
Maya menceritakan kepada Anggi, kalau kata resepsionis tadi, Angga sudah meninggalkan kantor dari satu jam yang lalu, tapi resepsionis itu tida tahu Angga pergi kemana.
Maya mengungkapkan kekecewaannya, tidak apa tidak jadi menjemput, asalkan ada kabarnya, ini malah pesan saja belum dibaca, telepon juga tidak diangkat, maksudnya apa coba, untung Maya masih bisa berpikir positif, mungkin Angga tidak sempat pegang handphone, pikirnya.
Anggi mencoba menghibur Maya dengan mengajaknya jalan-jalan.
" Bagaimana kalau kita ke mall ajah yang dekat sini, kita nonton?" Ajak Anggi.
" Boleh, dari pada langsung pulang," Maya setuju.
Nanti di rumah juga kepikiran Angga, lebih baik pergi jalan-jalan, biar sedikit lupa dengan masalahnya.
Kemudian Anggi melanjutkan perjalanan, menuju mall yang dekat dengannya saat ini. Setelah beberapa saat akhirnya mereka tiba di sebuah mall yang cukup besar, mereka memutuskan untuk nonya film bergenre romansa komedi.
Maya memutuskan untuk antri membeli tiket, sedangkan Anggi membeli popcorn dan minuman, sebagai teman nonton nanti, kurang lengkap kalau tidak ada popcorn.
" Anggi, aku yang akan beli tiketnya, kamu yang beli cemilannya yaa," Ucap Maya sambil baris mengantri tiket.
" Oke, nanti kalau aku sudah selesai aku samper kamu ajah, jadi kamu tunggu disini saja ya," Sahut Anggi semangat.
Karena jarak pintu masuk ruangan bioskop lebih dekat Maya, jadi Anggi yang akan nyamper ke Maya, biar tidak bolak balik, pikirnya.
Setelah selesai membeli cemilan, Anggi menghampiri Maya, mereka berjalan menuju ruang bioskop yang di tuju, kebetulan filmnya sebentar lagi akan di mulai.
Setelah mereka duduk, lampu sudah di padamkan bertanda film akan segera di putar, pas sekali yaa mereka tanpa menunggu lama-lama film di mulai.
Film udah dimulai,mereka masih fokus terhadap film sambil sesekali makan popcorn dan minum, lama kelamaan, Maya seperti melihat Angga juga sedang menonton film, persis di depan tempat duduknya selang dua baris, mata Maya tidak salah mengenal Angga, ya itu pasti Angga.
" Angga, ya itu benar Angga walau di tempat gelap, aku tidak mungkin salah lihat, tapi dengan siapa dia disini," Maya hanya mampu berbicara dalam hati, belum berani bilang kepada sahabatnya, takut sahabatnya itu esmosi.
Anggi paling tidak bisa lihat Maya merasa sedih, makanya dia akan esmosi kalau lihat Angga disini, padahal dari tadi Maya menunggu di jemput, dia malah asyik nonton disini. Pastinya dengan siapa Maya belum tahu soalnya semua dalam keadaan fokus ke film.
Sampai film itu mau habis Maya bukannya fokus ke film, malah fokus lihat Angga. Hingga dia tidak sengaja melihat Angga menoleh ke kanan dan menyatukan bibirnya kepada cewek disebelahnya, mereka sangat menikmati pertemuan bibir itu hingga tidak sadar ada hati yang tersakiti, cewek itu asing buat Maya, hati Maya terasa sesak, tanpa sadar air matanya mengalir, Maya menutup matanya dengan tangannya.
" Tega kamu Angga, kamu jahat, siapa cewek itu, kenapa dia tidak menolak saat di cium Angga," ucap Maya di dalam hatinya, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena ini didepan umum dan jaraknya juga lumayan jauh.
Anggi yang tak sengaja menoleh ke Maya, kaget melihat sahabatnya menangis, kenapa? Bukannya jalan ceritanya lucu ya, ko malah nangis, pikir Anggi.
" Kamu kenapa nangis, kan ceritanya lucu?" Tanya Anggi sambil berbisik. Maya sedikit aneh pikir nya.
Maya hanya mampu mengeleng kan kepala masih menutup mukanya dengan kedua tangannya, menahan tangisnya agar tidak pecah dan tidak mau melihat adegan yang bikin hatinya sesak itu.
Anggi yang heran hanya mampu bersabar, menunggu sebentar lagi sampai film itu selesai, dan bisa bertanya langsung kepada Maya, sebenarnya apa yang terjadi sampai dia menangis, apa masih kepikiran Angga.