Wedding

Wedding
Rindu..



Pagi yang cerah ,Siska membuka matanya melihat kiri kanan mencari sosok pria yang semalam menemaninya ,tapi tak dia dapati sosok nya ,tak lama pintu kamar mandi terbuka menampilkan pria yang dia cari.


"udah bangun honey" tanya Bian yang baru saja keluar dari kamar mandi


"iyaa.. aku kira kamu" jawab dan tanya Siska menggantung


"kamu kira apa ,aku pergi ninggalin kamu hmm" jawab Bian lembut seraya mengelus puncak kepala Siska


Siska mengangguk lembut


"kan udah aku bilang ,aku bakal jagain kamu"


Terdengar suara pintu terbuka ,menampipkan sosok wanita bersneli dibalit jas putihnya


treek


"selamat pagi bu Siska ,bagaimana ada yang terasa sakit dibagian yang lain" tanya dokter Ria


"selamat pagi dok ,tidak ada dok" jawab Siska


"baiklah ,hari ini Ibu Siska boleh pulang Pak ,hanya keseleo di kaki nya saja nanti diganti perbannya lalu di olesi dengan salep nanti sambil dipijit pijit yah pak " ucap dokter Ria


"baik dok ,terimakasih dok" jawab Bian


"iyaah ,kalau begitu saya permisi yah Pak ,Bu lekas pulih untuk Bu Siska " pamit dokter Ria


Selepas dokter Ria keluar ,Bian pun bergegas menuju bagian administrasi ,setelah selesai semua prosedurnya Bian menggandeng Siska keluar ruangan menuju mobilnya terparkir.


Bian membukakan pintu depan penumpang dan membimbing Siska agar duduk dengan nyaman lalu memasangkan safety belt nya ,Bian menutup pintu lalu sedikit berlari memutari depan mobil dan membuka pintu mobil dan duduk dibalik kemudi.


Beberapa menit berlalu sampailah Bian dirumah Siska ,memapahnya menuju kamar Siska dan membaringkan wanita itu diatas kasurnya.


"istirahat yah ,aku harus ke kantor" ucap Bian lembut


"iyaah.. hati hati sayang ,makasih" ucapnya dengan senyum


Bian mengangguk seraya tersenyum pada Siska.


***


Hari ini Adel sibuk dengan komputernya ,dia harus mengerjakan segudang pekerjaan nya ,beruntung bagi Adel karna dengan banyaknya pekerjaan ini dia jadi melupakan sedikit tentang Bian ,yang sampai saat ini tak ada kabarnya.


Tak terasa waktu menunjukan pukul dua belas waktunya bagi para karyawan untuk beristirahat dan sedikit melupakan pekerjaan mereka ,Putri merenggangkan badannya lalu bergeser ke arah meja Adel.


"kantin del ,lapeeeer.." ajak putri


"hmm.. yuk gue juga laper" jawab Adel sambil merentangkan tangannya


Mereka berjalan menuju kantin ,memesan makanan yang mereka inginkan ,dan memilih meja kosong disana untuk mereka menikmati makannya ,mereka asik dengan makanannya masing masing sampai ada seorang pria berdiri disisi meja mereka dengan sebuah nampan berisikan makanan dan minuman.


"boleh gabung ,gak ada meja kosong lagi soalnya" tanya pria tersebut ,membuat kedua wanita itu menengadahkan kepalanya melihat siapa yang berbicara.


"o-oooh ya-yaah boleh yaah" jawab Putri gugup ,melihat pria tampan didepannya


"thanks yaah" jawabnya


Mereka melanjutkan makannya ,termasuk si pria itu dia memulai acara makannya ,sampai mereka menghabiskan makanannya dan menyisakan piring dan mangkok kosong ,masih ada sisa waktu istirahat mereka memilih bersantai duduk dikursi kantin.


"oia ,kok gue baru liat lo" tanya Putri


"gue baru disini " jawab si pria dengan senyum berkarisma nya


"oooh.. oia gue putri dan lo.. "


"gue Raga dan lo.. " tanya Raga pada Adel


"senang kenal kalian" ucap Raga.


***


"del ,lo denger kan tadi kita mau ada ghatering momen ini mah buat melepas penat" ucapa bahagia Putri


"terutama buat lo ,lo harus ikut buat acara ini ,lo pasti ikutkaan" lanjut Putri


"gue harus iz.. " sejenak Adel berpikir buat apa dia izin toh di dalam surat perjanjian semuanya udah jelas kan ,biarkan saja dia melakuka semua yang dia inginkan saat ini


"okeeh gue pasti ikutlah ,sayang banget acara ghatering kaya gini harus dilewatkan" lanjut Adel dengan mantap


"oia ,gue ko jadi penasaran sama Raga yaah del" tanya putri yang saat ini mereka sedang duduk merapihkan mejanya dan mematikan komputernya karna waktu sudah menunjukan pukul lima sore.


"aah lo mah emang semua cogan pasti lo penasarin Putreeeek" beo Adel


"aelaah bukan gitu kali del ,serius gue penasaran aja ,niih yaah pertama dia baru katanya ,trus gantengnya beda kerawat gitu udah gitu ah banyak deh gue jadi penasaran ,harus gue jadi detektif dadakan" ocehnya


"terserah lo deh Put ,dahlah pulang yu ah" ajak Adel


Mereka berdua pun melangkahkan kakinya menuju parkiran tempat mobil Adel terparkir ,Adel mengantarkan Putri terlebih dahulu lalu dia melanjutkan perjalanannya menuju apartemennya.


***


Disebuah ruangan seorang pria dengan stelan jam tengah duduk memeriksa berkas berkas yang ada diatas mejanya ,menelisik setiap kata disana dan menanda tanganinya ,sampai semua berkas selesai.


Dia pijit tengkuk lehernya yang terasa berat ,dan melirik jam yang melingkar dilengannya.


"hah.. rindu Adel" gumamnya tanpa Bian sadari


"yaah klo rindu balik lah ,baru berapa jam gak ketemu" celetuk Adit yang ntah sejak kapan dia berada diruangan Bian ,membuat Bian terjengkat


"dasar demit" celetuk Bian


"mana ada demit modelan kaya gue ,tampan berkharisma begini" ucapnya percaya diri ,tapi memang wajah Adit tampan yaah dibawah ketampanan Bian sih.


"terserah!!"


"katanya rindu ,yaa balik sono baru berapa jam udah rindu ,ada bibit bibit sesuatu kayanya nii" celetuk Adit


"semalem gue gak balik ke apart ,gue nginep di RS nemenin Siska ,kemaren dia keserempet dan kakinya keseleo"


"lo bener bener yah Abian ,bisa bisanya lo si RS nemenin Siska trus ninggalin istri lo di apart sendirian ,otak lo bener bener harus di ganti yan" omel Adit


"gue gak ninggalin dia di apart ,kemaren gue ninggalin dia di resto" jawab Bian dan menlanjutkan ceritanya ,yang dia meninggalkan Adel di resto sendirian tanpa memberi kabar


"gue gak ngerti sama jalan pikiran lo yan ,setega itu lo ninggalin istri lo disana sampai malem pula ,dan lo nyuruh dia balik naik taksi sendirian malem malem ,gimana kalo sesuatu terjadi sama Adel lo mau apa ,apa emang itu yang lo mau" omelnya lagi


"sekarang lo balik liat keadaan Adel gimana ,gak usah lo bersikap **** kaya gitu lagi ,lo harus bisa fokus sama istri lo sekarang ,bukan waktunya buat lo maen maen lagi sama Siska" lanjut Adit memberi saran


"pikir gue dia kecelakaan sampai gimana ,yang bikin gue panik ternyata keseleo ajah" ujarnya


"terserahlah sekarang lo balik ke apart liat istri lo disana temuin dia"


Bian pun segera berdiri dan berjalan meninggalkan Adit disana ,menuju basement mobil nya terparkir.


***


Tibanya Di apartemen Adel memberihkan badanya lalu berjalan menuju dapur dia akan memasak untuk makan malamnya dan Bian ,kalau laki laki itu pulang ke apart hari ini.


Adel Asik dengan aksi memasaknya ,selesau semua Adel menatanya diatas meja makan ,lalu kembali ke dapur mencuci peralatannya bekas memasak tadi.