Wedding

Wedding
Sakit Kembali



Abian berjalan keluar menuju tempat mobilnya terparkir ,dengan kedua tangannya menjingjing paper bag yang berisikan belanjaan Adel tadi ,dia membuka bagasi mobilnya lalu memasukan paper bag yang berisi belanjaan itu ,ketika dia akan menutup bagasi tiba tiba terdengar getaran ponsel dikantung celananya ,dia segera mengambil ponselnya dan melihat siap yang menghubunginya.


Bian mengkerutkan dahinya ketika melihat nomor yang tak dikenal dilayar ponselnya ,sejenak berpikir lalu dia menggeser tombol hijau diponselnya.


"selamat malam ,benar dengan bapa Abian" tanya wanita di sebrang telpon


"iyaah dengan saya sendiri"


"maaf mengganggu waktunya pa ,saya dengan suster nia dari Rumah Sakit Pradipta ,saat ini ibu Siska sedang dirawat karna mengalami insiden kecelakaan " ucap suster nia


"kecelakaan ? bagaimana kondisinya sekarang ? aahh.. saya segera kesana" ucapa bian dengan nada khawatir dan mematikan panggilannya secara sepihak.


Dia segera menutup bagasi mobilnya ,dan berlari di pinggir mobil ,lalu membuka pintu mobil dan masuk duduk dibalik kemudi ,bian segera menggunakan safety belt nya dan menancap gas mobilnya dengan kecepatan sedikit lebih cepat menuju Rumah Sakit ,dan dia melupakan Adel yang tengah menunggunya.


Selang beberapa menit Bian tiba di RS Pradipta ,mobil silver itu memasuki pekarang RS ,Bian memarkirkan mobilnya melepas safety belt nya dan bergegaa keluar ,Pria itu berlari menuju meja pendaftaran.


"permisi sus ,saya mau tanya pasien atas nama Siska Rahayu" tanya bian dengan nafas ngos ngosan


"dengan bapa Bian ,bu Siska diruang rawat Anggrek I" jawab sopan suster nia yang tadi menelpon Bian


"baik sus ,terimakasih" jawab Bian


Bian pun segera berlari menuju ruang rawat siska ,pikirannya sudah tak menentu mebayangkan kondisi pacarnya ,sampai di depan ruang rawat Siska ,Bian segera membuka pintu dan berlari kecil menuju brakar tempat Siska berbaring.


"kamu gak apa apa hon" tanya khawatit Bian yang sudah berada disamping brankar.


Siska menoleh ke aras bian ,wanita itu mengubah posisinya menjadi duduk dan segera memeluk pada perut Bian ,dengan isakan kecil.


"hei ,apa yang sakit ? sebelah mana ? biar aku panggilkan dokter yaah" tanya lembut Bian


Siska menggelengkan kepalanya lalu menemgadahkan kepalanya menatap Bian


"aku gak apa apa sayang ,cuman kaki aku ajah keseleo" jawab Siska


"lain kali kalau mau kemana mana bilang aku ,biar aku yang anter kamu" ujar Bian


Siska menganggukan kepalanya ,lalu terdengat getara ponsel Bian di dalam saku celananya.


drrtt


drrtt


Bian segera mengambil ponselnya ,lalu menggeser tanda hijau disana.


"halo bian ,diman..." tanya wanita disebrang telpon sana


"siska kecelakaan ,kamu pulang naik taksi ajah" ucap Bian memotong ucapan Adel dan mematikan panggilannya sepihak.


"istri kamu" tanya sendu Siska


"hmm.. gak usah dipikirin aku akan jagain kamu disini ,sekarang kamu istirahat ada aku disini oke" ucap Bian menenangkan Siska agar dia lebih tenang setelah tragedi kecil nya.


***


Adel masih terdiam duduk diatas kursi restoran itu ,hingga seseorang datang menghampirinya.


"ADEEL.." teriak seorang wanita ,yang berjalan menuju meja Adel


"ooy.. " sapa putri yang sudah duduk di kursi depan Adel


"put.. " lirih Adel dengan suara serak menahan isak tangisnya


"gak beres ini ,balik aja yuk gue anter" ajak putri seraya berdiri dan berjalan menghampiri Adel dan menarik lembit lengannya.


Dua wanita itu pun berlalu meninggalkan restoran ,mereka akan pergi menuju apartemen Adel ,beberapa menit mereka pun tiba di apartemen Adel.


Adel menekan sandi dan pintupun terbuka ,mereka berdua masuk kedalam apartemen ,Adel terdiam didepan pintu disusul Putri dibelakangnya ,putri memeluk Adel yang sudah terisak disana


"lo kenapa del" tanya putri lembut sambil mengelus punggung Adel


"hmm.. nangis ajah dulu biar lo tenang ,keluarin semuanya del" ucap putri


"gue udah gak kuat put.." lirih Adel


"del.. duduk dulu yaah" ajak putri dan menggandeng Adel menuju sofa ,putri beranjak menuju dapur mengambil segalas air putih untuk Adel


"minum dulu del" tawar Putri dengan me nyodorkan segelas air pada Adel.


Adel mengambil gelas itu dan meminum airnya sedikit.


"oke ,sekarang cerita kenapa lo ada disana dengan keadaan kacau seperti ini" tanya lembut Putri


Mata adel kembali berembun ,ketika mengingat apa yang terjadi tadi.


"tadi gue belanja sama Bian untuk keperluan kita ,beres belanja gue lapar dan ngajak Bian buat makan dulu di resto tadi ,awalnya dia nolak tapi gue maksa karna udah laper banget ,akhirnya Bian mau tapi dia gak mau repot sama belanjaan jadi dia ke parkiran dulu buat nyimpen belanjaan dimobil ,gue nunggu di resto sambil pesen makanan ,tiga puluh menit gue tunggu dia gak dateng dateng ,sampai satu jam dia gak dateng juga akhirnya gue telpon dia ,awalnya gak dia angkat sampai beberapa panggilan gue dia cuekin ,sampai akhirnya dia angkat telpon gue dan bilang hiks hiks ,kalau dia lagi di RS nemeni Siska katanya kecelakaan " Adel beecerita dengan nada lirih dan air mata yang terus mengalir di kedua sudut matanya


"gue ngerasa gak ada artinya banget put ,gue gak sanggup kalau harus nunggu selama enam bulan ke depan lagi gue gak sanggup" lirih adel dengan isakan nya yang semakin mendalam


"udah udah gak usah gini dong lo ,rugi banget lo nangis kaya gini ,emang brengsek tuh si Abian ,mesti gue santet kayanya tuh cowo ,udah gak usah nangis terus del" ucap Putri sambil memeluk Adel dan mengelus punggung Adel


"malam ini gue nginep di apart lo ,gue temenin lo ,ngeri gue ninggalin lo sendirian" ucap Putri


"thanks yaah put" ucap Adel


"udah ,sekarang lo mandi bersihin badan lo biar gak berantakan gini ,gua masak buat kita makan oke" ucap Putri seraya melepaskan pelukannya


Adelpun berjalan menuju kamar nya dan berjalan menuju kamar mandi ,sedangkan Putri berjalan menuju dapur dan siap untuk memasak untuk makan malam nya dan Adel.


***


Pagi ini Adel telah rapih dengan stelan kemeja biru dongker dipadukan rok span selutut berwarna hitam ,sedangkan Putri dia baru selesai dengan ritualnya di kamar mandi.


"del ,gue pinjem baju lo"


"ambil aja put ,biasanya juga ngambil lo" jawab Adel yang sedang duduk didepan meja riasnya


Putri mengambil kemeja berwarna pink dan rok span berwana putih ,lalu memakainya di dalam walk in closet Adel ,selesai dia berjalan keluar menuju meja rias Adel dan memoles wajahnya ,lalu bercermin dan setelahnya dia keluar menyusul Adel yang sudah berada dimeja makan.


"bian gak pulang ternyata" gumam Adel yang melihat sekeliling apartemen


Mereka sarapan dengan roti yang dilapisi selai favoritnya masing masing


"gak usah mikirin Bian ,dahlah" celetuk Putri yang menyadari raut wajah Adel semakin sendu


"hmm.." hanya sebuah deheman yang Putri terima


"udah yuk berangkat ,nanti kesiangan" ajak Putri ,yang di angguki oleh Adel