali bibir tipis mendarat pelan. Menghisap dan menekan.
Pemiliknya semakin gelisah tidak karuan.
"Juan... Cepatlah sedikit." Suara serak bergetar.
Biasanya dia tidak lama didalam sini, hanya bersabun lalu menyiram, selesai. Kali ini, pria ini memiliki ide menarik katanya. Dan inilah ide menariknya.
Sejak bersama saling membantu membuka pakaian, hingga turun kedalam bak. Proses sangat lama.
Pria ini terlalu menghayati. Membuat kakinya lemas. Tubuhnya melumer menahan getaran.
Keduanya kini berhadapan. Membuat pipinya mengembang besar dan merah. Proses ini lebih lama, sangat panjang dan melelahkan.
Satu orang tersenyum nakal dan menikmati. Yang satunya gemetar dan mengigil sepanjang proses. Tubuhnya sudah lumer seperti lumpur kebanyakan air.
"Juan, tidak bisa cepat sedikit." Menekan bibir tebal.
Bibir tipis tersenyum nakal, lagi. Kulit ditangannya sudah merah. Air tidak panas, hangat. Suhu mereka berdua menghangatkan ruangan. Istrinya malah mengigil sejak tadi.
Tubuh besar memeluk erat. Mengunakan shower membersihkan sisa sabun di kedua tubuh mereka.
Keluar dari kamar mandi, tidak langsung ke lemari pakaian. Tapi ketempat tidur.
Kulitnya kembali memerah ketika handuk yang melilit, dilucuti. Perut bawah gemetar. Sentuhan lembut kembali membuatnya Mengigil.
Istrinya sudah Begitu manis di bawah. Tubuhnya yang lembut sudah melunak.
"MaYa... Aku mencintaimu." Berbisik mesra, halus dan lembut.
Membuat yang mendengar semakin mabuk dibawah.
Pinggulnya diangkat sangat lembut.
Dia menurut, sudah lumer sejak tadi.
Tidak ada pergerakkan waspada.
Bola api panas, mulai membakar tubuh. Sentuhan sangat lembut memabukkan. Sempurna menekan.
Keduanya saling melepas rasa cinta dari dalam tubuh.
Keduanya sama-sama merasakan rasa cinta melesat keluar, terbang keseluruh ruangan.
Ruangan ini menjadi harum. Ruangan minim cahaya ini, seperti memiliki bintang kecil didalam.