
Setelah selesai makan dan mengobrol ringan. Maya dan Anggi memutuskan untuk pulang ke rumah. Mereka mengambil, membersihkan tempat-tempat snack dan tempat minum yang mereka bawa tadi, dan membuangnya ketempat sampah, agar memudahkan orang orang untuk menikmati tempat itu dan juga tadi waktu mau duduk-duduk disitu keadaannya juga bersih dari sampah, jadi pergi pun harus bersih, jangan sampai meninggal sampah.
Di tempat yang sama namun agak jauh dari situ, Dafa dan Rio juga membersihkan sampah-sampah disekitarnya,hampir sama apa yang di lakukan oleh Maya dan Anggi, lebih tepatnya Rio yang melakukannya, Dafa yang menjadi mandornya. Setelah selesai mereka menuju ke perkiraan untuk segera meninggalkan pantai itu. Untuk hari ini mungkin cukup mengikuti Maya, mungkin bisa dilanjutkan besok lagi, pikir Dafa dalam hatinya.
" Maaf bos, apa bos tertarik dengan salah satu gadis tadi?" Rio memulai bertanya dengan hati-hati.
" Kalau iya kenapa, ada masalah?" Jawab Dafa menatap tajam Rio.
" Tapi bos bisa dengar sendiri kalau cewek tadi sudah punya pacar," Sahut Rio, tak habis mikir dengan cara bosnya.
" Kenapa, belum menikah ini, aku rasa hubungan keduanya lagi tidak baik-baik saja." Ungkap Dafa sambil tersenyum smrik.
" Apa bos tidak malu disebut pembinor?" Tanya Rio hati-hati.
" Entahlah, aku tidak peduli apa kata orang nanti, aku cuma peduli dia mau sama aku." Ungkap Dafa sedikit egois, banyak egoisnya sei soalnya dia berkata seperti itu tanpa bertanya kepada yang bersangkutan terlebih dahulu, kan egois.
" Aku akan mendukungmu bos, jika kali ini kau mau menjalin hubungan serius, cuma paling tidak tunggu dia putus dulu dengan pacarnya yang tak tau seberapa dia itu." Ucap Rio, ikut mendukung perasaan bos sekaligus bosnya itu.
" Aku juga mengerti, untuk sekarang cukup aku memantau dari jarak aman, kalau sudah saatnya tiba, aku akan langsung menemui dan mengajaknya menikah." Ucap Dafa semangat dan yakin Maya mau menikah dengannya.
" Kenapa kau yakin dia akan mau padamu bos?" Rio agak meragukan bosnya.
" Kau meragukan ku?" Ucap Dafa esmosi.
" Bukan begitu bos, kau berkata seperti itu tanpa menanyakan kepada yang bersangkutan mau atau tidak diajak nikah?" Ungkap Rio hati-hati, takut Dafa tersinggung, nyata Dafa sudah tersinggung dan tak terima.
" Aku tak peduli, dia harus mau, apapun caranya." Sahutnya berapi-api.
" Ya seperti apa katamu bos," Sahut Rio pasrah akan pemikiran bosnya itu.
" Kau mau di pecat?" Ancam Dafa yang sudah esmosi dari tadi.
" Maaf bos, aku masih membutuhkan pekerjaan ku ini, jangan pecat aku tabungan ku belum cukup untuk modal nikah." Curhat Rio secara tidak langsung dia juga ingin menikah.
" Baik bos, siap laksanakan." Balas Rio cepat agar bos nya tidak berubah pikiran.
" Bagus, begitu jadi anak yang penurut." Sahut Dafa sambil tersenyum samar.
Setelah obrolan kesana kemari itu, mereka diam dengan pikirannya masing-masing. Rio langsung fokus melajukan mobilnya menuju rumah Dafa terlebih dahulu, setelah beberapa saat,mobil yang mereka tumpangi telah sampai di depan rumah Dafa. Rio bilang tidak mampir ke rumah, akan langsung segera pulang, Dafa menjawab dengan mengangguk kepalanya, sambil berjalan masuk kedalam rumahnya yang sudah disambut dengan adiknya yg begitu cerewet alias kepo maximal.
" Kakak apa pekerjaan di kantor lagi banyak sehingga membuat wajah kakakku yang tampan ini sedikit berkurang?" Ledek Devi pada Dafa.
" Sudahlah jangan ganggu kakak," Dafa tak mau menanggapi obrolan adiknya itu.
" Coba kakak cerita kepadaku ada masalah apa?" Paksa Devi agar Dafa mau bercerita.
" Siapa yang punya masalah, sok tahu" Ucap Dafa sambil menyentil pelan kening adiknya yang sok tahu itu.
" Ah kakak begitu gak mau cerita sama aku" Devi berkata sambil pura-pura ngambek.
" Sudahlah, kakak mau bersih-bersih dulu ke kamar" Sahut Dafa sambil berjalan ke arah kamarnya.
" Dasar kakak itu tidak mau berbagi masalah dengan ku padahal aku juga bisa memberikan nasehat" Gerutu Devi kesal ditinggal Dafa ke kamar.
***
~ Makasih yang sudah baca,, jangan lupa dukungannya yaa,, dengan like dan coment~
Makasih semuanya ^_^
Outhor mohon maaf juga yaa kemarin gax update soalnya lagi diperjalanan dari Klaten ke Cikarang,, Alhamdulillah lancar cuma di badan pegal-pegal.
Makasih atas pengertiannya semuanya,.
Sehat-sejat untuk kita semua,.