A Women With Red Hair

A Women With Red Hair
169. Apa kalian berdua, senang menganiaya



"Chiiii... Pria itu, mengesalkan." Menendang meja dengan sangat keras hingga berpindah beberapa senti dari posisinya.


Lisa loncat karena terkejut setengah mati. Langsung berdiri dengan wajah merah gelap.


"Katakan padaku apa yang akan kamu lakukan?" Tegas.


Lisa melihat wajah pemilik kamar.


"Meminta maaf pada Yani! Aku sudah membuatnya mengalami banyak sekali kerugian." Santai.


Mendengar ini, darahnya langsung naik, tapi tertahan ditengorokkan. Hingga wajah cantiknya menjadi seputih kapur tulis.


Langsung mendaratkan pukulan di lengan besar George, berkali-kali dengan membabi buta. George kehilangan keseimbangan dan jatuh ketempat tidur. Dia tetap diam saja, membiarkan tangan lembut memukulinya. Karena memang tidak sakit.


"Hanya ada Yani di kepala kekanak-kanakanmu itu. Bagaimana dengan aku! Aku akan tamat ditangan Juan! Apa kamu tahu itu." Geram.


Belum puas! Lisa memukulinya lagi dengan bantal didekatnya, hingga kelelahan.


"Aku membenci mu!" Setelah puas, Berteriak sangat kencang.


Lalu Melempar bantal ditangannya kelantai. Dan menangis keras. Buat George, jika dinilai dari pengalamannya, suara tangisan Lisa memang lebih buruk dari suara tangisan Thony.


Well, pria ini.


Malah melakukan penilaian disaat seperti ini. Tidak membantu sama sekali. Tepok jidat.


Suara tangisan Lisa terdengar hingga keluar. Nyonya Walthure berlari masuk kedalam. Melihat Lisa menangis, diatas tempat tidur. Beliau segera memeluk gadis itu, dengan kasih sayang.


"Apa yang kamu lakukan padanya." Beliau marah sekali, wajahnya merah, dengan kedua mata ingin keluar dari tempatnya.


Kelakuan ibunya ini, mengkhawatirkan. Beliau tidak tahu, putranya baru saja di aniaya.


"Oooh, ada apa dengan kalian semua? Apa aku yang memukulnya? Tidak! Tanya saja padanya, siapa yang memukul?" Merapikan jubah. Bangkit berdiri dan kesal.


Mamahnya hanya melihat endingnya saja, langsung menghakimi. Tidak adil!


"Anak nakal ini." Memukul putranya sendiri dengan tangan kosong.


George berusaha menghindar, beliau mengambil bantal, dan mendaratkan pukulan bantal tepat pada wajah putranya. Tiba-tiba Lisa menghalangi.


"Tante, kenapa memukul wajah George. Jangan diwajahnya." Mengambil bantal dari tangan Nyonya Walthure.


Wajahnya adalah aset.


Lisa melihat seksama wajah George. Tangannya di buang oleh pemilik wajah.


"Dia pantas dipukul! Lihatlah, seharian, tidak melakukan apapun. Hanya main Game! Datang tamu tidak mengenakan pakaian sama sekali. Aduuuuh, anak ini, memalukan sekali." Kemudian menjewer kuping putranya.


Lisa menghalangi lagi, dan berusaha melepaskan jeweran."Tapi Tante, itukan sakit, dan melukai. Jangan melakukan itu."


Beliau terkejut, kemudian berhenti menjewer. Sementara George merapikan jubahnya. Dia menggeleng melihat dua wanita di dalam kamarnya. Secara keseluruhan, saat ini, mereka masuk kekamarnya, hanya untuk menganiaya.


"CK CK CK! Apa kalian berdua, senang menganiaya! Apa aku ini terlihat seperti orang t⁰l⁰l didepan kalian berdua." Meletakkan satu tangan besar dipinggang dengan satu jari dihidung sendiri. Mata melihat bergiliran dua wanita satu persatu.


T⁰L⁰L!


Berpikir sejenak lalu serempak menjawab.


"IYA!"


Gemetar melipat bibir, kemudian mengambil pakaian yang disiapkan ibunya.


"Kalian berdua keluar. Aku mau mandi." Melambai mengusir.


"Aku belum selesai!" Lisa keberatan.


"Apa lagi!" Kesal luar biasa.


"Minta maaf dulu padaku."


"Chiii... Tidak mau!"


"Akibat kisah cinta memuakanmu itu, perusahaan ku dituntut. Aku akan mengalami kerugian sangat besar. Sangat sangat besar! Apa kamu tahu itu! Aku bisa jadi pengangguran sejagat. Bergantung hanya pada nama baik Ayahku. Aku tidak suka itu. Dan semua ini karena perbuatanmu!"


"Aku tidak ada! Justru aku dirugikan nama baikku. Perusahaan konyolmu itu, yang kurang pengawasan, merugikanku dan Yani. Kami tidak ada melakukan hal menjijikan seperti pemberitaan kalian. Aku setuju perbuatan Juan! Bahkan memberinya tepuk tangan. Dan Bersiaplah, setelah tuntutan Juan, aku akan menyusul. Tidak hanya menuntun WW Magazine. Tapi menuntut LISA MIGHTY."


Apa!


Kurang ajar.


Mulut kekanakannya ini!


Raut wajah Lisa bergaris-garis. Dia lalu melihat Nyonya Walthure.


"Tante! George hanya ingin meminta maaf pada Yani Sebastian. Padaku! Tidak mau! Justru ingin ikutan seperti pria licik Juan Carlos itu, menuntutku. Dia, lebih jahat dari Juan!" Marah hingga Menangis.