
Dafa nampak senang ketika semua pekerjaan sudah selesai, dia bersiap-siap untuk pulang kerumahnya, sampai rumah rencananya akan bersih-bersih, ganti baju langsung kerumahnya Maya untuk meminta Maya kepada orang tua nya langsung.
' Ada yang sudah tidak sabar rupanya ketemu calon mertua,' ucap Rio didalam hati.
" Rio, tolong pilihkan baju yang mana yang pantas aku pakai malam ini," ucap Dafa sambil jalan menuju kamarnya.
' biasanya jg langsung ambil sendiri,' ucap Rio didalam hati.
" Anda pke baju mana saja , tetap kelihatan tampan dan keren bos," ucap Rio menambah rasa percaya diri Dafa.
" Tentu saja aku akan selalu kelihatan keren, cuma malam ini aku kurang percaya diri," ucap Dafa tak semangat.
" Baiklah bos akan aku pilihkan yang terbaik untuk malam ini," ucap Rio semangat.
Rio sibuk memilih-milih kemeja mana yang cocok untuk dipke bos nya malam ini, setelah lama mengangkat baju satu demi satu, pilihan Rio jatuh pada kemeja biru muda. Rio mengambil kemeja itu dan menyerahkan kepada Dafa.
Dafa menerima kemeja itu dengan memicingkan matanya, pilihan Rio tidak buruk, kemudian keduanya bersiap-siap untuk berangkat ke rumah Maya.
Dafa hanya mengajak Rio karena orang tua Dafa sedang berada di luar negeri, mungkin kalau acara malam ini berlangsung lancar, orang tua Dafa akan segera pulang dan melamarnya secara resmi. Sedangkan adiknya belum diberi tahu kabar bahagia itu.
Entah apa reaksi adik Dafa kalau tahu, calon kakak iparnya itu Maya, biarkan waktu yang akan menjawab semuanya. Dafa dan Rio melajukan mobilnya menuju rumah Maya.
Ini pengalaman pertama bagi Dafa bertemu dengan calon mertua, Dafa harus mampu mengambil hati orang tuanya.
Mungkin dalam urusan pekerjaan Dafa sangat ahli cuma dalam urusan percintaan, percayalah dia masih amatiran, terbukti sekarang dia masih binggung akan memulai bicara dari mana.
Rio menekan tombol bel, setelah beberapa saat, Maya muncul membuka kan pintu, Maya menyuruh mereka untuk masuk ke rumah.
" Silahkan masuk Mas, Rio," ucap Maya ramah.
Mereka masuk mengikuti Maya dari belakang, Dafa nampak sedikit tegang, mungkin karena baru pertama jadi mereka agak sedikit gugup mau bertemu dengan calon mertua.
Maya mempersilahkan mereka untuk duduk, Maya memanggil kedua orang tuanya, adiknya pun ikut turun untuk mengetahui apa maksud temen kakaknya datang malam-malam, mereka duduk dengan tenang di sofa.
" Maaf om, kalau saya lancar, maksud kedatangan saya kemari mau main sekaligus untuk meminta putri om untuk menjadi calon pendamping hidup saya. Memang saya baru mengenal putri om beberapa bulan, saya sudah jatuh pada pandang pertama, saya berharap om mau menerima niat baik saya," ucap Dafa panjang lebar dengan nada yang tegas dan kelihatan tulus mencintai Maya.
Semua nampak diam, hening untuk beberapa saat, papa Maya belum menjawab, dia hanya menoleh ke putrinya yang nampak menundukkan wajahnya, melihat kearah istrinya yang nampak memperhatikan Dafa dari tadi.
Dalam hati Dafa nampak lega bisa mengungkapkan isi hatinya, jawaban yang baik yang di diharapkan, hati terasa deg deg an, semua nampak memandang ke arahnya, mencari ketulusan dan kebenaran apa yang diucapkan Dafa, nampak kejujuran yang terlihat, aura Dafa yang tegas mampu menarik perhatian orang tua Maya.
Maya nampak deg deg an juga di dalam hatinya, berharap orang tuanya memberikan keputusan yang terbaik buat masa depannya. Maya merasa Dafa cukup tulus mencintainya, terbukti tidak butuh waktu lama untuk datang kerumahnya.